Tampilkan postingan dengan label lesu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lesu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2016

Penyebab Penyakit Kuning Pada Bayi Baru Lahir


Banyak orang tua yang khawatir ketika sang buah hati yang baru saja dilahirkan memiliki masalah kesehatan, salah satu yang tersering yaitu masalah bayi kuning setelah lahir. Sebaiknya jangan panik dulu, karena kuning pada bayi ada dua macam, kuning normal atau karena penyakit.

Salah satu alasan utama penyebab bayi kuning adalah akibat terlalu banyak bilirubin dalam darah bayi atau hiperbilirubinemia. Bilirubin merupakan zat warna yang terdapat dalam aliran darah sebagai hasil dari pecahnya sel-sel darah merah. Bilirubin yang terbentuk dari pecahnya sel-sel darah merah tersebut kemudian di bawa ke hati untuk diproses menjadi bentuk bilirubin terkonjugasi sehingga dapat dibuang dari tubuh dalam tinja (feses).

Dengan demikian kadar bilirubin akan dipertahankan pada level normal (stabil). Namun, mekanisme keseimbangan ini terganggu, baik karena produksi yang meningkat, proses konjugasi yang tidak optimal, atau pembuangan yang terhambat, maka terjadilah kelebihan bilirubin dalam darah sehingga menyebabkan penyakit kuning pada bayi.

Masyarakat sering mendengar penyakit kuning, namun masyarakat tidak tahu secara pasti apa itu penyakit kuning yang menimpa bayi mereka. Penyakit kuning adalah penyakit yang disebabkan oleh penimbunan bilirubin yang ada di dalam darah bayi baru lahir. Bilirubin adalah komponen yang ada di dalam sel darah merah.

Penyakit kuning merupakan penyakit yang wajar bagi bagi  Bayi yang terserang penyakit ini, mata berwarna putih menjadi berwarna kuning dan kulit bayi berwarna kuning. Untuk penyakit kuning yang normal, penyakit kuning ini hanya akan muncul dua hari saja setelah bayi dilahirkan. Namun jika sudah parah bisa muncul seminggu setelagh bayi dilahirkan kedunia ini.




Penyebab bayi kuning ada yang bersifat fiisologis atau normal dan ada juga yang disebabkan oleh hal yang tidak normal. Bayi yang dilahirkan secara premature memiliki resiko terkena penyakit kuning lebih dari 50 persen, sedangkan bayi yang dilahirkan dengann usia kandungan normal memiliki resiko terkena penyakit kuning sebesar 50 persen. Alasan bayi lahir premature memiliki resiko terkena penyakit kuning lebih besar adalah organnya belum berkembang secara sempurna terutama organ hatinya. Berikut ini penyebab bayi mengalami penyakit kuning yang harus diketahui :

1. Pigmen Kuning

Pigmen ini merupakan pigmen kulit yang menyebabkan bayi bisa berwarna kuning. Pigmen kuning tersebut dalam dunia medis disebut dengan bilirubin. Bilirubin dalam darah yang meningkat bisa menyebabkan bayi memiliki kulit berwarna kuning. Adanya bilirubin ini terjadi karena pecahan sel-sel darah merah di dalam tubuh bayi sewaktu lahir. Dalam jangka waktu tertentu, sel darah merah akan mengurai menjadi bilirubin.

Kondisi normal, organ yang berfungsi untuk menguraikan bilirubin tersebut adalah hati. Setelah diuraikan akan dibuang melalui BAB. Ketika masih di dalam kandungan, ibu yang bertugas sebagai pengurai bilirubin tersebut. Namun saat bayi dilahirkan perkembangan hatinya belum berkembang secara sempurna sehingga, tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Akan ada penumpukan bilirubin yang di dalam tubuh bayi, penumpukan tersebut bisa membuat kulit bayi berwarna kuning.

2. Menyusui

Bayi yang disusui ibunya menggunakan ASI terkadang kurang cocok sehingga menyebabkan kuning pada bayi baru lahir, namun begitu ibu harus tetap menyusui karena manfaat ASI eksklusif lebih utama dibandingkan dengan resiko atau bahaya akibat penyakit kuning yang dialaminya. Toh, dalam waktu beberapa minggu kondisi ini akan membaik dengan sendirinnya. Breastmilk jaundice adalah istilah yang digunakan dalam kondisi in, kenapa ASI bisa menjadi penyebab bayi kuning masih belum jelas diketahui. Ada beberapa teori yang salah satunya menyebutkan bahwa dalam ASI terdapat zat-zat tertentu yang mengurangi kemampuan hati dalam memproses bilirubin.

