Tampilkan postingan dengan label dehidrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dehidrasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2016

Penyebab Penyakit Demam Berdarah


Hallo sobat kita berjumpa lagi di Blogger " info menjadi pintar " kali ini saya akan membahas berita mengenai Penyebab Penyakit Demam Berdarah di artikel ini, Semoga artikel ini bisa membantu kamu menambah wawasan pengetahuan agar menjadi orang yang pintar bagi keluarga maupun lingkungan anda sekitarnya. yuk kita simak dengan seksama artikel dibawah ini..

Salah satu yang menyebabkan seringnya terjadi penyakit Demam Berdarah adalah gigitan seekor nyamuk. Gititan nyamuk ini berasal dari jenis nyamuk Aedes aegypti ataupun dengan kata lain disebut juga sebagai jenis nyamuk Aedes albopictus. Dan jenis nyamuk ini membawa virus dengue dengan satu gigitan hingga masuk ke tubuh manusia melewati syaraf peredaran dalam darah.

jenis nyamuk Aedes aegypti ini bisa kita temui di beberapa tempat seperti genangan air pada got atau selokan yang tumpet dan kotor penuh dengan sampah, kemudian bisa juga kita temui di bagian dalam rumah kita seperti bak air kamar mandi yang sudah lama tidak di bersihkan, dan juga tempat-tempat barang bekas yang tidak kita rapikan dan bersihkan dalam jangka waktu yang lama hingga kelihatan sangat berkumuh.

Kita ketahui bahwa penderita penyakit demam berdarah ini bisa meningkat tajam pada setiap akhir tahun dengan adanya masa-masa musim hujan, Dikarenakan jenis nyamuk ini akan muncul dan aktif di siang hari ataupun malam hari.

Untuk itu, kita semua harus waspada terhadap penyakit demam berdarah ini dimana penyakit dengan bawaan virus dengue akan dihisap darahnya dari seseorang yang sudah terinfeksi virus tersebut. Kemudian dalam masa inkubasi selama sekitar 8 sampai 10 hari maka si nyamuk yang sudah memiliki virus tersebut akan mengirimkan virus dengue ini ke tubuh manusia yang baru atau sehat melalui gigitannya.




Lalu seseorang yang sudah terkena gigitan nyamuk yang dilengkapi dengan virus dengue ini, maka akan menimbulkan gejala seperti demam, perut terasa ingin muntah, diare, dan badan terasa pegal-pegal, hingga sampai kepala kita terasa pusing.

Nah, Apabila gejala di atas tersebut pernah kita alami maka segeralah mengunjungi dokter umum terdekat di sekitar rumah anda agar kita dapat memastikan apakah benar gejala tersebut merupakan gejala penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus dengue ini. Gimanapun juga motto dari kesehatan adalah "mencegah lebih baik dari pada mengobati"

Namun, jika orang tersebut dinyatakan atau dipastikan terkena jenis penyakit demam berdarah ini, maka akan disarankan oleh dokter untuk berisitarahat yang banyak, dan minum banyak air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi ( kekurangan air putih mineral ) yang disebabkan karena gejala diare.

Akan tetapi, jika kondisi seseorang tersebut mengalami tingkat yang lebih serius akibat penyakit demam berdarah ini, maka akan di anjurkan dokter untuk merawat inap di Rumah Sakit agar di infus dan akan tetap terjaga kondisi si pasien tersebut.

Memang sampai sekarang ini masih belum terdapat obat khusus penyembuhannya, maka dari itu upaya untuk mencegah terserang penyakit demam berdarah ini, kita perlu tingkatkan kesadaran agar menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya maupun di dalam rumah kita sendiri.

Selain itu, kita juga bisa melakukan pencegahan dari segi biologis yang lumayan efektif yaitu dengan cara memelihara ikan pemakan kuman atau bakteri seperti ikan cupang. Setelah kita memasukkan beberapa ekor ikan tersebut ke dalam bak air kamar mandi atau kolam ikan, maka otomatis ikan itu akan melahap uget-uget nyamuk atau biasa disebut dengan istilah " chuk ".

