Tampilkan postingan dengan label ovulasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ovulasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

Apakah Berhubungan Intim Satu Kali Bisa Langsung Hamil ?


Halo sobat, pernahkah kalian semua bertanya-tanya apakah berhubungan intim satu kali bisa langsung  hamil ?Jawabannya adalah iya. Ketika seorang  gadis telah mengalami menstruasi dan Melakukan hubungan  seksual melalui si kelamin wanita dengan seorang laki-laki, maka wanita tersebut beresiko untuk hamil.

Seorang gadis bisa langsung hamil, bahkan ketika berhubungan seksual untuk pertama kali. Tidak perlu berkali-kali berhubungan seks untuk hamil.

Jika si perempuan masuki masa subur, kehamilan dapat terjadi. Jadi, kapan pun hubungan seks terjadi, pertama kali, kedua kali, atau ke-100 kali, resiko hamil selalu ada Selama si perempuan tidak memakai kontrasepsi dan belum memasuki masa menopause.

Seandainya pertanyaan itu dilebarkan, apakah perempuan bisa hamil ketika si pria melakukan ejakulasi di dekat vagina, bukan di dalam? Jawabanya, tetap saja ada resiko kehamilan.Semua pertanyaan itu jadi sulit diajukan karena satu hal: seks adalah tabu. Bukan zamannya lagi.

Sekarang,  bukan hanya kehamilan yang menjadi momok, tetapi juga Sexually transmitted disease alias infeksi menular seksual (IMS). Apalagi jika berhubungan seks tanpa pengaman alias kondom. belum lagi jika punya hobi berganti pasangan. Resiko pun akan semakin besar.

Nah, Mungkin Anda juga bertanya mengenai berhubungan intim setelah menstruasi apakah bisa hamil, jika ya maka ikuti saja pembahasannya dibawah ini.

Berhubungan intim saat haid bisa hamil kah?

Jawabannya adalah 80% tidak, karena pada saat itu terjadi masa peluruhan dinding sel rahim tempat melekatnya sel telur wanita. Hal itu juga sebenarnya adalah masa kehamilan, namun karena tidak ada sel sperma yang memasuki sel telur wanita, maka dinding rahim akan luruh dan mengeluarkan darah.




Jika ada pertanyaan apakah berhubungan intim saat haid bisa hamil?, maka jawabannya adalah sangat bisa dan itu juga terjadi saat masa kesuburan.

Justru berhubungan intim tidak akan terjadi pembuahan atau kehamilan apabila dilakukan saat si cewek atau wanita itu sedang haid.Berhubungan intim sebelum haid maupun sesudah bisa hamil dan itu malah sangat berpotensi hamil apabila tidak ada masalah pada pria maupun wanita.

Secara ilmu medis atau kedokteran, kehamilan itu dapat terjadi apabila sel sperma pria bertemu dengan ovum wanita. Namun perlu Anda tahu, bahwa tak setiap hari wanita itu berovulasi.

Dalam suatu penelitian menunjukkan, bahwa peluang sel sperma untuk membuahi sel telur prosentasenya sangat kecil.Masa subur wanita yaitu waktu keluarnya sel telur dari indung telur hanya berkisar antara 4 hingga 5 hari.Hal itulah yang menyebabkan hubungan seks benar-benar harus dilakukan sehari sebelum atau hari pertama pada masa subur.Maka dari itulah jika Anda ingin cepat hamil, maka bercintalah lebih sering selama masa subur tersebut.

Hal itu juga apabila si pria sendiri memiliki jumlah sperma yang normal dan tidak lemah, bercinta setiap hari memang bisa meningkatkan peluang kehamilan.Namun tak semua pasangan bisa melakukan hubungan seks setiap hari. Itu sebabnya para ahli kesehatan lebih menyarankan agar bercinta secara teratur antara 2-3 kali dalam seminggu.

Jadi kembali ke permasalahan awal, apakah berhubungan intim 1 kali bisa hamil, maka jawabannya adalah mungkin.Karena banyak faktor yang menentukan. Apabila dilakukan sekali saja namun disaat masa subur wanita maka 90% kehamilan bisa terjadi.Jadi Anda sudah tak perlu bingung lagi ya apakah berhubungan intim sekali bisa hamil.



Oke, demikianlah yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf jika ada kata-kata yang salah dalam artikel ini. Terima Kasih

Rabu, 07 Desember 2016

Proses Terjadinya Menstruasi (Haid) Pada Wanita


Mentruasi (Haid) merupakan hal yang alamiah bagi wanita yang sehat.Dimana pada setiap bulannya seorang wanita akan mengalami perdarahan yang disebut menstruasi. Dan Proses terjadinya menstruasi diketahui dengan dinding rahim (endometrium) mengalami peluruhan yang disertai perdarahan.

Menstruasi bagi wanita sehat merupakan hal yang wajar dan alami serta umum terjadi saat seorang perempuan mengalami perubahan fisik yang ditandai dengan pertumbuhan rambut dikemaluan, keluarnya cairan putih di aksila, dan payudara mulai membesar.

Proses menstruasi ini tidak akan terjadi pada wanita hamil sehingga dapat dikatakan jika seorang wanita tidak menstruasi maka ia berpotensi untuk hamil. Meskipun haid telah dialami sejak usia remaja, tidak semua perempuan tahu peristiwa apa yang terjadi di dalam tubuh selam siklus haid.

Siklus haid yang normal  berkisar antara 28 - 29 hari. Ada beberapa perempuan yang masa siklusnya berlangsung dari 20 sampai 35 hari masih dianggap normal.Menstruasi bervariasi bagi setiap wanita dan hampir 90% wanita memiliki siklus haid 25-35 hari  dan sekitar 10-15 % yang memilki siklus haid 28 hari.Namun, beberapa wanita memilki siklus yang tidak teratur dan hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesuburan. Menstruasi ini merupakan siklus yang berulang-ulang pada organ reproduksi perempuan.Normalnya menstruasi berlangsung selama 3 - 7 hari.