3. Darah yang Tidak Cocok

Penyebab warna kuning pada tubuh bayi bisa disebabkan oleh ketidak cocokan antara darah sang ibu dengan darah sang anak. Ketidakcocokan darah antara bayi dan ibu adalah pemicu adanya pembentukan bilirubin yang berlebih oleh aliran darah atau terganggunya pengeluaran bilirubin melalui BAB. Misalnya saja ibu memiliki darah B atau A sedangkan si anak memiliki sel darah O.  Ibu memiliki rhesus positif sedangkan si anak memiliki rhesus negatif. Ketidakcocokan itu bisa menimbulkan penyakit kuning pada bayi.

4. Infeksi

Adanya infeksi di dalam tubuh bisa menyebabkan bayi setelah lahir bisa terkena penumpukan bilirubin. Penumpukan bilirubin bisa menyebabkan bahaya bayi kuning ketika dilahirkan.

5. Asupan Enzim G6PD Yang Kurang

Bayi yang kekurangan enzim G6PD atau glukosa 6 phospate dehidrogenase. Enzim ini terdapat pada aliran darah merah yang berfungsi untuk mencegah kerusakan sel-sel darah merah di dalam tubuh. Hal inilah mengapa gizi ibu hamil harus dicukupi selama kehamilan berlangsung

Bayi yang berisiko terkena penyakit kuning antara lain bayi yang dilahirkan prematur (lahir sebelum 37 minggu), bayi yang dilahirkan dalam kondisi memar dan bayi yang kesulitan mengonsumsi ASI.

Kadar bilirubin yang terlalu tinggi pada darah si Kecil bisa menembus ke otak dan menjadi racun bagi sel-sel otak. Kondisi ini dinamakan bilirubin ensefalopati akut. Berikut adalah gejala-gejala yang mungkin muncul:

  • Demam.
  • Muntah.
  • Kemampuan mengisapnya buruk.
  • Lesu.
  • Sulit bangun tidur.
  • Leher dan tubuh melengkung ke belakang
  • Kulitnya makin kuning.
  • Sering rewel dan gelisah.

Jika bayi Anda menampakkan tanda-tanda di atas, segera hubungi dokter agar si Kecil mendapat penanganan dini dan terhindar dari kerusakan permanen pada otak atau kernicterus.



Selain penanganan medis dengan fototerapi, Anda juga bisa mencegah kenaikan bilirubin dengan cara memberinya asupan yang cukup. Asupan tersebut bisa membantu bayi mengeluarkan bilirubin pada tubuhnya. Anda bisa menyusuinya dengan ASI sebanyak 8 hingga 12 kali tiap 24 jam. Atau jika Anda memberikan susu formula, pastikan Anda memberikannya sesuai waktu yang ditentukan. Biasanya susu formula diberikan sekitar 6 hingga 10 botol tiap 24 jam.

Anda juga harus lebih ekstra memerhatikannya. Cek kondisi bagian putih bola mata atau kulitnya dua kali sehari untuk melihat apakah sudah kembali normal atau bertambah parah.

Hindari mengatasi bayi kuning dengan cara menjemurnya di matahari. Penanganan terbaik hanya bisa didapat di rumah sakit. Jika tiga hari setelah dilahirkan kulitnya lebih kuning, segera hubungi dokter.

Jumat, 18 November 2016

Tanda-Tanda Terdapat Banyak Racun Dalam Tubuh Anda


Setiap orang bisa saja terkena racun baik yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh, tapi terkadang hal ini tidak disadari oleh masyarakat. Tidak sakit belum tentu sehat. Anda mungkin merasa baik-baik saja, tidak demam, pilek, dan masih bisa bekerja. Tapi, di saat yang bersamaan, Anda juga merasa kurang bergairah dan cepat merasa lelah.

Hati-hati, lesu dan lelah walau tidak sakit bisa berarti tubuh Anda menumpuk banyak racun. Jika terus dibiarkan, dapat membahayakan organ-organ penting tubuh terutama ginjal yang memang berfungsi menyaring racun dalam tubuh.

Racun adalah suatu zat kimia yang bisa terjadi secara alami atau hasil sintetis dari lingkungan. Terdapat dua jenis racun yang bisa merusak tubuh yaitu endotoksin dan eksotoksin.