Itulah pembahasan Saya mengenai "Penyebab Penyakit Demam Berdarah" ini, Semoga bermanfaat ya dan jangan lupa untuk menulis komentar anda di kolom yang ada dibawah ini..Terima Kasih..



Senin, 12 Desember 2016

Penyebab Kram Pada Otot Kaki


Kram pada otot kaki, yah hal ini terjadi beberapa kali saat saya bermain futsal dengan teman-teman, ini terjadi saat setiap saya bermain futsal tanpa pemanasan dan langsung berlari-lari.

Kram otot terjadi akibat tubuh kehilangan garam dan cairan karena banyaknya keringat yang keluar. Kram biasanya dapat disembuhkan dengan meregangkan dan memijat otot yang terserang. Kram adalah kejang pada otot yang menimbulkan rasa sakit dan nyeri. Kejang otot sering terjadi ketika kita sedang tidur, tetapi juga bisa karena aktifitas fisik yang berat dan tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan aktifitas olahraga dan apabila kram didiamkan dapat menjadi cedera yang fatal.

Kram otot ini bisa terjadi karena beberapa hal dan menegangnya otot kaki ini perlu menjadi perhatian sebab hal ini dapat menjadi tanda bahwa Anda tengah mengalami penyakit serius. Ada sejumlah penyebab kram yang bisa terjadi pada kaki kiri maupun kaki kanan atau justru keduanya, seperti berikut ini:

1. Kegiatan yang berlebihan

Kram sering terjadi pada atlit karena mereka melakukan kegiatan yang luar biasa. Untuk mencegah hal ini diperlukan pemanasan sebelum memulai kegiatan, demikian pula sesudahnya. Tetapi kram juga dapat terjadi ketika orang sedang tidur. Hal ini akan sangat mengganggu tidur karena dapat terjadi beberapa kali dalam semalam atau beberapa malam dalam seminggunya. Biasanya kram timbul karena kita meluruskan jari kaki ketika tidur sehingga otot betis meregang.

2. Saraf  Mendapat Tekanan

Apabila bagian tulang belakang, khususnya saraf, terkena tekanan sehingga hal ini akan memicu kram di bagian kaki sehingga ketika Anda terus memakainya berjalan, kondisi kaki akan memburuk. Jika Anda mengalami keadaan seperti ini, nyeri dapat teringankan apabila Anda mencoba untuk berjalan dengan posisi tubuh agak maju dan membungkuk.

3. Dehidrasi

Kegiatan yang berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya cairan tubuh karena mengalirnya keringat. Kita hendaknya minum banyak air bila melakukan olahraga yang berat. Kram juga dapat merupakan pertanda awal dari dehidrasi.

4. Kurangnya Asupan Mineral

Magnesium, kalsium dan kalium adalah serangkaian mineral yang Anda perlu penuhi untuk tubuh. Mineral adalah salah satu yang paling penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika tak terpenuhi atau kekurangan asupan jenis mineral tersebut, kaki kram adalah akibatnya.

5. Kekurangan kalsium dan magnesium

Kurangnya kalsium dan magnesium dalam darah dapat mengakibatkan otot dan syaraf kurang santai sehingga menyebabkan timbulnya kram. Karena itu wanita hamil sering mengalami kram akibat dari perubahan hormon dalam tubuhnya yang menyebabkan berkurangnya kalsium dan magnesium dalam darahnya.

6. Hamil

Kondisi kehamilan pun bisa menjadi pemicu terjadinya kram pada bagian kaki karena para ibu hamil kemungkinan besar mengalami kekurangan magnesium dan kalsium. Saat menjelang persalinan alias pada masa hamil tua, kram akan lebih sering muncul sehingga para ibu hamil wajib untuk memenuhi kebutuhan mineral dan nutrisi seimbang.