Setelah pubertas, ovarium memiliki korteks tebal yang mengelilingi suatu medula yang mengandung banyak pembuluh darah. Pada saat lahir korteks mengandung sejumlah folikel primer ovarium. Setelah pubertas, setiap bulan beberapa folikel berkembang membentuk folikel vesikularovarium (folikel graaf) yang biasanya menjadi matur dan rupture, kemudian mengeluarkan ovum. Proses ini disebut ovulasi. Ovum melewati tuba uterin sepanjang ujung fimbriae dan dapat difertilasi oleh sperma pria. Fertilasi terjadi biasanya pada segitiga lateral tuba uterine.

Pada umumnya, proses siklus Haid terbagi dalam beberapa fase yang telah diatur oleh hormon di dalam tubuh yang mempengaruhi terjadinya mentruasi (Haid) yaitu :

1. Hormon GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon)
Hormon ini merupakan hormon yang merangsan hormon pelutein dan folikel dalam memberikan rangsangan kepada tubuh.

2. FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Hormon ini sangat berpengaruh dalam mematangkan sel telur yang diprodukse oleh kelenjar pituitari.

3. LH (Luteinizing Hormone)
Hormon LH ini bermanfaat merangsan ovarium untuk menghasil sel teluar dan proses ovulasi yang berdampak baik.

4. Hormon Estrogen dan progesteron
Peran Hormon Estrogen hampir mirip dengan peran Hormon Hormon yang berperan dalam perubahan tubuh remaja saat pubersitas dan sangat berperan dalam siklus reproduksi wanita dan ovulasi.Sementara Hormon Progesteron berperan dalam penebalan dinding rahim dan menjaga siklus reproduksi serta kehamilan.

Dan inilah penjelasan mengenai Hormon-Hormon yang berpengaruh pada proses terjadinya Menstruasi (Haid)

Umumnya seorang wanita memiliki 2 ovarium yang masing-masing di dalamnya terdapat 200rb-400rb sel telur (folikel) yang belum matang. Setiap periode menstruasi yang berlangsung sekitar hari ke-14 akan tumbuh satu dari beberapa sel telur tersebut hingga haid selanjutnya. Saat sel telur dikatakan matang maka ia akan terelepas dari ovarium dan  berada di tubafallopi untuk selanjutnya akan dibuahi. Rangkaian proses pelepasan inilah yang dikatakan ovulasi.

Berawal dari Hormon GnRH yang keluar dari Hipotalamus dan mempengaruhi hipofisis anterior akan berdampak pada keluarnya hormon FSH. Hormon FSH tersebut akan mematankan folikel sel telur sehingga hormon Estrogen bersintesis dalam jumlah besar.

Estrogen dalam jumlah besar akan berdampak pada hipofisis yang memicu keluarnya Hormon LH yang berakibat pada ovulasi. Hormon LH ini akan memicu pogesteron untuk bersintesis  dengan merubah sekretorik  menjadi fase sekresi (luteal fase) yang berlangsung selama 14 hari.

Tahapan Terjadinya Menstruasi (Haid) pada Wanita yaitu :

Tahapan Pertama (Menstruasi), – Tahap menstruasi adalah tahap yang berlangsung selam 3-7 hari, pada tahapan ini dinding rahim akan mengalami peluruhan dan menjadi darah haid. Darah haid tersebut keluar sekitar 30 hingga 40 ml tiap siklusnya dengan kekentalan yang bermacam-macam. Pada tahapan ini, rasa sakit akan muncul pada hari pertama haid yang ditimbulkan oleh otot rahim yang mendorong perubahan dinding rahim menjadi darah. Rasa sakit ini akan mengakibatkan luka dan akan sembuh secara perlahan-lahan.

Tahapan kedua (Poliferasi atau pra-ovulas),- Tahapan kedua ini terjadi setelah penyembuhan berhasil. Pada tahap ini dinding rahim mengalami penebalan dengan tebal kurang lebih 3.5 mm. Tahap ini berlangsung dari hari 5 sampai dengan hari ke 14. Dan pada tahap ini leher rahim akan mengeluarkan lender yang bersifat basa untuk menetralkan sifat asam yang di hasilkan oleh vagina. Penetralan ini terjadi untuk memperpanjang hidup sperma sehingga pembuahan lebih mudah terjadi.

Peristiwa lain yang terjadi pada fase ini adalah lendir basa keluar dari leher rahim untuk mentralkan sifat asam yang telah diproduksi di kemaluan wanita. Proses penebalan ini terjadi karena hormone estrogen meningkat sedikit demi sedikit.

Pada masa inilah, pasangan suami istri dianjurkan untuk berhubungan badan jika berkeinginan untuk memiliki momongan.  Masa praovulasi adalah masa subur terbaik yang berlangsung 3 hingga 5 hari.

Tahapan ketiga (Fase Sekresi atau ovulasi),- Pada tahapan ini sel endometrium akan mengeluarkan bahan makanaan untuk telur yang telah terbuahi. Bahan makanan tersebut berupa kapur dan glikogen dan terjadi di hari ke 14.

Proses pematangan ini dikenal dengan sebutan masa subur. Jika tidak terjadi pembuahan pada ovum maka hormone estrogen dan progesterone akan mengalami kegagalan dan akan menyebabkan terjadinya menstruasi lagi.

Demikianlah penjelasan Saya mengenai Proses Terjadinya Menstruasi (Haid) Pada Wanita, Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menanbah pengetahuan anda semuanya..jangan lupa di like ya..Terima kasih..