Tampilkan postingan dengan label alergi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alergi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2016

Bahaya Konsumsi Buah Nangka Secara Berlebihan


Buah nangka memiliki beberapa kandungan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sehingga buah nangka diyakini baik dalam menjaga kesehatan. Buah satu ini sangat multifungi, selain bisa dikonsumsi saat buahnya matang juga bisa dimasak sebagai sayur saat buahnya masih muda.

Tidak hanya itu, beberapa masyarakat juga banyak yang mengkonsimsi buah nangka sebagai camilan yaitu dengan merebus atau menggorengnya. Selain mengeluarkan wangi yang khas, konsumsi buah nangka ini juga memberi manfaat kesehatan, diantaranya sebagai sumber kalori yang berasal dari kandungan gula sederhana dalam buang nangka seperti fruktosa dan glukosa, mengandung berbagai vitamin (A, B, dan C) dan mineral (magnesium, fosfor, kalium, kalsium, dan seng) yang baik untuk kesehatan, kaya akan serat, sebagai anti-oksidan, membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Sedangkan biji buah nangka memiliki manfaat mengatasi ganguan pencernaan, menyehatkan rambut, tinggi protein, mencegah kerusakan rambut, melawan keriput, mendapatkan kulit mulus, dan lain-lain.

Namun, Di balik mengandung kandungan yang baik bagi kesehatan ini,ternyata nangka juga mengandung kandungan yang berbahaya bagi kesehatan.Kandungan yang berbahaya yang ada di dalam nangka ini merupakan jenis kandungan yang tidak boleh di konsumsi oleh beberapa jenis macam penyakit.Efek samping bahaya mengkonsumsi nangka ini telah di rasakan oleh bebrapa orang yang membuktikan bahwa nangka ini tidak di sarankan untuk beberapa penyakit di antaranya adalah :

1. Penderita Maag Kronis

Maag kronis merupakan salah satu jenis penyakit yang bias di akibatkan dan dapat menyerang bagain lambung.Menunda nundanya jam makan ini merupakan salah satu jenis penyebab dari maag kronis.Jika di biarkan terusmenerus tanpa di obati penyakit lama ke lamaan akan semakin berbahaya dan lama ke lamaan akan semakin tambah parah.Banyak jenis makanan pantangan yang harus di jauhi oleh para penderita maag ini.Salah satu jenismakanan yang di larang bagi para penderita maag kronis ini adalah buah nangka.Efek samping bahaya mengkonsumsi nangka bagi para penderita maag kronis ini memang telah terbukti dapat membuat penyakit ini kambuh kembali.Hal ini merupakan salah satu hal yang membuat alasan mengapa para penderita maag kronis ini di larang untuk mengkonsumsi buah nangka.

2. Penderita Alergi

Dalam beberpa kasus, buah nangka dapat menyebabkan alergi. Oleh karena itu, jika Anda memang orang yang alergi dalam mengkonsumsi buah nangka sebaiknya hindari.

3. Dapat Meningkatkan Koagulasi Pada Orang Yang Menderita Kelainan Darah

Koagulasi merupakan proses penggumpalan cairan atau larutan secara keseluruhan ataupun sebagian sehingga membentuk gumpalan-gumpalan baik lunak maupun keras seperti gel. Contohnya adalah menggumpalnya darah saat akan mengalir ke luar tubuh. Oleh karena itu jika Anda penderita gangguan darah lebih baik hindari mengkonsumsi buah nangka karena akan memperburuk kondisi Anda

4. Penderita Bejolan Di Leher

Benjolan di leher merupakan salah satu kondisi di mana terjadinya atau adanya pertumbuhan benjolan yang menyerang bagian leher yang mungkin bisa terjadi dan bisa menjadi salah satu faktor penyebab kelenjar getah bening.Jika di biarkan secara terusmenerus lama ke lamaan penyakit ini akan semakin berbahaya dan bahkan akan menyebabakan adanya kematian.

5. Membuat perut menjadi kembung dan bergas

Jika Anda mengkonsumsi buah nangka berlebihan maka akan menimbulkan gangguan pada perut seperti kembung, diare dan rasa ingin buang gas terus-menerus.

