Tampilkan postingan dengan label tsunami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tsunami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2016

Perlunya Mengetahui Penyebab Terjadinya Tsunami




























Tentunya Anda pernah mendegar apa itu Tsunami, dan bagaimana bisa terjadinya penyebab tsunami..? nah, mungkin di antara kalian masih yang belum mengetahui dan mengerti kenapa bisa terjadi tsunami..di pagi hari yang cerah ini akan Saya berikan ulasan tentang proses terjainya Tsunami..silahkan baca artikel ulasan Saya dibawah ini, Semoga Anda dan seluruh pembaca lainnya bisa memahaminya dengan seksama..

Sebagaimana yang kita ketahui Tsunami menjadi populer di telinga masyarakat Indonesia sejak kota Banda Aceh hancur porak-poranda akibat Tsunami pada bulan Desember 2004. Sebelumnya, belum ada kejadian tsunami seperti ini di kota Banda Aceh. Kebanyakan tsunami yang terjadi sebelum peristiwa Tsunami Aceh itu hanyalah tsunami kecil dan terjadinya pun lebih sering mengenai pulau-pulau kecil tak berpenghuni. Tsunami besar yang terjadi di Banda Aceh itu membuka kesadaran banyak orang sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang penyebab terjadinya tsunami.

Apalagi Indonesia merupakan negara yang terletak di antara dua Benua yakni Asia dan Australia dan antara dua Samudera yakni Pasifik dan Hindia sehingga menjadi zona pertemuan lempeng dunia. Hal inilah yang menjadi penyebab kenapa Indonesia memiliki banyak gunung terutama yang berstatus masih aktif. Setiap tahun lempeng terus bergerak aktif, saling menjauhi ataupun saling menabrak satu sama lain dan terus terjadi dalam kurun waktu jutaan tahun.

Lempeng yang saling bertabrakan tentu saja akan ada salah satu lempeng yang kalah dan pada akhirnya terangkat ke atas membentuk dataran tinggi dan pengunungan. Seperti contoh lempeng/ plate India-Australia yang bergerak menabrak lempeng Eurasia 5.6 cm per tahun yang terjadi pada pulau Sumatera, Jawa hingga Nusa Tenggara dan lempeng Pasifik yang bergerak mendekati lempeng Philipina dan Eurasia sebesar 12 cm per tahun yang terjadi pada sekitar pulau Papua dan kepulauan Maluku menyebabkan banyak gunung berapi di wilayah tabrakan antar lempeng tersebut.

Ketika terdapat dua lempeng yang saling bergerak menyebabkan gesekan diantara keduanya dan tak jarang menimbulkan gempa teknonik yang selalu terjadi tiap tahun di seluruh wilayah Indonesia, khususnya pantai barat Sumatera, pantai selatan jawa dan Nusa tenggara hingga sebagian besar wilayah Papua sekitarnya. Dan menurut fakta yang sering terjadi, gempa tektonik di Indonesia terjadi pada wilayah lautan sehingga tak jarang menimbulkan potensi Tsunami.

Kata tsunami ini berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang, yaitu tsu dan nami. Tsu berarti pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Tsunami sendiri dan secara harafiah berarti gelombang besar di pelabuhan merupakan perpindahan badan air skala besar yang disebabkan oleh perubahan air laut secara tiba tiba dengan gerakan vertikal yang terjadi di lautan lepas.

Gelombang Tsunami dapat bergerak ke segala arah hingga mencapai jarak ribuan kilometer, daya kerusakan-nya akan semakin kuat pada daratan yang dekat dengan pusat gangguan. Pada lautan dalam gelombang tsunami tidaklah terlalu tinggi yakni hanya 1 meter namun kecepatannya bisa mencapai 500 hingga 1000 kilometer per jam (setara dengan kecepatan pesawat jet), sehingga tidak terasa oleh kapal yang berada di lautan.

Semakin mendekati daratan kecepatan tsunami akan semakin menurun setidaknya hingga mencapai 35 hingga 50 kilometer per jam, namun gelombangnya semakin tinggi yakni dapat mencapai 20 meter sehingga dapat masuk puluhan kilometer kedalam daratan, sehingga dapat meluluh-lantakan apapun yang menghadangnya seperti kendaraan dan material lainnya.

