Tampilkan postingan dengan label cedera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cedera. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 Desember 2016
Sering Mengalami Sakit Pinggang ? Inilah Penyebabnya..
Sakit pinggang adalah kondisi nyeri bahkan pada tingkat parah akan terasa sangat sakit di wilayah pinggang. Gejala umum pada orang yang menderita sakit pinggang biasanya ditandai dengan rasa nyeri atau sakit yang disertai kesemutan pada sekitar pinggang terutama pada bagian tulang belakang.
Dengan informasi berikut ini, diharapkan Anda bisa lebih memahami penyebab sakit pinggang yang dialami. Tetap temui dokter untuk memastikan penyebab sakit pinggang Anda dan hindari melakukan diagnosis terhadap diri sendiri dengan hanya mengandalkan informasi di bawah ini.
Sakit pinggang dapat dialami oleh siapa saja, namun kebanyakan orang dewasa dan para orang tua umumnya memiliki resiko tinggi terkena masalah sakit pinggang ini. Hal ini disebabkan kondisi tubuh orang tua dan dewasa struktur tubuh tidak lagi dalam masa pertumbuhan sehingga bersifat tetap dan hanya mengalami perbaikan-perbaikan saja.
Pada beberapa kasus sakit pinggang, penyebabnya mungkin tidak bisa diketahui. Anda disarankan untuk segera menemui dokter untuk memahami kondisi Anda. Terbatasnya pergerakan tulang belakang saat posisi duduk atau bersandar serta pada tingkat pembiaran dalam waktu lama akan menyebabkan perubahan postur tubuh itu sendiri.
Inilah penyebab utama sakit pinggang yang sering terjadi pada seseorang.
1. Adanya Cedera Pada Sendi
Pada kasus cedera sendi biasanya terjadi pada orang dewasa khususnya para orang lanjut usia. Hal disebabkan karena bagian sendi pada bagian tulang belakang mendapat tekanan dari tulang rawan hingga merubah posisi syaraf tulang belakang. Kondisi ini terjadi akibat mengangkat bebean yang terlalu berat dan adanya salah gerak saat menjalani aktifitas.
2. Kehamilan
nyeri pinggang belakang saat hamil merupakan hal yang sering terjadi. Hal tersebut terjadi karena rahim yang membesar menekan saraf sciatic hingga terasa nyeri pinggang belakang.
3. Adanya Kondisi Penyempitan Tulang Belakang
Kondisi penyempitan tulang belakang adalah kondisi dimana syaraf tulang belakang mendapat tekanan dari tulang belakang itu sendiri akibat posisinya yang tidak normal, akibatnya penekanan ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan sakit pada sekitar wilayah pinggang.
4. Sciatica
Saraf sciatic berjalan dari bagian pinggul, ke bagian belakang kedua kaki bagian atas hingga kaki bagian bawah. Ujung pangkal dari saraf ini ditemukan di bagian tulang belakang bagian bawah. Jika saraf ini tertekan akibat adanya pergeseran dari diskus tulang belakang, maka nyerinya terasa menjalar sepanjang tulang belakang bagian bawah hingga kaki.
5. Adanya Kelainan Postur Tubuh Sejak Lahir
Beberapa kelainan kelainan postur tubuh seperti kiposis, lordosis dan skoliosis, akan menyebabkan sakit pinggang yang berlarut-larut dan semakin parah apabila dibiarkan saja tanpa adanya penanganan medis. Kondisi bawaah sejak lahir ini sebenarnya bisa ditangani sedini mungkin bila telah diketahui sejak awal.
6. Spasme otot
Spasme otot, atau kontraksi sekelompok otot secara tidak sadar, yang terjadi di bagian pinggang belakang dapat menimbulkan rasa nyeri. Spasme otot biasanya terjadi untuk beberapa detik, namun terkadang dapat terjadi hingga hitungan menit.
7. Masalah ginjal
Adanya batu ginjal ataupun penyakit ginjal lain akibat infeksi juga dapat menyebabkan nyeri pinggang belakang. Karena ginjal merupakan organ yang terletak di bagian punggung bawah, maka kondisi yang mengganggu ginjal dapat menyebabkan rasa nyeri di pinggang bawah.
8. Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Bagi seseorang yang menderita kelebihan berat badan (obesitas) dapat menyebabkan terjadinya sakit pinggang. Hal ini terjadi berat badan yang menumpuk tersebut akan memberikan tekanan besar pada semua bagian otot tubuh dan persendian tak terkecuali pada tulang bagian belakang. Akibatnya timbul rasa nyeri dan sakit pada sekita wilayah pinggang seseorang.
Jika Anda mengalami sakit pinggang yang parah dan terjadi secara tiba-tiba, segera temui dokter. Mungkin itu adalah kondisi medis darurat yang harus mendapat penanganan medis secepatnya. Pada sebagian kasus, sakit pinggang yang parah dapat mengganggu kegiatan sehari-hari dan tidak membaik bahkan setelah beberapa lama.
Apabila hal semacam itu terjadi, segera periksakan diri ke rumah sakit. Melalui tes medis seperti tes darah, tes urine dan USG atau X-ray pada rongga pinggul dan perut, bisa diketahui penyebab sakit pinggang.
Label:
cedera,
ginjal,
kehamilan,
kesemutan,
nyeri,
obesitas,
sakit pinggang,
struktur tubuh,
tes darah,
tes urine
Penyebab Nyeri Lutut Yang Harus Diketahui
Nyeri lutut merupakan penyakit nyeri sendi yang sering dikeluhkan oleh orang tua, dewasa, maupun anak-anak. Nyeri sendi lutut dapat terjadi segera setelah mengalami trauma atau cedera, atau mungkin muncul sebagai akibat dari penyakit sendi yang kronis. Melalui artikel ini mari kita ketahui beberapa penyebab nyeri lutut yang mungkin sedang Anda alami.
Penyebab sakit lutut ada berbagai macam mulai dari cedera akut hingga kondisi medis atau penyakit. Cedera akut dapat terjadi ketika jatuh saat berolah raga atau berlari, lutut terbentur, terlalu lama berlarian, atau karena melakukan gerakan lutut yang tak lazim. Hal ini sangat mudah kit ketahui karena kita langsung merasakan sakit pada lutut setelah terjadinya hal-hal tersebut.
Sedangkan nyeri lutut karena penyakit sering kita tidak mengetahuinya dengan pasti karena tidak ada kejadian di atas, lutut tiba-tiba sakit atau dengan kata lain sakit lutut dengan penyebab tak jelas. Sakit lutut yang seperti ini biasanya berlangsung lama (kronis) dan sering berulang (kambuhan).
Sedangkan nyeri lutut karena penyakit sering kita tidak mengetahuinya dengan pasti karena tidak ada kejadian di atas, lutut tiba-tiba sakit atau dengan kata lain sakit lutut dengan penyebab tak jelas. Sakit lutut yang seperti ini biasanya berlangsung lama (kronis) dan sering berulang (kambuhan).
Pada orang yang berusia lanjut penyebab tersering nyeri lutut merupakan masalah medis yang kronis seperti pengapuran sendi lutut yang secara medis disebut osteoarthritis (OA) yang umumnya akibat proses penuaan, atau dikarenakan pengendapan kristal asam urat yang dikenal dengan penyakit Gout, namun ada juga kemungkinan penyebab lainnya.
Lebih legkap berikut Beberapa penyebab nyeri lutut yang harus Anda ketahui.
1. Nyeri Lutut yang disebabkan oleh Cedera atau trauma
Cedera pada lutut dapat mempengaruhi salah satu atau beberapa bagian lutut seperti ligamen, tendon atau kantung berisi cairan (bursae) yang mengelilingi sendi lutut, serta tulang, tulang rawan dan ligamen yang membentuk sendi lutut itu sendiri. Cedera yang berupa terkilir dan memar paling sering terjadi selama olahraga tetapi mungkin juga terjadi selama gerakan tiba-tiba atau mendadak, terjatuh, atau kecelakaan lalu lintas.
