Tampilkan postingan dengan label genetik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label genetik. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2016

Penyebab Penyakit Asma


Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Menderita penyakit asma pastilah sangat mengganggu oleh karena itu penting diketahui faktor apa saja yang menjadi penyebab asma. Penyakit asma dapat dialami oleh siapa saja di semua golongan usia, baik anak-anak sampai orang tua maupun laki-laki atau perempuan. Penyakit asma pada umumnya berlangsung lama (kronis) dan sering kambuh.

Sehingga penderita asma tentunya akan mengalami gangguan aktifitas dan rasa yang menyiksa terutama ketika serangan asma terjadi. Asma dapat dialami seseorang sejak kecil, hal ini biasanya ditimbulkan karena faktor genetik/keturunan. Tetapi ada pula asma yang timbul ketika seseorang sudah dewasa, maka dalam kasus ini faktor lingkungan biasanya lebih dominan sebagai pemicunya.

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.




Faktor penyebab penyakit asma penting diketahui agar Anda dapat mencegah supaya tidak menderita penyakit asma atau dapat menghindari terjadinya serangan asma berulang bagi Anda yang memang mempunyai riwayat penyakit asma. Memang ada faktor yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Faktor yang tidak dapat diubah yaitu faktor genetik. Namun dengan mengendalikan faktor lainnya maka faktor genetik ini nantinya dapat ditekan sehingga menjadi tidak dominan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab asma yaitu sebagai berikut:

1. Faktor keturunan

Dalam setiap penyakit, terutama jenis penyakit kronis tidak menular biasanya faktor keturunan atau genetik memiliki andil untuk menyebabkan suatu penyakit, termasuk asma. Tetapi besarnya andil untuk menjadi penyebab asma tentunya berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain, tergantung besarnya kekuatan genetik yang diturunkan dari generasi sebelumnya. Jadi jika orang tua atau kakek nenek Anda mempunyai riwayat penyakit asma, maka Anda mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menderita asma daripada orang yang tidak ada riwayat penyakit asma sama sekali di keluarganya. Faktor genetik ini biasanya berpengaruh terhadap reaksi autoimun tubuh, di mana pada penderita asma memiliki saluran pernafasan yang sangat sensitif terhadap lingkungan atau paparan zat-zat tertentu.

2. Faktor Kondisi Saluran Pernapasan

Seperti sudah diketahui sebelumnya, asma terjadi ketika saluran pernapasan seseorang mengalami iritasi, sehingga menyempit dan menyebabkan kesulitan untuk bernapas, atau biasa disebut sesak napas. Ada beberapa orang yang memiliki kondisi saluran pernapasan yang sangat sensitif, sehingga mudah terjadi iritasi pada saluran pernapasannya. Hal ini menyebabkan mereka akan lebih mudah terserang asma, karena kondisi saluran nafasnya yang mudah teriritasi.

3. Infeksi Pada Paru-Paru

Terjadinya infeksi pada paru-paru juga dapat menjadi penyebab asma. Hal ini biasanya terjadi karena efek sekunder akibat proses infeksi di paru-paru. Yang paling sering berkaitan dengan asma yaitu terjadinya radang di daerah bronkhus, atau yang sering disebut sebagai bronkhitis. Jadi walaupun asma tidak menular, Anda perlu waspada untuk menghindari penularan penyakit infeksi pada area sekitar paru-paru karena dapat berisiko menimbulkan efek sekunder berupa penyempitan saluran pernafasan atau asma.

4. Lingkungan

Lingkungan merupakan salah satu faktor penyebab penyakit asma. Jika memiliki penyakit ini dan sering berada di lingkungan berdebu, kotor dan kurang nyaman maka penyakit asma lebih mudah terpicu sehingga bagi anda yang mengidap penyakit ini seharusnya lebih memperhatikan lingkungan disekitar anda. Misalnya saja, anak-anak yang memiliki penyakit ini, usahakan untuk tidak bermain hewan-hewan seperti kucing, atau hewan lain yang memiliki bulu-bulu halus. Jauhkan juga dari boneka-boneka yang memiliki bulu halus seperti hewan yang saya sebutkan tadi.

5. Faktor Makanan

Beberapa makanan dapat menimbulkan reaksi alergi terhadap pernafasan sehingga memicu timbulnya asma. Makanan pencetus alergi ini tentunya dapat berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Makanan yang sering menimbulkan alergi dan menyebabkan asma antara lain yaitu seafood, telur, kacang tanah, coklat, susu sapi, susu kedelai, makanan yang mengandung bahan pengawet, dan sebagainya. Jika Anda mempunyai riwayat penyakit asma maka sebaiknya kenali jenis makanan apa saja yang dapat menjadi penyebab asma pada diri Anda.