6. Ibu Hamil

Efek samping bahaya mengkonsumsi nangka ini juga sangat di larang bagi para ibu hamil.Hal ini di sarankan karen kehamilan merupakan salah satu hal yang selalu di jaga.Makanan yang di konsumsi oleh ibu hamil ini merupakan jenis makanan yang harus selalu di perhatikan karena kandungan gizi yang di konsumsi ini harus merupakan jenis kandungan yang baik bagi kesehatan janin pula.

7. Dapat menyebabkan feses menjadi tidak normal

Jika Anda mengkonsumsi buah nangka secara berlebihan, kandungan seratnya yang tinggi dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan kondisi feses tidak normal.

Itulah beberapa pantangan yang harus di hindari seseorang jika mengkonsumsi buah nangka secara berlebihan yang bisa berakibat bahaya bagi kesehatan, Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda dan seluruh pembaca, Terima kasih..

Jumat, 16 Desember 2016

Penyebab Munculnya Ketombe Pada Kulit Kepala Anda


Mungkin hampir setiap orang pernah mengalami yang namanya ketombe, bahkan masalah yang satu ini tak kunjung hilang hingga saat ini. Berbagai cara mungkin telah diupayakan, namun tidak juga berhasil. Salah satu penyebab kegegalan adalah karena ketidaktahuan kita mengenai penyebab ketombe itu sendiri.

Ya,maka dari itu dengan mengetahui penyebab ketombe yang kita alami, maka akan memudahkan kita dalam mengatasinya karena kita tahu faktor-faktor apa saja yang menyebabkannya sehingga kita dapat mengatasi dengan tuntas dan mencegahnya agar tak muncul kembali di kemudian hari.

Bila anda melihat atau menemukan serpihan kuning atau kilauan putih di bahu atau di rambut Anda, itu adalah tanda-tanda ketombe. Ketombe sebenarnya merupakan sel-sel kulit mati kepala anda yang rontok. Bila Anda memiliki ketombe, kulit kepala Anda mungkin terlihat bersisik atau merah dan terasa gatal.. Ketombe akan terlihat lebih jelas ketika Anda mengenakan atasan berwarna gelap.

Ketombe tidak berarti Anda memiliki rambut kotor, tetapi cara Anda menata rambut atau produk-produk yang Anda gunakan dapat menyebabkan kulit kepala terkelupas. Beberapa pewarna rambut dan produk styling dapat meninggalkan residu, serpihan kering atau memicu reaksi kulit yang terlihat seperti ketombe. Jika Anda memiliki ketombe, jika tidak rajin mencuci rambut Anda akan membuat ketombe Anda lebih parah karena sel-sel kulit mati menumpuk. Anda mungkin ingin mencoba produk rambut yang berbeda untuk mengurangi ketombe Anda.

Ketombe bisa muncul pada anggota tubuh lain seperti dahi, alis, bulu mata, atau telinga. Kulit yang mengelupas di dada Anda atau dimana pun Anda memiliki rambut, bisa menjadi tanda ketombe, yang merupakan bentuk ringan dari dermatitis seboroik. Jika kulit Anda terasa berminyak dan atau terlihat menjadi kemerahan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda, karena ini juga bisa menjadi pertanda timbulnya ketombe.

Ketombe jarang sekali berakibat pada kondisi yang lebih serius pada kesehatan Anda, tapi rambut berketombe bisa sangat mengganggu.

Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan munculnya ketombe pada kulit kepala anda yaitu :

1. Kulit kering

Kulit yang kering adalah penyebab yang paling umum terhadap munculnya ketombe. Biasanya Anda bisa melihat gejala dan tanda-tanda kulit kering pada bagian lain selain kulit kepala, misalnya pada tangan dan juga kaki.

2. Mengalami kepanasan pada kulit kepala

Kulit kepala yang mengalami kepanasan dapat memicu timbulnya ketombe, ini dapat disebabkan rambut terlalu lama kepanasan dibawah terik matahari, penggunaan hair dryer yang keseringan setiap setelah mandi dan juga dapat disebabkan oleh penggunaan penutup kepala dalam keadaan rambut yang masih basah.
Maka, jika hendak menggunakan penutup kepala seperti kerudung, topi, helm tunggulah sampai rambut anda kering dengan sendirinya untuk mencegah pertumbuhan ketombe.

3. Iritasi dan dermatitis seboroik atau kulit berminyak.

Kondisi ini juga sering menyebabkan munculnya ketombe. Gejala yang muncul biasanya kulit berminyak berwarna merah dengan serpihan kulit putih atau sisik berwarna kekuningan. Dermatitis seboroik bisa memengaruhi daerah tubuh lain yang kaya akan kelenjar minyak, misalnya alis mata, hidung, tulang dada, dan ketiak.