2. Nyeri Lutut yang disebabkan oleh Patah Tulang
Mudah kita curigai karena sakit lutut timbul akibat benturan keras pada lutut misalnya kecelakaan lalu lintas. Jika hal ini terjadi maka segeralah bawa ke UGD rumah sakit.
3. Nyeri lutut yang disebabkan oleh Rusaknya Menisci
Menisci adalah lapisan tipis tulang rawan yang terletak antara tibia dan femur. Bentuknya menyerupai bulan sabit atau cakram, jaringan ikat ini menyerap sebagian besar tekanan pada anggota gerak bawah, namun suatu ketika dapat robek jika terjadi tekanan yang terlalu kuat pada lutut, akibatnya tentu terasa sangat sakit pada lutut.
4. Nyeri Lutut yang disebabkan oleh Tendinitis
Tendinitis merupakan peradangan pada tendon lutut yang ditandai dengan kemerahan sekitar lutut dan terasa nyeri bila disentuh. Kegiatan yang memerlukan gerakan berulang pada sendi lutut dapat meningkatkan risiko tendinitis ini. Selain itu kurangnya pemanasan sebelum latihan dan kondisi medis seperti arthritis juga dapat menyebabkan nyeri lutut tendinitis ini.
5. Berat Badan Berlebih
Orang yang kelebihan berat badan lebih mungkin mengalami nyeri lutut saat mereka berjalan atau berdiri. Karena berat badan yang melebihi batas normal akan memberikan tekanan lebih pada lutut sebagai penopang badan. Tekanan berlebih yang terus menerus biasa membuat aus ujung tulang tibia (tungkai bawah) dan femur (paha) karena terjadinya gesekan.
Tidak semua pengidap akan merasakan gejala yang sama saat menderita sakit lutut. Perbedaan ini terjadi karena adanya beragam hal yang dapat memicunya. Ada beberapa gejala yang dapat menyertai sakit lutut . Di antaranya adalah:
- Pembengkakan.
- Lutut yang terasa kaku atau tidak bisa diluruskan.
- Bunyi gemeretak pada lutut.
- Kulit lutut berubah kemerahan dan hangat jika disentuh.
- Lutut yang tidak stabil atau lemas.
- Lutut tidak bisa menahan beban tubuh.
- Demam.
Jika merasakan gejala-gejala tersebut, Anda sebaiknya segera ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Penting sekali mengetahui penyebab sakit lutut dengan memperhatikan gejalanya seperti lokasi sakitnya pada lutut, misalnya jika disebabkan oleh infeksi, maka seluruh lutut mungkin bengkak dan sakit, sedangkan robek meniskus atau patah tulang memberikan gejala hanya di satu lokasi tertentu.
Dan penting juga untuk menggambarkan bagaimana keparahan rasa sakit misalnya sakit ringan, sakit parah, atau bahkan sampai melumpuhkan. Jadi perhatikan juga apakah terdapat kesulitan berjalan karena ketidakstabilan lutut, lutut seperti terkunci (tidak dapat menekuk lutut), kemerahan dan bengkak, atau lutut tidak dapat diluruskan.
Label:
berat badan,
cedera,
deman,
kambuhan,
menisci,
nyeri lutut,
patah tulang,
pembengkakan,
tendinitas,
trauma
Kamis, 15 Desember 2016
Penyebab Kaki Bengkak
Dalam ilmu medis, kaki bengkak biasanya disebabkan oleh edema atau adanya penumpukan cairan pada tubuh, tepatnya di kaki. Pembengkakan pada kaki dipengaruhi oleh kondisi kesehatan seseorang. Penderita penyakit ginjal dan jantung umumnya akan mengalami pembengkakan kaki.
Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab kaki bengkak mulai dari gangguan berat seperti penyakit jantung dan ginjal, bisa juga disebabkan oleh sesuatu yang normal misalnya kaki bengkak pada ibu hamil. Edema yang menimbulkan bengkak terjadi karena adanya akumulasi cairan pada bagian-bagian tubuh. Bengkak akibat penumpukan cairan biasanya tidak menyakitkan, kecuali bengkak karena cedera atau peradangan. Pembengkakan sering lebih jelas pada tubuh bagian bawah, hal ini terjadi karena efek gravitasi.