6. Stress

Stress sudah terbukti dapat berpengaruh secara negatif dengan kondisi kesehatan seseorang. Orang- orang dengan tingkat stress yang tinggi, bahkan merasa depresi akan mengalami beberapa ganggua – gangguan kesehatan yang, salah satunya adalah mengalami penyebab asma dan sesak nafas ini.

7. Rokok

Rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit, termasuk asma. Kandungan asap rokok terutama nikotin jika masuk ke saluran pernafasan selain merusak paru-paru juga dapat mengiritasi saluran pernafasan. Baik perokok aktif maupun perokok pasif, keduanya sama-sama untuk berisiko terkena asma.

8. Olahraga yang berlebihan

Olahraga memang sangat baik bagi kesehatan tubuh, namun olahraga yang berlebihan sangat tidak disarankan. Terutama bagi orang yang memiliki bakat sebagai penderita asma. Olahraga berlebihan akan sangat mengganggu kemampuan pernapasan, sehingga gejala asma dan sesak napas akan timbul dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami penyakit asma, maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Selain mendapatkan pengobatan, biasanya dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari faktor pencerus dari asma yang Anda alami.

Dengan mengetahui faktor pencetus tersebut maka penderita asma dapat mencegah terjadinya serangan berulang. Untuk mencegah penyakit asma maka jagalah kebersihan lingkungan agar terhindar dari paparan debu dan udara kotor di lingkungan rumah Anda. Hindari kebiasaan merokok dan menjauhlah dari orang yang sedang merokok karena perokok pasif juga tidak kalah bahayanya dengan perokok aktif.




Bagi Anda yang sering melakukan aktifitas di luar rumah, sebaiknya gunakanlah masker terutama ketika berada atau melewati tempat-tempat dengan udara yang kurang baik agar terhindar dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik, maupun debu yang beterbangan.  Jika asma yang Anda alami diakibatkan karena alergi maka kenali faktor alergen apa saja yang dapat memicu kekambuhan, baik itu karena makanan, zat kimia, hewan maupun tumbuhan tertentu. Setelah mengetahui faktor alergennya maka hindari kontaminasi faktor-faktor tersebut.

Anda sebaiknya melakukan olahraga secara teratur dan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang agar mempunyai daya tahan tubuh yang baik. Dengan ketahanan tubuh yang baik maka akan meminimalkan timbulnya reaksi alergi dalam tubuh Anda. Selain itu yang tak kalah penting adalah menghindari stres, sebab ketika seseorang mengalami stres atau dalam keadaan depresi maka akan menjadi lebih rentan menderita penyakit asma.

Itulah artikel yang saya buat tentang "Penyebab Penyakit Asma " semoga artikel ini bisa membantu dalam menjaga kondisi kesehatan dan menjadi pedoman tips bagi anda dan seluruh pembaca, Terima Kasih..

Selasa, 13 Desember 2016

Penyebab Alergi kulit


Alergi merupakan salah satu bentuk reaksi tubuh pada zat yang menurutnya tidak cocok dan mengganggu kondisi atau keadaan tubuh seseorang.

Alergi kulit merupakan suatu indikasi bahwa kulit anda mengalami iritasi. Biasanya ditandai dengan gatal-gatal, memerah, dan timbul bintik-bintik. Beberapa orang yang sudah dalam kondisi alergi parah sampai muncul kantung cairan berisi nanah. Di dunia kedokteran lebih terkenal dengan istilah vesikel.

Banyak di antara kita yang mengalami alergi namun tidak sadar akan hal itu, terlebih mengenai penyebab alergi apalagi pengobatannya. Padahal dengan mengenali ciri-ciri alergi dan mengetahui apa yang menyebabkannya akan memudahkan kita dalam mengatasi alergi dengan tuntas.

Alergi merupakan penyakit atau kondisi medis yang tidak menular. Seseorang akan memiliki kecenderungan untuk mengalami alergi apabila memiliki riwayat genetik (faktor keturunan) dan faktor lingkungan. Kedua faktor tersebut tidak dapat dipisahkan, karena alergi terjadi karena interaksi antara kedua faktor tersebut yaitu ketika tubuh yang mempunyai genetik sensitif mengalami kontak dengan zat alergen (penyebab alergi).

Sebenarnya hanya ada tiga hal yang paling berpengaruh pada kondisi seseorang yang terkena alergi kulit. Tiga hal tersebut adalah bahan makanan, obat-obatan, dan kosmetik (terutama wewangian).