7. Diabetes

Penderita diabetes mengalami gangguan pada syarafnya yang disebut diabetic neuropathy. Kadar gula yang tinggi dalam darah merusak urat syaraf pada kaki sehingga penderitanya mudah mengalami kram.

8. Tidak Memadainya Suplai Darah

Apabila kurang memadainya suplai darah terjadi, maka kram kaki akan dapat Anda alami, entah itu bagian kiri atau kanan terutama saat berolahraga. Ini dikarenakan aliran darah ke bagian kaki tidak lancar di mana pemicu utamanya adalah penyempitan arteri. Setelah Anda berhenti berolahraga, biasanya kram pun akan memudar sehingga ini artinya kram tidak akan terjadi secara terus-menerus.

9. Cedera

Otot yang Anda gunakan secara berlebihan tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup maka akan membuatnya cedera. Saat cedera, otot kaki akan mudah kram dan menegang entah terlalu lama duduk, ketika tidur dengan posisi yang tak nyaman, atau bahkan selama berdiri di atas permukaan yang keras. Cedera juga merupakan salah satu efek dari bahaya olahraga yang berlebihan.

10. Efek Samping Obat Tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu bisa memicu berbagai kondisi berbahaya yang mungkin Anda tak menyangka sebelumnya. Kram juga bisa dipicu oleh konsumsi obat-obatan seperti steroid, statin, diuretik, obat antisikotik serta pil kontrasepsi di mana kram adalah efek sampingnya.

Ada dua latihan ringan yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan terjadinya kram pada otot kaki. Pertama, ketika Anda mengalami kram misalnya di betis, luruskan kaki dan urut perlahan-lahan. Kedua, untuk mengurangi kemungkinan kram lakukan latihan ini tiga kali sehari, termasuk sekali sebelum tidur. Berdirilah satu meter di depan tembok, rentangkan kedua tangan sampai menyentuh tembok, kedua telapak kaki rata di lantai, pertahankan posisi ini selama lima detik. Ulang latihan ini selama lima menit, tiga kali sehari. Semoga Anda bebas dari kram.

Rabu, 16 November 2016

Inilah Penyebab Kaki Kram dan Cara Menanganinya


Kram adalah nyeri akibat spasme otot (kejang/kaku otot) yang pada umumnya sering terjadi di daerah kaki yang timbul karena otot berkontraksi terlalu keras. Daerah yang paling sering kram adalah otot betis di bawah, belakang lutut, dan juga jari kaki. Namun, tak jarang juga kram otot dialami pada daerah leher, ketika salah menggelengkan kepala (otot leher menjadi tertarik/menegang). Orang jawa sering menyebutnya dengan “tengeng-en”. Nyeri kram dapat berlangsung beberapa detik hingga menit dengan keparahan bervariasi.

Pada umumnya penyebab kram menurut para ahli berpendapat bahwa kram terjadi ketika otot yang sudah dalam posisi mengkerut dirangsang untuk kontraksi. Hal ini terjadi saat kita tidur dengan posisi dengkul setengah ditekuk, dan telapak kaki sedikit mengarah ke bawah. Pada posisi ini otot betis agak tertekuk dan mudah terkena kram. Itulah mengapa gerakan pelenturan sebelum tidur dapat mencegahnya.

Kram otot, baik yang terjadi pada area kaki atau area lainnya, merupakan kontraksi atau menegangnya otot dengan kuat dan secara tiba-tiba. Kram bisa berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit dan sering kali terjadi pada kaki. Kram kaki di malam hari sering kali mengenai otot betis. Kondisi ini sering terjadi ketika Anda baru saja tertidur atau baru terbangun.

Penyebab kaki kram tidak selalu diketahui, namun umumnya disebabkan ataupun terkait dengan cedera saat berolahraga, kehamilan, dehidrasi, kekurangan asupan mineral tertentu, ataupun pajanan suhu dingin.

