Tampilkan postingan dengan label petir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label petir. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 Desember 2016
Manfaat Petir Bagi Kehidupan Manusia
Ketika Tuhan menciptakan Makhluk hidup, bumi beserta isinya dan alam semesta, tentunya setiap zat, benda dan makhluknya itu tidaklah diciptakan semata-mata hanya sebagai pelengkap, namun tentunya beserta segala manfaat dan kegunaannya. Jadi dengan kata lain, bahwa semua ciptaan tuhan pasti ada manfaatnya, baik itu bisa diketahui secara langsung maupun yang belum diketahui dan masih menjadi misteri.
Seperti halnya petir, biasanya orang-orang menganggap bahwa petir hanyalah suatu peristiwa alam yang hanya membuat manusia ketakutan. Petir dianggap berbahaya karena memiliki muatan listrik yang cukup besar juga memiliki daya hancur yang luar biasa. selain itu, sambaran petir bisa mengakibatkan kerusakan di permukaan bumi.
Petir terjadi melalui suatu proses elektrifikasi di awan, muatan listrik statis terbentuk karena adanya gesekan antara udara panas dengan awan yang membawa partikel-partikel bermuatan dari sumber air laut maupun daerah industri. Proses charging ini terus menerus terjadi di awan selama masih ada beda tekanan udara, yang mengakibatkan udara panas terus bergerak menerabas awan.
Sehingga sampailah, muatan listrik statis yang terbentuk di awan ini menjadi sangat banyak dalam orde Mega Coloumb. Hal ini menjadikan kuat medan listrik menjadi sangat tinggi. Jika kuat isolasi udara sudah tidak lagi mampu menahan medan listrik yang tinggi ini, maka akan akan mengalirlah muatan listrik dari awan menuju bumi, dan terjadilah petir. Petir dianggap berbahaya karena memiliki daya hancur yang luar biasa, tetapi ternyata selain membuat kerusakan di permukaan bumi
Berikut ini adalah beberapa manfaat petir bagi kehidupan manusia yang masih jarang diketahui :
1. Petir Dapat Memproduksi Ozon (O3)
Kita tentu tahu bahwa bumi diselimuti oleh lapisan ozon. Lapisan ozon adalah sekumpulan udara di atmosfer yang melindungi bumi dari radiasi sinar matahari yang berbahaya bagi kehidupan di bumi seperti sinar ultraviolet (UV) sehingga sinar UV yang sampai di bumi dalam jumlah yang tidak berbahaya.
Hubunganya petir dengan lapisan ozon adalah bahwa lapisan ozon berperan membentuk lapisan ozon. Lapisan ozon merupakan senyawan O3. Petir berperan meicu terjadinya reaksi kimia dari O2 atau oksigen menjadi O3. Sederhanya tiga senyawa O2 akan pecah menjadi enam senyawa O dan akhirnya terbentu 2 senyawa O3. Proses tersebut tidak akan terjadi tanpa bantuan dari petir.
2. Petir Bermanfaat Untuk Menjaga Kesuburan Tanah
Manfaat lain petir adalah bagi kesuburan tanah. Saat petir menyambar tidak hanya terjadi pembentukan lapisan ozon saja, tapi banyak terjadi reaksi-reaksi kimia lain antara udara dengan air hujan yang sedang turun. Misalnya nitrogen dengan air sehingga saat air sampai dibumi menjadikan tanah lebih subur karena mendapat pasokan nitrogen lebih banyak berupa unsur Hara. Proses yang terjadi di alam raya ini ibarat sebuah pabrik pupuk urea yang menghasilkan pupuk urea berkadar Nitrogen tinggi.
Sebagaimana diketahui, bahwa para petani menggunakan pupuk urea untuk membantu proses penyuburan tanah. Sebagai tambahan informasi, Pupuk urea yang diproduksi oleh Pabrik Pupuk Sriwijaya (PUSRI) jenis pupuk tunggal berkadar Nitrogen 46%. Hal ini menunjukkan bahwa, Nitrogen merupakan unsur yang penting dalam proses menyuburkan tanah. Dan gas Nitrogen N2 ini tersedia melimpah di udara dengan kandungan hingga 72% dari udara.
3. Petir Bermanfaat Untuk Membunuh Kuman dan Bakteri
Kita tahu kan bahwa udara disekitar kita ini banyak mengandung kuman maupun bakteri. Jadi salah satu manfaat petir adalah pada sambaran petir yang merupakan aliran muatan listrik yang akan memanaskan udara disekitarnya, sehingga kuman dan bakteri mati. Oleh karena itu, saat terjadi hujan disertai dengan kilat dan petir yang menggelar, juga sedang terjadi proses pembersihan udara dari kandungan kuman dan bakteri yang melayang, disebabkan oleh plasma petir yang sangat tinggi.
Setelah hujan reda, petir sudah selesai, maka udara akan terasa nyaman. Mari kita rasakan dengan seksama, karena apa yang terjadi di sekitar kita termasuk hujan dan petir, pasti ada manfaat yang besar, dibalik ancaman yang sangat menakkutkan.