Namun, secara meluas penyebab alergi kulit itu bisa juga di akibatkan beberapa faktor yaitu :

1. Keturunan Genetis

penyakit maupun kelainan adalah hal yang paling bisa diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Dalam kasus alergi ini, anak bukan memiliki gangguan alergi sejak lahir. Namun ia ‘berbakat’ atau ‘sangat rentan’ untuk alergi suatu hal tertentu yang sifatnya mirip atau sama dengan orang tua.

2. Debu

Penyebab alergi kulit juga dapat disebabkan oleh debu,Bagi kulit yang sensitif maka akan sangat rentan sekali alergi terhadap debu.

3. Logam Nikel

Penyebab alergi kulit juga dapat disebebkan oleh perubahan logam nikel. Seseorang yang mengenakan kalung atau gelang perhiasan dari logam nikel, apabila mengalami gatal-gatal dan kulit merah pada leher atau pergelangan tangan, itu menandakan orang tersebut alergi terhadap nikel.

4. Aroma Parfum

Aroma parfum tertentu yang mengandung zat balsam peru (Myroxylon pereirae) mampu memicu adanya alergi. Bahan ini ada pada getah potoh. Menurut penelitian yang dilaksanakan di klinik Mayo, dari 1500 pasien, allergen getah pohon paling berpengaruh ini menduduki posisi nomor 3.

Biasanya ditandai dengan ruam yang memerah. Terjadinya hal ini menjadi indikasi bahwa kulit mengalami infeksi. Sebaiknya penggunaan parfum tersebut dihentikan sebelum semakin parah.

5. Kandungan Zat Tertentu Pada Antibiotik

Antibiotik yang dimaksud dapat berupa salep ataupun krim yang digunakan tanpa petunjuk dokter seperti contoh pada obat tropical yang digunakan pada pertolongan pertama pada kecelakaan seringkali menimbulkan masalah baru yaitu munculnya alergi pada kulit, terutama yang disebabkan oleh zat Neomycin Sulfate. Jadi jika kulit anda sensitif, maka tidak disarankan menggunakan krim tersebut.

6. Makanan Laut/ Seafood

Seafood memang sangat enak, namun ada beberapa orang yang tidak bisa mengkonsumsinya karena dapat menimbulkan alergi, biasanya orang yang alergi terhadap seafood tidak dapat mentolelir bau amis dan garam yang terdapat didalamnya. Letakan saja seafood seperti udang diatas kulit, orang yang punya alergi maka kulitnya akan segera merespon dengan munculnya rasa gatal dan bintik bintik merah.

7. Bahan Antiseptic

Kandungan antiseptic juga memicu terjadinya alergi pada kulit. Zat tersebut dikenal dengan nama thimerosal. Salah satu senyawa merkuri yang banyak digunakan sebagai pengawet baik pada antiseptic dan vaksin.

8. Pengawet Cat dan Kertas

Selain pengawet pada makanan, zat yang digunakan untuk mengawetkan kertas dan cat juga berpotensi meningkatkan resiko alergi. Hal ini disebabkan adanya kandungan formaldehida, salah satu zat kimia yang sifatnya keras. Bahkan ketika anda secara tidak sengaja terkena cairan pada kulit, langsung bereaksi gatal-gatal sampai memerah. Zat ini banyak ditemukan pada obat-obatan, pembersih rumah tangga serta beberapa produk yang menggunakan bahan dasar kain.

9. Logam pada Pewarna Rambut

Banyak wanita yang gemar berganti cat pada rambutnya sangat rentan terkena alergi kulit. Sebab kandungan logam yang ada dalam pigmen mengandung Cobalt chloride. Zat inilah yang menyebabkan kulit anda mudah teriritasi.

10. Pengawet Pada Shampoo

Selain produk kosmetik, adanya pengawet pada shampoo juga beresiko meningkatkan alergi. Hal ini disebabkan adanya zat Quaternium 15 dalam bentuk pengawet agar produk tersebut tahan lama dan tidak rusak nutrisinya dalam kemasan. Bukan hanya pada shampoo, namun pada pengawet cat kuku, tabir surya, serta beberapa produk lilin dan cat juga menggunakanya.

Demikianlah beberapa penyebab alergi kulit, oleh sebab itu sangat disarankan untuk selalu menggunakan sabun Lifebuoy yang akan menjaga kulit kita dari berbagai kuman penyebab alergi. Selain itu perlu adanya upaya dari kita seperti menjauhi semua faktor pemicu alergi, dengan demikian alergi kulit dapat diatasi dengan tindakan preventif yang kita lakukan.