Berikut ini adalah berbagai penyebab dan faktor risiko kaki kram:


  • Kekurangan mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium dapat mengundang kaki kram.
  • Tekanan terhadap saraf pada tulang belakang bisa membuat kaki terasa nyeri kram yang bisa memburuk bila semakin lama Anda berjalan. Berjalan dengan posisi sedikit membungkuk ke depan biasanya dapat meringankan nyeri.
  • Suplai darah yang tidak memadai. Penyempitan arteri yang mengalirkan darah ke kaki Anda dapat menimbulkan nyeri, misalnya kram di kaki saat Anda sedang berolahraga. Kram ini biasanya hilang secepatnya setelah Anda berhenti berolahraga.
  • Dehidrasi sehingga tubuh kehilangan banyak cairan.
  • Kehamilan. Kondisi kram sudah biasa terjadi pada ibu hamil, terutama saat bulan-bulan terakhir kehamilan. Kemungkinan hal ini terjadi oleh karena kekurangan kalsium dan magnesium.
  • Cedera atau menggunakan otot secara berlebihan. Terlalu lama duduk, berdiri lama di atas permukaan yang keras, atau meletakkan kaki pada posisi yang tidak nyaman selama tidur juga dapat membuat otot kaki menegang atau kram.
  • Terpapar suhu dingin, khususnya air dingin. Biasanya terjadi setelah mandi dengan air dingin atau kehujanan.
  • Efek samping dari obat-obatan seperti pil kontrasepsi, obat antipsikotik, diuretik, statin, dan steroid.
  • Infeksi seperti tetanus juga bisa menyebabkan kejang otot dan kram.
  • Penyakit hati juga bisa mengundang kram pada kaki. Ketika organ hati tidak bisa bekerja dengan baik, racun di dalam darah akan meningkat dan bisa membuat otot kram.
  • Kondisi medis lainnya seperti penyakit ginjal, penyakit tiroid, multiple sclerosis, atau masalah aliran darah (penyakit arteri periferal).


Gerakan pelemasan (stretching) dan pemijatan biasanya dapat meredakan serangan kram. Obat pengurang sakit biasanya tidak bermanfaat karena tidak cukup cepat bekerja. Namun, pengurang sakit seperti paracetamol mungkin bermanfaat meringankan nyeri dan lemas otot yang kadang masih berlangsung hingga 24 jam setelah hilangnya kram.

Nah berikut ini cara menangani saat mengalami kram pada kaki dan betis.


  • Hentikan aktivitas dan lemaskan otot dengan peregangan ringan. Gerakkan kaki dengan berjalan perlahan-lahan. Hal ini bertujuan mengirimkan sinyal di dalam tubuh bahwa otot Anda butuh berkontraksi kemudian relaksasi.
  • Pijat pada bagian otot yang menegang.
  • Kompres dengan air panas atau mandi dengan air panas. Namun, cara ini tidak dianjurkan bagi mereka yang mengidap diabetes, cedera saraf tulang belakang, atau kondisi lainnya yang tidak memungkinkan Anda merasakan suhu panas.
  • Minum air putih atau minuman yang mengandung elektrolit secukupnya untuk menghidrasi tubuh. Cara ini mungkin membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Namun, hal ini bisa mencegah terjadi kram berikutnya.
  • Ganjal ujung kaki dengan bantal saat tidur untuk mencegah kram.
  • Konsumsi makanan kaya magnesium seperti kacang-kacangan dan biji-bijian bila Anda sering mengalami kram kaki yang tidak terkait dengan kondisi kesehatan lainnya. Namun, untuk ibu hamil dianjurkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu bila ingin mengonsumsi suplemen magnesium.
  • Gunakan obat-obatan pereda sakit, seperti ibuprofen atau gel penghilang nyeri sesuai petunjuk penggunaan.


Untuk mencegah kram datang lagi, cobalah untuk rutin melakukan pijatan pada bagian tubuh yang sering kram, melakukan pemanasan sebelum berolahraga, cukupi kebutuhan air putih, dan mineral seperti kalsium, magnesium, dan lainnya. Selain itu, pakailah alas kaki yang layak dan nyaman untuk otot kaki.