4. Faktor makanan

Faktor makanan pun dapat menyebabkan timbulnya masalah si putih ini, ini dikarenakan jika kekurangan mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat besi dan vitamin B dapat beresiko mengalami masalah si putih.

5. Sisa busa shampo

Jika anda sedang melakukan keramas, bersihkanlah sisa shampo sampai benar-benar bersih dan tidak tersisa. Hal ini dikarenakan, sisa shampo yang masih menempel pada kulit kepala dan menyebabkan munculnya ketombe.

6. Stres

Seseorang yang sering mengalami stres tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan seseorang, tetapi juga sangat rentan memiliki masalah ketombe. Hal ini dkarenakan adanya perubahan hormon di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan perubahan pada kondisi kulit kepala anda.

7. Jarang atau terlalu sering keramas

Kondisi ini merupakan kondisi yang umum terjadi pada seseorang yang memiliki masalah dengan ketombe, penggunaan shampo terlalu sering dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering, sehingga sangat mudah untuk tumbuhnya ketombe pada kulit kepala kita. Terlebih jika jarang berkeramas, kulit kepala akan mengalami penumpukan kotoran yang dapat dijadikan sebagai sarangnya ketombe. Lakukanlah keramas secara rutin 2 hari sekali, gunakan merk shampo yang sesuai dengan jenis kulit kepala dan rambut anda sendiri.

8. Eksema

Ini adalah peradangan kronis yang terjadi pada kulit. Eksema dapat membuat kulit kepala terasa gatal dan juga memunculkan serpihan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak, tapi semua orang bisa mengalaminya.

9. Psoriasis

Ini adalah kondisi di mana sel kulit mati yang kering dan kasar menumpuk sehingga menyebabkan kulit bersisik. Psoriasis terjadi ketika sistem kekebalan memicu banyak sel kulit untuk tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk kulit kepala. Orang yang menderita psoriasis cenderung mengalami rambut berketombe.

10. Penggunaan produk yang salah

Piihlah jenis produk perawatan rambut seperti shampo, kondisioner, vitamin rambut atau jenis produk lainnya yang sesuai dengan jenis kulit kepala anda sendiri. Hal ini dikarenakan, jika salah dalam memilih jenis produk perawatan rambut dapat menyebabkan masalah ketombe lebih parah lagi.

Selain beberapa penyebab di atas, ketombe juga bisa disebabkan oleh alergi terhadap produk perawatan rambut atau pewarna rambut tertentu. Salah satu bahan yang cenderung menyebabkan ketombe adalah paraphenylenediamine.

Nah, itulah sedikit pembahasan dari saya mengenai penyebab ketombe. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk anda dan selamat mencoba.


Senin, 21 November 2016

Mengenal Mimisan, Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya



Hampir semua dari kita pernah mengalami mimisan. Kondisi ini cenderung menakutkan dan menyebabkan kepanikan, khususnya jika terjadi pada anak-anak. Perlu diketahui bahwa mimisan atau epistaksis merupakan kondisi yang umum terjadi dan biasanya tidak mengancam jiwa.

Mimisan adalah pendarahan yang terjadi dari hidung. Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang mengalaminya hanya selama beberapa detik dan ada yang lebih dari lima menit. Mimisan juga dapat terjadi saat sedang tidur.

Mimisan terjadi pada saat Ketika kecil dikarenakan perubahan suhu yang drastis biasanya membuat kita sering mimisan dan dianggap sebagai kondisi yang normal. Namun jika sampai beranjak dewasa Anda tetap sering mimisan, para ahli menyarankan agar Anda tidak menyepelekannya.

Biasanya mimisan akan terjadi selama beberapa menit saja atau malahan hanya beberapa detik. Ketika hidung mengalami mimisan, akan sangat terasa tidak nyaman dan aneh pada bagian hidung, karena darah segar akan keluar, namun anda tidak merasakan sakit ataupun perih pada bagian hidung anda.

Pada dasarnya mimisan bukanlah merupakan suatu gejala penyakit kronis ataupun gejala penyakit yang serius, terutama ketika terjadi dalam jangka waktu yang normal. Anda tidak perlu panic ketika mengalami mimisan, dan hal yang paling penting adalah tetap merasa tenang.