Endotoksin adalah racun yang diproduksi di dalam tubuh ketika makanan di pecah di dalam usus besar dan melalui proses metabolisme di dalam sel.

Sedangkan eksotoksin adalah racun yang berasal dari luar tubuh bisa berupa bahan kimia atau mikroba, racun ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan, air atau udara yang tercemar.

Secara alami tubuh sudah dirancang untuk memproses dan menghilangkan racun. Organ yang berperan dalam hal memproses racun adalah ginjal, hati, usus, kulit dan paru-paru. Racun di dalam tubuh ini akan dikeluarkan melalui urin, feses, keringat dan pernapasan.

Namun terkadang proses tersebut tidak berjalan mulus sehingg racun yang masuk ke dalam tubuh cenderung menumpuk. Efek racun yang ada di tubuh dapat bervariasi sesuai dengan tingkat racun yang ada.

Inilah tanda-tanda adanya racun di dalam tubuh kita :

1. Lelah berkepanjangan

Sekalipun tidur Anda cukup, tapi sepanjang hari Anda tetap mengantuk. Ini bisa saja terjadi, karena tubuh Anda bekerja keras mengeluarkan racun yang masuk ke tubuh.Jawaban dari rasa mengantuk berkepanjangan ini bukan kopi atau makanan manis, karena keduanya justru membuat masalah semakin buruk. Rasa mengantuk dan lelah juga bisa terjadi, karena respon tubuh terhadap hormon pengganggu yang menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda.

2. Gangguan Pada sistem pencernaan.

Seseorang yang memiliki kadar racun yang banyak dalam tubuhnya, akan merasa terganggu pada pencernaannya menunjukkan gejala seperti sembelit, wasir, nyeri di daerah perut serta gangguan pencernaan.

3. Bau mulut

Walaupun anda berulang kali menyikat gigi, mengunyah permen karet, membilas mulut, dan makan permen pelega tenggorokan, namun bau tak sedap tak juga menyingkir dari mulut Anda, berarti di dalam tubuh anda sedang banyak mengandung racun. Bau mulut sering berhubungan dengan masalah pencernaan, tetapi dapat juga  berarti bahwa hati atau liver Anda sedang berjuang untuk menyingkirkan racun. Sampai Anda bisa mengatasi masalah itu dari sumbernya, Anda dan sekeliling Anda akan terus terganggu dengan bau mulut.

4. Menyebabkan peradangan

Racun yang masuk ke dalam tubuh akan dianggap sebagai benda asing sehingga dapat memicu berbagai macam peradangan. Jika seseorang sudah memiliki penyakit seperti asma, jantung atau arthritis, maka racun tersebut akan memperparah kondisinya.

5. Nyeri otot

Jika Anda tidak melakukan aktivitas fisik yang lebih dari biasanya, maka sakit otot mungkin terjadi karena racun masuk jauh ke dalam otot dan persendian  Anda. Nyeri otot karena racun biasanya terjadi secara berulang dan terus-menerus.

6. Reaksi Kulit

Jerawat, ruam, dan masalah kulit lainnya mungkin menandakan tubuh Anda sudah kelebihan racun. Jerawat, khususnya, dapat berhubungan dengan racun dalam makanan atau produk perawatan kulit. Mata bengkak dan eksim atau psoriasis juga bisa menjadi tanda bahwa kandungan racun sudah melewati ambang batas yang dapat ditoleransi oleh tubuh Anda.

7. Ketidakseimbangan kadar hormon

Beberapa racun ada yang bertindak seperti hormon perempuan estrogen ketika masuk ke dalam tubuh, hal ini akan menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada perempuan yang mengarah pada gejala endometriosis dan sindrom premenstruasi. Sedangkan pada laki-laki racun yang masuk dapat menurunkan jumlah sperma.

Untuk mencegah bertumpuknya racun di dalam tubuh yang bisa menyebabkan beberapa masalah, maka diperlukan detoksifikasi bahan kimia dari dalam tubuh.

ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk detoksifikasi, yaitu:


  • Mengonsumsi air yang cukup. Karena air bisa membersihkan sistem tubuh dan menghilangkan racun melalui keringat atau urin serta membuat seseorang tetap terhidrasi.
  • Mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung serat sehingga membantu proses pencernaan dan pengeluaran racun dari dalam tubuh.
  • Berlatih meditasi atau yoga sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Menghindari konsumsi alkohol, merokok serta minuman berkafein, karena bisa meningkatkan kadar racun di dalam tubuh.
  • Menambahkan bumbu seperti ketumbar, jinten, kunyit dan biji adas dalam makanan, karena rempah-rempah ini dipercaya bisa berfungsi sebagai agen detoksifikasi dan membersihkan tubuh.