Gelombang tsunami skala besar dapat menimbulkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit, hal ini disebabkan oleh daya hantam yang begitu besar sehingga dapat merusak apapun seperti tumbuhan, bangunan dan manusia yang hanyut terbawa gelombang, selain itu tsunami juga dapat merusak areal pertanian dan sumber air bersih seperti sumur karena pencemaran air asin ketika gelombang tsunami masuk ke daratan.

Pada jaman dahulu, banyak orang yang beranggapan bahwa tsunami merupakan salah satu wujud gelombang pasang yang terjadi dalam skala besar, namun saat ilmu pengatahun sudah semakin berkembang khususnya dibidang Oseanografi, anggapan tersebut terbukti keliru dan tidak sesuai lagi. Memang secara penampakan tsunami mirip dengan gelombang pasang yakni air naik ke daratan, namun terdapat perbedaan yang begitu mencolok yakni gelombang pasang terjadi secara perlahan dan bertahap sehingga tidak merusak, sedangkan tsunami bersifat sebaliknya.Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab tsunami seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Gempa Bumi Bawah Laut
Penyebab tsunami yang paling umum adalah Gempa bumi bawah laut. Ia Merupakan penyebab yang paling sering menimbulkan tsunami dengan persentase 90 persen kerjadian tsunami disebabkan oleh terjadinya gempa yang berada dibawah samudera.Sebagai zona pertemuan lempeng dunia, menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengalami gempa yang berpusat di bawah laut. Namun tidak semua gempa bawah laut bisa menimbulkan tsunami.

Beberapa kriteria yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami seperti, pusat gempa yang terletak di kedalaman 0 hingga 30 km dibawah permukaan laut. Semakin dangkal pusat gempa maka akan semakin besar peluang munculnya tsunami hal ini disebabkan oleh getaran yang dihasilkan akan semakin kuat. Selain itu gempa besar dengan kekuatan di atas 6.5 SR juga menjadi pemicu, karena dengan kekuatan sebesar itu sudah mampu mempengaruhi gelombang laut.

Kriteria selanjutnya adalah jenis persesaran gempa berjenis naik turun, sehingga akan menimbulkan gelombang baru yang jika bergerak ke daratan bisa menghasilkan tsunami. Lebih parah lagi jika terjadi patahan di dasar laut sehingga menyebabkan air laut turun secara mendadak dan menjadi cikal bakal tsunami.

2. Letusan Gunung Berapi Bawah Laut atau Atas Laut

Dampak letusan gunung berapi bawah laut dapat menjadi penyebab tsunami yang sangat besar. Tidak hanya di daratan, lautan yang begitu luas sebenarnya juga terdapat gunung berapi, yang apabila meletus akan menimbulkan getaran yang efeknya sama dengan gempa tektonik bawah laut tadi. Meskipun jarang terjadi namun jika sekali terjadi dapat menimbulkan tsunami. Semakin besar skala letusan maka akan semakin besar tsunami yang dihasilkan.

Peristiwa tsunami yang paling terkenal akibat letusan gunung berapi yakni terjadi pada tahun 1883 dimana saat itu gunung krakatau meletus dengan begitu dahsyat sehingga menimbulkan gelombang tsunami yang menyapu bersih desa desa di pantai sekitar selat sunda. Begitu juga dengan letusan gunung Tambora pada tahun 1815 yang menimbulkan tsunami di daerah Jawa timur, Nusa tenggara hingga mencapai kepulauan Maluku.

Indonesia sebagai negara yang memiliki gunung berapi terbanyak sehingga dijuluki Ring of Fire harus waspada terhadap potensi tsunami yang disebabkan oleh letusan vulkanik gunung berapi. Terutama pada gunung yang berdekatan dengan laut seperti gunung Gamalama di kepulauan Maluku utara dan Anak Krakatau di selat Sunda

3. Longsor Bawah Laut

Penyebab tsunami yang juga termasuk sering adalah karena longsor. Kejadian longsor tidak hanya terjadi di daratan yang sering diberitakan selama ini. Di dasar laut sebenarnya juga memiliki struktur yang mirip dengan daratan yakni terdapat bukit/ punggung laut dan lembah/ palung laut, serta cekungan yang dapat saja longsor dimana semakin besar volume longsoran maka akan semakin tinggi potensi terjadi tsunami.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan munculnya longsor laut, seperti gempa bumi tektonik dan letusan gunung bawah laut atau didaratan yang dekat dengan laut. Kedua faktor ini tentu saja menimbulkan getaran yang memicu longsor pada struktur dasar laut. Pada daratan pun sering terdengar peristiwa longsor yang disebabkan oleh gempa bumi.