Jika kita perhatikan, bengkak pada kaki lebih sering dialami oleh orang tua atau usia lanjut. Meskipun kaki bengkak biasanya tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, namun penting untuk mengetahui kapan kita harus ke dokter untuk mengetahui jika terdapat masalah kesehatan yang lebih serius yang menjadi penyebabnya.
1. Penyakit Jantung
Penyebab kaki bengkak pada lansia merupakan akibat seseorang yang mengidap penyakit jantung dalam jangka panjang, Maka akan mengalami ritme jantung yang tidak beraturan. Aliran darah yqng tidak lancar pada pembuluh arteri jantung dapat mempengaruhi sirkulasi darah pada tubuh termasuk pada area kaki. Jika kondisi ini tidak segera diobati maka seputar kaki akan mengalami pembengkakan.
2. Cedera
Pembengkakan pada kaki bisa terjadi karena cedera pada kaki dan pergelangan kaki. Ketika pergelangan kaki cedera atau salah melangkah, ligamen (sebuah pita fleksibel yang menghubungkan tulang dengan tulang) akan merenggang melampaui batas normal. Hal tersebut menyebabkan kaki bengkak.
3. Infeksi
Kaki bengkak akibat infeksi lebih sering dialami oleh penderita diabetes dan yang memiliki masalah saraf pada kaki. Jadi, jika Anda menderita penyakit tersebut, Anda perlu benar-benar memerhatikan kondisi kaki, terutama ketika terjadi lecet dan luka.
4. Penyakit Ginjal
kaki bengkak pada lansia sering diakibatkan karena seseorang yang mengalami gangguan fungsi ginjal, Maka ginjal 60 persen telah kehilangan kemampuan dalam menyaring cairan tubuh dan racun dalam tubuh sehingga pembengkakan sering terjadi pada jaringan kaki.
5. Kelebihan Berat Badan / Kegemukan
Kegemukan dapat menghambat aliran darah dan menggagalkan penyebaran darah yang berisi oksigen oleh jantung. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada jaringan tubuh organ internal termasuk jaringan kaki. Obesitas mampu menyebabkan kaki bengkak pada lansia.
6. Pembekuan darah. Pembekuan darah di pembuluh darah pada kaki akan mengakibatkan aliran darah dari kaki ke jantung terhambat. Penumpukan darah beku bisa memicu kaki bengkak
7. Insufisiensi vena
Kaki bengkak bisa menjadi gejala awal Anda mengalami insufisiensi vena, yaitu kondisi ketika darah tidak bisa bergerak naik dari pembuluh darah di kaki ke jantung. Hal ini mengakibatkan pembengkakan pada kaki. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan borok kulit, infeksi, dan perubahan kulit.
8. Hormon Tubuh
Hormon wanita dan pria dapat berubah seiring bertambahnya usia. Hormon yang mengalami ketidak stabilan pada lansia (Lanjut Usia) dapat dapat memblokir kelancaran aliran darah diseluruh tubuh dan timbul pembengkakan termasuk pada jaringan kaki.
9. Efek samping obat
Beberapa obat bisa menyebabkan kaki bengkak di antaranya obat diabetes, obat antiinflamasi non-steroid, obat antidepresan, obat steroid, obat untuk tekanan darah, dan penggunaan alat kontrasepsi oral.
10. Kehamilan
Kaki bengkak pada wanita hamil adalah hal yang normal. Hal ini terjadi karena pembuluh darah besar di pangkal paha menerima tekanan dari bayi dalam kandungan yang tubuhnya kian membesar. Itu sebabnya di bulan-bulan terakhir kehamilan umumnya akan terjadi pembengkakan kaki.
Nah, itulah ulasan saya mengenai penyebab kaki bengkak, semoga artikel ini bisa anda pahami dan bisa menambah pengetahuan Anda. Terima kasih..
Label:
cedera,
edema,
hormon,
infeksi,
kaki bengkak,
kegemukan,
kehamilan,
penyakit ginjal,
Penyakit Jantung,
usia lanjut
Langganan:
Postingan (Atom)