Demikianlah ulasan saya tentang tanda-tanda terdapatnya banyak racun dalam tubuh kita, jika kondisi dan stamina makin menurun segeralah periksa kesehatan anda ke dokter terdekat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sabtu, 05 November 2016

Pengertian Anemia, Penyebab, dan Gejala Penyakit Anemia




Pengertian penyakit Anemia adalah suatu penyakit kekurangan darah dimana jumlah sel darah merah (Hemoglobin) lebih sedikit atau lebih rendah dibawah normal.

sedangkan pengertian dari Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika seseorang kekurangan sel darah merah, atau hemoglobin yang normal, maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup, akibatnya tumbullah gejala anemia.

Sebagian besar penderita anemia di Indonesia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Zat besi adalah salah satu unsur gizi yang merupakan komponen pembentuk Hemoglobin atau sel darah merah.  Gejala anemia seperti lemah dan lesu terjadi karena organ-organ tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik, yaitu oksigen.

Dalam masyarakat kita anemia dikenal dengan istilah kurang darah. Kurang darah (anemia) ini berbeda dengan darah rendah. Darah rendah merupakan rendahnya tekanan darah , sedangkan anemia adalah kurangnya sel darah merah atau hemoglobin seperti telah disebutkan di atas. Hal ini sengaja saya perjelas disini karena saya masih sering menemukan pasien yang salah dalam mengartikan Anemia (kurang darah).

Adapun  bermacam macam Penyebab Anemia sesuai dengan jenis anemianya dan terdapat lebih dari 400 jenis anemia, yang secara garis besar dibagi menjadi tiga kelompok:

1. Anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah
Sel darah merah dapat hilang ketika seseorang mengeluarkan darah atau berdarah oleh sebab apapun seperti kecelakaan, terluka, dsb. Namun perdarahan dapat terjadi perlahan-lahan selama jangka waktu yang panjang, dan adakalanya tidak terdeteksi.

2. Penyebab Anemia karena Kurangnya Produksi Sel Darah Merah
Anemia bisa terjadi karena kurangnya kuantitas dan kualitas sel darah merah, yakni kurangnya produksi sel darah merah atau terganggunya pembentukan hemoglobin. Selain itu dapat pula terbentuk sel darah merah dan hemoglobin yang tidak bagus sehingga fungsinya tidak optimal.

3. Penyebab Anemia Karena Rusaknya Sel Darah Merah
Ketika sel-sel darah merah rapuh dan tidak dapat menahan stres rutin dari sistem peredaran darah, maka dapat pecah secara prematur, sehingga menyebabkan anemia hemolitik. Anemia hemolitik dapat hadir pada saat lahir atau berkembang kemudian. Kadang-kadang tidak diketahui penyebabnya.

Seseorang yang mengalami anemia bisanya memiliki ciri-ciri sering terlihat sangat pucat dan mungkin juga mengalami gejala anemia yang lain, seperti Kelelahan, Lemah dan cepat capek, Mudah mengantuk, Sakit Kepala, Tangan dan kaki dingin, dan mudah Pingsan, Pusing, terutama ketika orang tersebut berdiri, dan Sesak napas, terutama pada saat beraktivitas, Detak jantung cepat atau jantung berdebar, terutama pada saat beraktivitas.dan yang terakhir adlah Nyeri dada Penurunan konsentrasi dan daya ingat.

Jika Kamu mengalami beberapa gejala anemia seperti diatas sebaiknya periksakan diri ke dokter, agar diperiksa lebih lanjut apakah benar kamu mengalami anemia atau penyakit lain yang memiliki gejala yang mirip.

Atau ketika Kamu merasa sehat tanpa gejala anemia, namun saat akan donor darah, biasanya kan diperiksa dulu kadar hemoglobin nya, eh ternyata Hb (Hemoglobin) rendah maka kamu tidak boleh donor dan dianjurkan berobat ke dokter.

Demikianlah informasi tentang Pengertian Anemia, Penyebab, dan Gejala Penyakit Anemia, Semoga bisa membantu kamu mencegah terkena penyakit Anemia dan bisa menjaga kesehatan dengan baik. Terima kasih..