Penyebab lainnya yaitu terjadinya tabrakan antar lempeng yang terjadi di dasar laut, sehingga menimbulkan patahan dan longsor. Pada tahun 2008 diadakan penelitian di samudra Hindia yang menyebutkan adanya palung laut yang membentang dari pulau Siberut hingga pesisir pantai Bengkulu yang apabila longsor dapat menyebabkan tsunami di pantai barat Sumatera. Tsunami yang terjadi akibat longsor disebut juga dengan tsunamic submarine landslide.

4. Hantaman Meteor
Meskipun sangat jarang terjadi namun kekuatan tsunami yang disebabkan oleh meteor yang jatuh ke samudera/ lautan sangatlah masif. Sepanjang sejarah peradaban manusia, belum ada dokumentasi mengenai tsunami akibat hamtaman meteor ini. Namun berdasarkan simulasi yang dilakukan pada komputer canggih, dampaknya merupakan paling besar jika dibandingkan dengan tsunami yang disebabkan faktor lain.

Jika meteor nya berukuran kecil tidak terlalu berpengaruh, namun jika ukuran meteor sangat besar, misalnya berdiameter lebih dari 1 km maka akan menimbulkan mega tsunami dengan ketinggian gelombang ratusan meter. Dan hal ini tentu saja akan mengakibatkan kehancuran peradaban manusia dan menyapu bersih daratan hingga ratusan kilometer dan menenggelamkan pulau pulau kecil disekitar pusat hamtaman.

Belum lagi dampak jangka panjangnya yang mempengaruhi bumi seperti perubahan iklim, hancurnya pertanian dunia dan kelaparan massal serta pada akhirnya menyebabkan kematian makhluk hidup dalam skala besar. Perlu diketahui bahwa kecepatan meteor saat menabrak bumi yaitu sekitar puluhan ribu kilometer per jam, sehingga dapat dibayangkan betapa besar energi yang dihasilkan akibat hantaman, terlebih jika ukurannya sangat besar.

Nah, demikianlah ulasan saya mengenai penyebab terjadinya Tsunami, Terima Kasih..


Jumat, 04 November 2016

Sejarah Terbentuknya Samudera Pasifik Di Permukaan Bumi




Sebagaimana yang kami ketahui bersama bahwa 2/3 dari keseluruhan luas permukaan bumi adalah berupa lautan. Baru 1/3 luas permukaan bumi yang berupa daratan. Bagaimana terdapat massa air sebesar ini di suatu planet unik, sehingga mendapat julukan "Planet Biru" ini ? Dan Bagaimana bisa terbentuknya  Samudera Pasifik di permukaan bumi ?

Nah kali ini, Saya akan membagi informasi mengenai sejarah terbentuknya Samudera Pasifik di permukaan bumi ini, Semoga bermanfaat dan berguna bagi Anda dan Seluruh pembaca artikel blog ini. Mari kita bersama-sama menyimak ulasan di bawah ini..

Samudra Pasifik adalah Kumpulan air terbesar di dunia yang mencakup kira-kira sepertiga permukaan bumi, dengan luas sebesar 179,7 juta km2 (69,4 juta mi2). Dan Panjangnya sekitar 15.500 km (9.600 mi) dari Laut Bering di Arktik hingga batasan es di Laut Ross di Antartika di selatan. Samudra Pasifik mencapai lebar timur-barat terbesarnya pada sekitar 5 derajat U garis lintang, di mana ia terbentang sekitar 19.800 km (12.300 mi) dari Indonesia hingga pesisir Kolombia. Batas sebelah barat samudra ini biasanya diletakkan di Selat Malaka.