Mungkin timbul di dalam benak dan pikiran anda, bagaimana mimisan dapat terjadi. Sebenarnya sederhana saja, mimisan, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, hingga lanjut usia dapat terjadi karena satu hal, yaitu terjadinya pecah pembuluh darah pada bagian dalam hidung.

Secara garis besar mimisan sendiri memiliki 2 jenis utama. Kedua jenis utama dari gejala mimisan ini sendiri terbagi atas dasar lokasi dari pendarahan pada hidung. Berikut ini adalah kedua jenis mimisan :


  • Mimisan Anterior

Mimisan anterior merupakan salah satu jenis mimisan yang paling sering terjadi pada tubuh secara umum. Kira – kira 90% kasus mimisan merupakan mimisan yang berjenis anterior. Mimisan anterior merupakan mimisan yang terjadi karena pendarahan pada bagian depan hidung.


  • Mimisan Posterior

Mimisan posterior merupakan jenis mimisan yang jarang terjadi dan memiliki kondisi yang lebih serius dibandingkan dengan mimisan Anterior. Biasanya pendarahan yang muncul lebih banyak daripada mimisan anterior. Mimisan Posterior terjadi karena pendarahan yang berasal dari pembuluh darah yang berada pada bagian belakang hidung, di antara langit–langit mulut dan rongga hidung.

Ketika Anda mengalami gejala mimisan, mungkin anda bertanya – Tanya, mengapa saya bisa mengalami gejala mimisan seperti ini? Apa sih penyebabknya? Sebenarnya penyebab terjadinya gejala mimisan sangatlah banyak dan beragam. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya mimisan :

1. membuang ingus terlalu keras

Ketika anda sedang flu dan tidak enak badan, biasanya tubuh akan merespon dengan bersin dan mengeluarkan ingus. Ingus yang muncul di hidung wajib dikeluarkan, namun terkadang beberapa orang membuang ingus terlalu keras, sehingga dapat menimbulkan mimisan.

2. Alergi

Salah satu faktor penyebab mimisan yang dialami oleh seseorang karena bentuk reaksi alergi terhadap sesuatu sehingga dapat menyebabkan pembuluh kapiler menjadi terbuka dan pada akhirnya dapat mengeluarkan darah dari lubang hidung.

3. Terlalu dalam mengorek hidung

Kebiasaan mengorek hidung atau yang biasa dikenal dengan istilah mengupil sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun demikian perlu diperhatikan, karena kegiatan ini dapat berbahaya bagi hidung anda, dan berpotensi menimbulkan gejala mimisan apabila terlalu dalam mengorek hidung anda terutama ketka anda tidak sengaja melukai bagian dalam hidung.

4. Cuaca panas
Pada saat cuaca panas, maka kelembaban menjadi berkurang dan pada akhirnya area hidung mengering. Area hidung yang mengering dapat memicu terjadinya mimisan, hal ini karena akan terjadi iritasi pada area hidung tersebut dan pada akhirnya pendarahan keluar.

5. Penggunaan jenis obat-obatan
Mimisan juga dapat terjadi karena efek atau pengaruh dari penggunaan obat – obatan tertentu. jenis obat–obatan ini dapat membuat pendarahan pada bagian hidung karena kandungan kimianya yaitu Aspirin, Antikoagulan, dan Inhaler yang digunakan secara berlebihan.

6. Tekanan darah naik
Penderita tekanan darah tinggi dapat memicu terjadinya mimisan. Yang paling sering terjadi adalah bagi wanita atau ibu-ibu yang sedang hamil. Pada hal ini sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut sehingga tidak mengganggu kehamilan atau membuat cemas.

7. Muncul tumor pada rongga hidung
Tumor merupakan suatu pertumbuhan benjolan yang tidak normal, yang dalam hal ini muncul dan tumbuh pada bagian rongga hidung. Ketika tumor menjadi semakin membesar, maka tumor tersebut dapat menyebabkan beberapa hal, antara lain adalah Menutup saluran pernapasan dan Menekan pembuluh darah hingga pecah.

8. Flu
Flu berat dapat membuat seseorang untuk sering memaksa mengeluarkan ingus dari hidung. Ketika flu menyerang dan sebaiknya membuang ingus jangan terlalu keras. Hal ini untuk mengatasi terjadinya mimisan.

