Tampilkan postingan dengan label bola es. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola es. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 Desember 2016
Bagaimana Proses Terjadinya Hujan Es ?
Sudah pasti kamu tau donk apa itu hujan dan tentunya kamu pasti pernah merasakan turunnya air hujan, namun kamu pasti belum merasakan dan menikmati suasana turunnya hujan es. Karena di negara kita sendiri Indonesia jarang sekali terjadinya hujan es, hal itu disebabkan karena Indonesia terletak di garis khatulistiwa. Nah, kali ini kita akan bahas mengenai proses terjadinya hujan es, Tahukah kamu bagaimana bisa terjadinya proses pembentukan hujan es yang selama ini belum pernah kita rasakan.
Dalam kesempatan ini saya akan memberikan pengetahuan saya mengenai proses terjadinya hujan es kepada kamu dan seluruh pembaca sekalian, Mari kita lihat dan baca artikel dibawah ini, semoga kamu dan seluruh pembaca lainnya bisa mengerti dan bisa menambah pengetahuan agar menjadi generasi penerus yang pintar dan bijaksana bagi bangsa dan negara. Selamat Membaca artikel di bawah ini..
Hujan itu adalah suatu peristiwa alam yang mana terjatuhnya benda yang berbentuk cairan (hujan air) maupun berbentuk es (hujan es) dari lapisan atmosfer ke permukaan bumi, atau biasa disebuat sebagai proses presipitasi. Dalam ilmu yang mempelajari tentang atmosfer yang biasa disebut sebagai ilmu meteorologi atau hail, Hujan es ini merupakan suatu proses alam yang terjadi melalui sebuah kondensasi dari penguapan uap air yang ada di udara melewati suhu yang sangat dingin di lapisan atmosfer sehingga terbentuk seperti bola yang dalam keadaan beku dan akan melebihi tingkat pembekuan es dalam level tertinggi, kemudian pembekuan es ini akan jatuh ke permukaan bumi karena adanya gravitas bumi.
Meskipun demikian, pembekuan yang dalam bentuk bola es atau butiran-butiran es ini meski sudah jatuh ke permukaan bumi yang memiliki suhu yang panas diakibatkan padatnya penduduk manusia di permukaan bumi, tetap tidak semua bola es atau butiran-butiran es ini akan mencair begitu saja. Hujan es ini tidak hanya terjadi di wilayah yang beriklim subtropis saja, melainkan sekali-kali bisa terjadi di wilayah yang beriklim tropis atau di wilayah yang terletak di garis khatulistiwa seperti Indonesia.
Dari peristiwa dan penjelasan secara inti di atas, hal ini merupakan proses siklus air yang terjadi pada tahapan yang disebut sebagai tahap presipitasi yang terbagi menjadi beberapa bola es atau berupa gumpalan es dan bisa juga berbentuk cairan. Baik, untuk dibawah ini akan saya jelaskan lebih mendetail lagi tentang bagaimana proses bisa terjadinya hujan es?
Seperti yang kita tahu proses terjadinya hujan air disebabkan karena proses penguapan air laut atau air sungai yang melalui tahap presipitasi ( suatu peristiwa alam dengan jatuhnya cairan atau benda yang berwujud beku ke permukaan bumi ) dan tidak beda jauh dengan proses terjadinya hujan es, salah satu yang menjadi perbedaaan antara hujan air dengan hujan es adalah pada proses pembekuannya.
Hujan es ini terjadi dikarenakan pembentukan awan yang bernama awan Cumulo Nimbus yang pada umumnya awan ini berada di ketinggian melebihi 6 Km di atas permukaan air. Ketinggian ini merupakan titik pembekuan pada suhu yang mencapai 0 derajat celcius dan awan ini mampu naik lagi ke atas permukaan air dengan jarak hingga mencapai 8 sampai 12 Km dengan bantuan angin atau udara. Pada saat awan ini bergerak atau berjalan menuju ketinggian 8 sampai 12 Km, maka kapasitas dari pada uap air ini akan mengalami pengurangan suhu yang dari suhu panas berubah menjadi suhu dingin hingga membentuk kristal es yang kecil yang sudah membeku dan lama kelamaan kristal es ini menyatu dengan kristal es lainnya akibat hembusan angin di udara kemudian kristal es yang bentuk kecil akan membentuk seperti bola es atau butira-butiran es dalam ukuran lumayan besar.
Lalu awan Cumulo Nimbus ini yang mengandung bola es atau butiran-butiran es akan jatuh ke permukaan bumi dikarenakan awan ini tidak bisa menahan beban yang cukup berat sehingga akan turun berbentuk hujan es. Dalam penerbangannya di udara bola es ini akan mencair secara perlahan-lahan akibat dari suhu permukaan bumi yang hangat, namun setibanya di permukaan bumi bola es tersebut tidak bisa mencair dengan sepenuhnya dikarenakan bola es ini sudah terbentuk dalam ukuran yang lumayan besar.
Hujan es ini juga bisa merusak pemukiman penduduk yang terjadi pada daerah-daerah tertentu, disebabkan karena hujan es berupa bola es yang cukup besar dan dianjurkan kepada masyrakat untuk tidak keluar rumah ketika terjadi hujan es. Selain itu, hujan es ini juga mengandung kuman yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang.
Peristiwa hujan es ini umumnya terjadi pada saat pergantian musim karena mengarah kepada angin yang lemah dan berganti arah menjadi naik keatas untuk mendekati suhu yang lebih tinggi, sehingga muncul angin yang cukup kencang dan terasa dingin. Ada beberapa di daerah tertentu di wilayah Indonesia terjadinya hujan es ini, namun di Indonesia masih terbilang jarang terjadi peristiwa hujan es ini.
Demikianlah artikel ini saya buat berdasarkan pengetahuan saya, Semoga bermanfaat ya..Terima kasih..
Label:
atmosfer,
awan,
bola es,
garis khatulistiwa,
hujan es,
permukaan bumi,
presipitasi,
siklus air,
suhu dingin,
tropis
Langganan:
Postingan (Atom)