Titik terendah permukaan Bumi—Palung Mariana—berada di Samudra Pasifik. Samudra ini terletak di antara Asia dan Australia di sebelah barat, Amerika di sebelah timur, Antartika di sebelah selatan dan Samudra Arktik di sebelah utara.

Samudera Pasifik kalau di lihat dari pesisir di bagian tengah Chili, Samudra Pasifik berisi sekitar 25.000 kepulauan (lebih dari jumlah kepulauan yang berada di lautan dunia lainnya jika digabung), yang mayoritas terletak di selatan khatulistiwa.

Di batasan ireguler Samudra Pasifik terdapat banyak lautan, yang terbesar adalah Laut Sulawesi, Laut Koral, Laut China Timur, Laut Jepang, Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Tasman dan Laut Kuning. Selat Malaka menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia di sebelah barat, dan Selat Magelhaens menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Atlantik di sebelah timur.

Penjelajah Portugis Fernando de Magelhaens adalah orang yang menamakan Samudra Pasifik. Untuk sebagian besar perjalanannya dari Selat Magelhaens menuju Filipina, Magellan memang merasakan ketenangan lautan tersebut. Tetapi, Samudra Pasifik tidaklah selalu tenang. Di mana Samudra Atlantik melebar, Samudra Pasifik menciut. Hal ini menyebabkan banyak terjadinya gempa bumi. Banyak angin puyuh dan badai yang merusak pulau-pulau di bagian Pasifik dan tanah di sekitar Pasifik dipenuhi gunung berapi dan sering diguncang gempa bumi. Tsunami, yang disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut, telah menghancurkan banyak pulau dan menghapuskan seluruh kota.

Untuk di tinjau dari segi karakteristik Samudera Pasifik, nama Pasifik berasal dari bahasa Spanyol yaitu “pacifico” yang berarti “tenang”. Samudra Pasifik menempati sepertiga dari luas bumi kita (179,7 juta km2). Samudra ini mempunyai panjang sekitar 15.500km yang terbentang dari Laut Bering (di Artik) sampai batasan es di Laut Ross (di Antartika). Lebar samudra ini (dari timur – barat) sekitar 5°U garis lintang dan terhampar ± 19.800 km mulai dari kawasan Kepualauan Indonesia sampai Pantai Kolombia.

Selain itu, batas-batas Samudera Pasifik tersebut dapat di lihat dari arah sebelah barat yang berbatasan dengan lautan Asia dan Australia dan di bagian sebelah timur beratasan dengan Pantai Amerika, sementara di bagian sebelah Selatan Samudera Pasifik berbatasan dengan Benua Antartika, sedangkan di bagian sebelah Utara berbatasan dengan Samudra Arktik.

Samudera Pasifik merupakan samudera terluas di dunia, Disamping itu Samudera ini merupakan pusat sering terjadinya bencana alam seperti gempa tektonik yang bersumber dari dasar laut samudera, yang berdampak pada benua Asia terutama negara Jepang serta berdampak pada benua Amerika, dan banyak adanya angin puyuh atau badai yang banyak merusak pulau pulau di bagian pantai pasifik, dan lebih parahnya Samudera Pasifik ini sangat berpotensi besar terjadinya Tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi dari dasar laut yang mampu menghancurkan kepulauan dan menghapus seluruh kota-kota pantai, dimana di dasar laut juga terdapat banyak gununug api.

Demikianlah ulasan Saya tentang sejarah terbentuknya Samudera Pasifik ini yang merupakan lautan terbesar di permukaan bumi.

Selasa, 25 Oktober 2016

Pengetahuan Tentang Bencana Alam


Sejak zaman dahulu manusia telah mengalami bencana alam yang berulang kali hingga sampai saat ini, yang melenyapkan populasi manusia munculnya korban jiwa, rusaknya lingkungan, kerugian harta benda, serta efek psikologis.

Sementara Bencana Alam bisa kita artikan dalam pengetahuan ilmu Saintis yang artinya seseorang yang menekuni ilmu pengetahuan alam. Sehingga kesimpulan dari pengertian Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengancam dan mengganggu kehidupan manusia yang disebabkan oleh faktor alam yang dampaknya dapat mengakibatkan populasi manusia menjadi terancam.