9. Adanya suatu kelainan pada sistem pembekuan darah
Beberapa orang memiliki kondisi yang berbeda dari kondisi orang normal pada umumnya. Apabila pada umumnya luka yang dialami oleh seseorang dapat kering dan sembuh dalam waktu singkat, maka penderita hemophilia (kelainan dalam sistem pembekuan darah) akan sulit dalam melakukan proses tersebut. Salah satu gejala utama dari hemophilia adalah terjadinya pendarahan pada bagian–bagian tubuh, salah satunya adalah pada bagian hidung (mimisan).

10. Penderita sinus
Penyebab mimisan juga terjadi untuk penderita sinus dan pada situasi tertentu. Ketika mengalami mimisan, darah akan berwarna gelap dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap, maka alangkah baiknya untuk mengkonsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Mungkin ini dapat mengindikasikan terjadinya infeksi atau tumor.

Pada umumnya, mimisan adalah kondisi yang dapat ditangani sendiri di rumah. Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan jika Anda atau anak Anda mengalami mimisan :

  • Duduk tegak dan jangan berbaring. Posisi duduk akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung sehingga dapat menghentikan pendarahan. Sedangkan berbaring justru akan menambah tekanan.
  • Condongkan tubuh ke depan sehingga darah keluar lewat hidung dan tidak masuk ke tenggorokan.
  • Keluarkan dan buang darah yang mengalir ke mulut. Menelan darah dapat memicu keinginan untuk muntah.
  • Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memencet hidung selama sekitar 10 menit. Langkah ini akan memberi tekanan pada sumber pendarahan sehingga menghentikan darah. Jangan lupa untuk bernapas lewat mulut.
  • Letakkan kompres dingin pada pangkal hidung untuk memperlambat pendarahan.

Setelah mimisan berhenti, usahakan agar Anda tidak membuang ingus, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat selama setidaknya 12 jam. Langkah ini juga dapat mencegah terjadinya iritasi pada hidung.

Jika mimisan tidak kunjung berhenti setelah 25 menit, Anda sebaiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Penentuan jenis penanganan ini tergantung kepada penyebab mimisan.

Orang yang diduga mengalami mimisan karena penyakit tertentu, misalnya hemofilia, akan dianjurkan untuk menjalani tes darah guna memastikan diagnosis. Sedangkan jika sinusitis menjadi penyebab mimisan, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasinya. Begitu juga dengan mimisan yang disebabkan oleh penggunaan obat tertentu. Jenis serta dosis obat tersebut perlu ditinjau ulang.

Prosedur operasi juga dapat menjadi pilihan jika dibutuhkan. Misalnya membakar pembuluh darah yang sobek menggunakan nitrat. Begitu juga jika memiliki dinding pembatas lubang hidung yang bengkok karena faktor keturunan atau cedera. Anda akan membutuhkan prosedur operasi untuk meluruskannya.

Bekas luka pada pembuluh darah sehabis mimisan biasanya dapat membentuk koreng dan membuat hidung terasa tidak nyaman. Tetapi jangan mengorek koreng tersebut karena hal ini dapat kembali memicu mimisan.

Hidung juga umumnya akan lebih rentan terkena iritasi atau infeksi setelah mimisan. Karena itu, menjauhlah sebisa mungkin dari pengidap flu atau pilek. Menghindari rokok, minuman keras, serta minuman panas juga dapat membantu.

Selain untuk menghindari kembalinya mimisan, ada beberapa langkah sederhana yang mungkin berguna dalam pencegahan kondisi ini.


  • Berhati-hatilah saat mengorek hidung, jangan terlalu dalam.
  • Jangan membuang ingus terlalu kencang.
  • Kurangi merokok. Rokok dapat mengurangi kelembapan hidung dan meningkatkan risiko iritasi hidung.
  • Gunakan obat pelega hidung sesuai dengan dosis pada kemasan atau anjuran dokter.
  • Diskusikan dengan dokter jika Anda pernah mimisan dan harus menggunakan obat antikoagulan.


Demikianlah ulasan saya tentang Mengenal Mimisan, Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya, semoga bisa menambah wawasan anda dan bermanfaat ya..




Rabu, 26 Oktober 2016

Pentingnya Memberikan Imunisasi Untuk Balita (Bayi Lima Tahun)


Imunisasi adalah program pencegahan penyakit menular yang diterapkan oleh pemerintah dengan memberikan vaksin sehingga orang tersebut imun atau resisten terhadap penyakit tersebut. Umumnya program imunisasi dianjurkan untuk diberikan kepada bayi sampai umur lima tahun atau lebih.