4. Petir Bermanfaat Untuk Sumber Energi Listrik
Manfaat petir untuk listrik sudah mulai ditemukan titik terang oleh ilmuwan Brasil. Kerja awal ini dipelopori oleh Fernando Galembeck dan tim nya. Sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Fernando Galembeck, di laboratorium mengatakan mereka menemukan proses dengan mensimulasikan reaksi uap air dengan partikel debu yang biasanya reaksi kimia yang terjadi di atmosfer bumi.
Sekelompok ahli kimia dari Universitas Campinas di Brazil mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah mengadakan penelitian dan mengklaim bahwa mereka telah mengetahui bagaimana listrik terbentuk dan dilepaskan di atmosfer dengan hasil sambaran petir dengan tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat sambaran petir untuk listrik.
Itulah penjelasan beberapa manfaat petir bagi kehidupan manusia, Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda dan seluruh pembaca sekalian, Terima Kasih..
Label:
awan,
bakteri,
elektrifikasi,
kesuburan tanah,
kuman,
lapisan ozon,
mega coloumb,
muatan listrik,
permukaan bumi,
petir,
udara panas
Jumat, 04 November 2016
Bagaimana Terjadinya Petir Ketika Turun Hujan ?
Tentunya Anda mengetahui apa itu Petir yang terjadi ketika turun hujan, namun masih banyak yang orang-orang termasuk Saya dan Anda maupun seluruh pembaca mungkin belum mengetahui bagaimana proses terjadinya Petir ketika turun hujan.
Nah, kali ini mari kita bersama-sama menyimak pembahasan mengenai proses terjadinya petir..
Petir atau disebut kilat atau juga bisa disebut halilintar merupakan fenomena alam yang umumnya terjadi pada saat musim penghujan, yang diawali dengan kilatan cahaya. Sesaat kemudian akan terdengar suara menggemuruh yang disebut dengan guntur atau gluduk dalam bahasa Jawa. Kenapa terlihat cahaya dulu, baru kemudian terdengar suara? Ini terjadi karena adanya perbedaan waktu kemunculan yang diakibatkan adanya selisih antara kecepatan suara dengan kecepatan cahaya. kecepatan cahaya lebih cepat daripada kecepatan rambat bunyi di udara. Oleh karena itu, saat kita melihat petir atau kilat setelahnya kita baru mendengar gemuruhnya petir.
Untuk pemahaman yang lebih mudah tentang terjadinya petir, kita memakai analogi sebuah kapasitor besar, yang dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral. Seperti yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy storage. Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan positif.
Pada proses terjadinya petir, awan di angkasa ada yang bermuatan negatif dan ada yang bermuatan positif. Sedangkan pada permukaan bumi bermuatan netral. Karena ada perbedaan potensian antara bumi dan awan maka akan terjadi petir. Karena awan bergerak terus dengan bantuan angin, awan yang bermuatan positif akan mengumpul dengan awan muatan positif lainnya. Muatan positif di awan bisa berada di bagian atas atau bagian bawah awan. Begitu sebaliknya jika muatan positf posisinya berada si atas, maka muatan negative berada di bagian bawah awan.
Pada saat terjadi beda potensial yang tinggi antara awan dengan bumi, maka awan akan melepaskan muatan negatifnya agar terjadi kesetimbangan muatan. Electron atau muatan positif yang mengalir ke kumi itulah yang sebut dengan petir. Proses loncatan elekron tersebut melalui media udara. Suara petir berasal dari loncatan elekron yang menembus batas isolasi udara. Loncatan electron yang berupa bunga api tersebut sangat besar dan sangat panas. Pada saat bunga api itu melewati udara, udara tersebut akan memuai. Pemuaian yang secara tiba-tiba atau dalam waktu yang singkat itulah yang menyebabkan suara petir.
Pada saat ion bebas yang memiliki muatan negatif dan muatan positif berkumpul di awan. Awan yang bergerak oleh tiupan angin akan bergesakan dengan awan yang lainnya dan terjadinya ionisasi karena titik-titik air yang berubah menjadi gas karena mengalami penguapan atau bisa juga sebaliknya. Kita bisa lihat awan yang bergerak ada kumpulan awan yang besar dan kumpulan awan yang kecil. Pada saat mereka bergerak dan bertemu akan terjadi beda potensial yang tinggi. Pada saat terjadi beda potensial yang sangat tinggi inilah electron akan terlepas ke permukaan bumi untuk menyeimbangkan muatan sehingga terjadilah petir. Kesetimbangan jumlah muatan jika muatan negetif di awan dan muatan positf di bumi sama.
Kesimpulan proses terjadinya petir adalah karena beda potensial yang tinggi pada awan yang memiliki kelebihan muatan negatif pada lapisan bawah permukaan awan akan di buang ke bumi untuk menyeimbangkan muatannya. Sedangkan di bumi terdapat muatan positif. Nah pada pembuangan elektron itulah terjadinya petir.
Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt.
Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam.
Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara gemuruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.
Demikianlah pembahasan mengenai proses terjadinya Petir ketika turun hujan, Semoga Anda dan seluruh pembaca dapat memahami ulasan di atas dan bisa menambah pengetahuan, Terima Kasih..
Label:
electron,
fenomena alam,
guntur,
isolasi udara,
kecepatan cahaya,
kecepatan suara,
kilat,
menggerumuh,
petir
Langganan:
Postingan (Atom)