Kita sebagai manusia cuma dapat menghindari, namun tidak bisa menghentikan terjadinya bencana alam, sekuat apa pun manusia itu. Tuhan Maka Kuasa yang Tahu, bila Dia berkehendak menurunkan suatu bencana maka bencana itu akan terjadi. Itu adalah Kuasa-Nya serta hal semacam itu tidak dapat di tolak. Tuhan menurunkan suatu bencana tentunya mempunyai maksud tertentu, dapat pula menjadi sebuah peringatan kepada manusia untuk menjaga alam ini agar tidak rusak.

Akan tetapi, Dengan perkembangan teknologi saat ini, manusia sudah bisa memprediksi terjadinya suatu bencana. Namun manusia tidak akan bisa menghentikan bencana tersebut. Manusia mungkin bisa memperkecil dan meminimalkan adanya korban jiwa, namun tetap saja manusia akan mengalami suatu kerugian besar dari bancana alam tersebut.

Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, badai tropis, angin topan, angin tornado, kebakaran liar dan wabah penyakit.Beberapa bencana alam terjadi tidak secara alami. Contohnya adalah kelaparan, yang berarti kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam. Dua jenis bencana alam yang diakibatkan dari luar angkasa jarang mempengaruhi manusia, seperti asteroid dan badai matahari.

Kita sebagai penghuni alam semesta di dunia ini, sebenarnya kita bisa mencoba meminimalkan peristiwa bencana alam dengan cara yang sederhana yaitu menjaga alam sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar hutan dan tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan rusaknya lingkungan.

Adapun jenis-jenis bencana alam yang secara umum sudah dibagi menjadi 3 (tiga) bagian. Berikut pembagiannya dan penjelasan selengkapnya :

1. Bencana Alam Geologi





Bencana alam geologi adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, dan tanah longsor. Contoh bencana alam geologi paling umum adalah gempa bumi, tsunami, gunung meletus dan tanah longsor.

2. Bencana Alam Meteorologi




Bencana alam meteorologi/hidrometeorologi merupakan bencana alam yang berhubungan dengan iklim. Bencana alam ini umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus. Bencana alam bersifat meteorologis paling banyak terjadi diseluruh dunia seperti banjir dan kekeringan. Kekhawatiran terbesar pada masa modernisasi sekarang ini adalah terjadinya pemanasan global.

3. Bencana Alam Ekstra-Terestial




Bencana alam ekstra-terestial merupakan bencana alam yang terjadi di luar angkasa. Bencana dari luar angkasa adalah datangnya berbagai benda langit seperti asteroid atau gangguan badai matahari. Meskipun dampaknya berukuran kecil tidak berpengaruh besar, asteroid kecil tersebut berjumlah sangat banyak sehingga bisa menimbulkan untuk menabrak bumi.

Dengan demikian bencana alam yang terjadi di alam semesta ini atau diseluruh penjuru dunia, sangatlah merugikan bagi manusia yang berada di sekitar bencana tersebut. Sehingga bencana alam bisa dikatakan dapat mengakibatkan dampak yang merusak pada bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Bencana alam juga bisa menimbulkan kerusakan pada infrastruktur yang dapat mengganggu aktivitas sosial manusia. Dampak dalam bidang sosial mencakup kematian, luka-luka, sakit, hilangnya tempat tinggal dan kekacauan komunitas, sementara kerusakan lingkungan dapat mencakup hancurnya hutan yang melindungi daratan.

Saat ini peristiwa bencana alam merupakan kasus kekeluargaan dalam melibatkan international,bukan hanya lokal atau national. Maka dari itu marilah kita sebagai sesama populasi manusia yang hidup dibawah kuasa Tuhan Yang Maha Esa harus bisa saling membantu dan merasa peduli terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana alam.

Demikianlah penjelasan mengenai pengetahuan tentang bencana alam. Semoga anda dan pembaca lainnya bisa mengetahui dan menambah wawasan ilmu menjadi pintar sebagaimana telah di jelaskan di atas dan sudah menjadi topik judul artikel ini.Terima Kasih..