Program imunisasi dimulai sejak usia bayi hingga masuk usia sekolah. Melalui program ini, anak akan diberikan vaksin yang berisi jenis bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dinonaktifkan guna merangsang sistem imun dan membentuk antibodi di dalam tubuh mereka. Antibodi yang terbentuk setelah imunisasi bermanfaat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus tersebut di masa yang akan datang.

Metode pemberian vaksin dalam imunisasi dilakukan dengan berbagai macam cara, ada yang dengan cara disuntikkan, dimasukkan (ditetesi) ke dalam mulut, atau bahkan ada yang dengan cara di semprotkan ke dalam mulut/melalui hidung. Program imunisasi biasanya hanya diberikan sekali seumur hidup pada masa bayi hingga umur lima tahun atau lebih secara bertahap agar kekebalan tubuh terbentuk dengan sempurna.

Bayi baru lahir memang sudah memiliki antibodi dari ibunya yang diterima saat masih di dalam kandungan, namun kekebalan ini hanya bertahan sampai beberapa minggu atau bulan saja. Setelah itu, bayi akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit dan perlu mulai memproduksi antibodi sendiri. Dengan imunisasi, sistem kekebalan tubuh anak akan siap untuk menghadapi serangan penyakit tertentu di masa depan, seperti cacar, campak, polio, tetanus, dan gondongan, sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan.

Namun efek samping dari imunisasi itu sendiri juga ada, akan tetapi efek samping tersebut masih tergolong ringan, misalnya seorang anak/bayi bisa merasakan Nyeri atau bekas berwarna kemerahan di bagian tubuh yang di suntik.,selain itu juga bisa merasakan deman, mual, dan bahkan kepala sang anak/bayi bisa merasakan sedikit pusing.

Ada beberapa jenis-jenis vaksin yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam program imunisasi, di antaranya adalah :

1. Hepatitis B 


Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati.
Waktu pemberian: Dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 bulan, lalu saat 3 - 6 bulan.
Catatan khusus: Jarak antara pemberian pertama dengan kedua minimal 4 minggu.

2. Campak 


Manfaat: Melindungi anak dari penyakit campak yang disebabkan virus.
Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak kedua diberikan pada saat anak SD kelas 1 (6 tahun).
Catatan khusus: Jika belum mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan, anak bisa diberikan vaksin kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (MMR atau Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan.

3. BCG (Bacille Calmette-Guérin)


Manfaat: Mencegah penyakit tuberkulosis atau TB (bukan lagi disingkat TBC), yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang.
Waktu pemberian: Sejak bayi lahir.
Catatan khusus: Bila mama ketinggalan dan umur si bayi sudah lebih dari 3 bulan, harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.Uji ini untuk mengetahui apakah di dalam tubuh anak sudah terdapat bakteri penyebab TB atau tidak. BCG baru bisa diberikan, bila uji tuberkulin negatif.

4. Polio


Manfaat: Melindungi tubuh terhadap virus polio, yang menyebabkan kelumpuhan.
Waktu pemberian: Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya, vaksin ini diberikan tiga kali, yakni saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan.
Catatan khusus: Pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

5. DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis)


Manfaat: Mencegah tiga jenis penyakit, yaitu difteri (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang lama).
Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Pemberian selanjutnya pada usia 4 dan 6 bulan.
Catatan khusus: Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Pada usia 12 tahun, vaksin ini diberikan lagi, biasanya di sekolah.

Jadi dengan di beri imunisasi, sebetulnya adalah memacu sistem tubuh bayi untuk memproduksi kekebalan tubuhnya, sehingga, ketika suatu saat nanti bayi benar-benar terserang oleh kuman atau bakteri, tubuh bayi sudah memiliki antibodi untuk melawannya. Jika ada tanda-tanda yang berlebihan atau efek samping yang mendadak menjadi semakin parah seperti kejang atau reaksi alergi terhadp kulit seorang bayi/anak, maka segeralah kunjungi dokter anak atau dokter imunisasi terdekat.

Demikianlah informasi pengetahuan tentang pentingnya imunisasi untuk seorang anak atau balita. Untuk itu bagi seorang ibu yang belum membawa anaknya berimunisasi. segeralah mendaftarkan diri dan membawa anak anda ke Puskesmas terdekat di lingkungan sekitarnya.