Sabtu, 29 Oktober 2016

Mengapa Bintang Itu Dapat Bercahaya Dan Berkelip Dengan Sendirinya?




Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Coba tataplah langit disaat matahari sudah tidak ada lagi disinggasananya. Tataplah disaat langit begitu cerah.  Maka kita akan melihat bulan dan bintang-bintang yang bertaburan seolah permata yang berserakan. Bintang-bintang tersebut berkerlap-kelip seolah mengedipkan mata dengan membisikkan kedamaian kepada kita. Selain itu juga berbagai warna yang dipancarkan membuat kita bertanya, siapakah yang menuangan warna pada bintang tersebut? itulah keagungan Sang Pencipta yang menjaga apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi tanpa lelah.

Ada terdapat berjuta-juta bintang di angkasa. Bintang terbuat dari bola-bola gas bersuhu tinggi yang bercahaya, yang terdiri dari benda masif(bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) sehingga terjadi pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir. Oleh karena itulah bintang dapat bersinar atau bercahaya karena sinarnya sendiri. Berbeda denga bulan yang mendapatkan cahaya karena pantulan dari sinar matahari. Bintang juga terkadang tampak berkelap-kelip. Hal tersebut disebabkan adanya udara yang membengkokkan sinar bintang, sehingga kelihatan kelap-kelip.

Para astronom berpendapat bahwa alam semesta ini mempunyai banyak gugusan bintang atau sering disebut dengan galaksi. Galaksi merupakan kumpulan bintang, planet, dan awan gas (nebula). Bintang yang sudah tua biasanya mati dan kemudian meledak. Ledakan  itu dapat menyebabkan awan gas di galaksi yang tenang menjadi bergerak cepat berputar-putar seperti cakram dan menjadi terpusat ditengah cakram. Gas tersebut berkumpul menjadi gumpalan gas raksasa. Didalam gumpalan gas raksasa, gas terus bergerak dan bertabrakan dan tekanan serta  suhu gas menjadi amat panas sehingga mengeluarkan energi yang tinggi berupa cahaya. Saat gumpalan gas menjadi bercahaya inilah, para astronom menamainya “BINTANG”.

Bintang tercipta di dalam awan molekul, dimana molekul tersebut adalah sebuah daerah medium antarbintang yang luas dengan kerapatan yang tinggi (walaupun masih kurang rapat jika dibandingkan dengan sebuah vacuum chamber yang ada di Bumi). Pada umumnya awan ini terdiri dari hidrogen dengan sekitar 23–28% helium dan beberapa persen elemen berat. Komposisi elemen dalam awan ini tidak banyak berubah sejak peristiwa nukleosintesis Big Bang pada saat awal alam semesta.

Dan pada saat kita melihat bintang mungkin kita pernah melihat bintang itu berwarna-warni ada yang berwarna merah, kuning, biru, dan putih. Mungkin pernah terbersit dihati kita sebuah tanda tanya, Mengapa demikian? Sebenarnya warna bintang tersebut sama seperti besi yang dipanaskan. Apabila besi dipanaskan akan berubah menjadi warna merah, kemudian putih, dan apabila besi dipanaskan sangat panas sekali maka akan berwarna biru.

Di langit, bintang-bintang selain Matahari sebenarnya bertebaran juga pada siang hari. Namun, karena sangat jauh dari Bumi, mereka tidak tampak karena cahayanya terkalahkan oleh cahaya Matahari.

Penampakan bintang tidak lepas dari sinar Matahari dan pengaruh atmosfer Bumi kita ini. Pada siang hari, molekul-molekul gas seperti nitrogen, oksigen, argon, dan uap air menyebabkan cahaya Matahari yang terdiri dari berbagai variasi panjang gelombang terserap sampai ke Bumi. Cahaya yang terserap ini akan teradiasikan sehingga menghasilkan spektrum warna.

Maka dari proses tersebut bintang dapat menghasilkan berbagai jenis warna disebabkan karena temperatur bintang itu sendiri yag berbeda. Semakin panas bintang maka warnanya akan semakin biru sama seperti api. Api ada yang berwarna biru, putih, dan merah. Api yang berwarna merah tidak terlalu panas sehingga apabila digunakan untuk memasak maka akan lama masakan tersebut matang. Tetapi jika kita memasak dengan api biru maka masakan akan cepat matang.

Lalu bagaimana dengan bintang yang berkerlip? Bintang yang kita lihat dilangit sering berkerlap-kelip. Bintang berkelap-kelip karena cahayanya harus melalui kantung atmosfer Bumi dalam suhu dan kepadatan beragam. Pada waktu tertentu, bintang konsisten berganti posisi.

Hal itu seperti melihat koin menari di dasar kolam. Para astronom mencoba mengatasi 'kerlipan’ ini menggunakan optik adaptif, berupa cermin kecil yang secara konsisten menyesuaikan diri untuk menghalau gangguan atmosfer.

Mereka juga menggunakan teleskop ruang angkasa untuk melakukan pengamatan. Teleskop yang mengorbit Bumi di atas atmosfer dapat menghindari masalah yang disebabkan turbulensi.

Di sisi lain, planet umumnya tak bersinar. Planet-planet di tata surya kita lebih dekat ke Bumi daripada bintang-bintang yang kita lihat. Jadi planet sedikit lebih besar dalam bidang visi kita.

Menurut para astronom, karena planet terlihat lebih besar, maka cahaya yang mencerminkannya menjadi kurang bergeser. Namun, planet bisa tampak berkerlip ketika atmosfer mengalami gejolak luar biasa.Bintang berkelap-kelip karena cahayanya harus melalui kantung atmosfer Bumi dalam suhu dan kepadatan beragam. Pada waktu tertentu, bintang konsisten berganti posisi.

Nah, dengan informasi artikel ini yang bertopik "Mengapa Bintang Itu Dapat Bercahaya Dan Berkelip Dengan Sendirinya?",  semoga Anda dan seluruh pembaca blog ini dapat menambah pengetahuan tentang benda-benda di luar angkasa.

3 komentar:

  1. agen365 menyediakan game : sbobet, ibcbet, casino, togel dll
    ayo segera bergabung bersama kami di agen365*com
    pin bbm :2B389877

    BalasHapus
  2. AJOQQ menyediakan 8 permainan yang terdiri dari :
    Poker,Domino99 ,BandarQ,BandarPoker,Capsa,AduQ,Sakong,Bandar66 ( NEW GAME )
    Ayo segera bergabung bersama kami di AJOQQ :)
    Bonus : Rollingan 0.3% dan Referral 20% :)

    BalasHapus
  3. Begadang? Boleh saja tapi begadang yang bermanfaat
    Mari daftar dan begadang bersama kami di www*dot*updatebetting*dot*co

    BalasHapus