Minggu, 06 November 2016

Perlunya Mengetahui Penyebab Mata Minus atau Rabun Jauh




Mata minus atau rabun jauh, yang secara medis  dikenal dengan istilah myopia adalah gangguan penglihatan yang membuat penderitanya tidak bisa melihat dengan baik obyek benda yang jauh, namun masih baik untuk melihat obyek yang dekat seperti membaca. Masalah penglihatan yang buruk ini lebih umum dialami oleh orang dewasa yang lebih muda.

Kemampuan fokus mata bisa mulai menurun pada masa kecil, dan terus menurun hingga masa remaja. Namun biasanya kondisi akan stabil pada awal usia 20-an, dan setelah itu kebanyakan orang merasa  tidak perlu sering lagi untuk mengubah resep kacamata atau lensa kontak resep bahkan tidak sama sekali. Miopia lebih banyak mempengaruhi orang-orang Cina, Jepang, dan Asia Tenggara.

Mata minus ini dikarenakan oleh lensa mata yang bentuknya tidak memungkinkan untuk bisa fokus pada objek yang jauh. Kornea adalah lapisan khusus pada permukaan mata yang lentur dan melakukan lebih banyak pekerjaan karena cahaya yang memasuki mata. Cahaya harus benar-benar membelok sehingga menciptakan gambar yang tajam.

Ketika sinar cahaya paralel melewati kornea, maka kornea harus cukup mencembung dan fokus pada retina (membran yang sensitif terhadap cahaya yang melapisi bagian belakang mata). Lensa bertugas untuk menyesuaikan fokus yang baik. Pada kasus miopia, baik kornea yang terlalu membentuk cembung atau terlalu lama untuk kembali akan membuat cahaya bertemu di depan retina, dan pada saat mencapai retina gambar menjadi buram.

Rabun jauh sebagian besar disebabkan oleh masalah genetik dan bukanlah bentuk suatu penyakit.  Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa, orang yang banyak melakukan banyak pekerjaan yang mengharuskan lebih banyak fokus pada obyek yang sama  mungkin lebih cenderung mengembangkan rabun jauh – hal ini misalnya terlalu sering dan lama menatap monitor komputer maupun gadget, atau terlalu sering membaca dalam waktu lama. Penyebab lain yang mungkin bisa mempengaruhi adalah, kurang nutrisi yang dibutuhkan oleh mata, sering membaca di tempat yang kurang cahaya, dan sering membaca sambil tidur.

Gejala rabun jauh dapat terjadi pada siapa saja dan dari segala umur. Tetapi kondisi ini umumnya mulai dirasakan oleh pengidapnya pada masa kanak-kanak hingga usia sekolah.

Berikut ini adalah gejala-gejala rabun jauh yang muncul secara umum:


  • Pandangan kabur saat melihat objek yang jauh sehingga sering menyipitkan mata, misalnya kesulitan melihat huruf di papan tulis.
  • Sakit kepala karena mata bekerja secara berlebihan.
  • Frekuensi mengedipkan mata yang berlebihan
  • Sering menggosok mata.
  • Terlihat tidak menyadari keberadaan objek yang jauh.

Gejala tersebut perlahan-lahan akan makin parah seiring bertambahnya usia dan perkembangan mata. Misalnya pada lansia, penurunan kemampuan mata biasanya berhubungan dengan terbentuknya katarak pada lensa mata.
Jika Anda atau anak Anda mengalami penurunan daya penglihatan secara signifikan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, periksakan kondisi mata Anda atau anak Anda ke dokter ahli mata.

Tingkat Keparahan Rabun Jauh

Rabun jauh terbagi dalam tiga kategori, yaitu rabun jauh ringan, menengah, dan berat. Pengelompokan ini ditentukan berdasarkan dioptri (D) yang dimiliki oleh pasien. Dioptri adalah unit pengukuran yang digunakan ahli medis dalam mengukur seberapa parah tingkat rabun jauh seseorang.
Penderita rabun jauh yang ringan umumnya hanya membutuhkan kacamata untuk melakukan aktivitas tertentu, misalnya saat belajar, mengemudi, atau menonton televisi. Jika berukuran -0.5D hingga -3D, rabun jauh tergolong ringan.

Jika mengidap rabun jauh tingkat menengah atau dioptri -3D hingga -6D, Anda dianjurkan untuk selalu memakai kacamata atau lensa kontak. Sementara pada rabun jauh yang parah, yaitu lebih dari -6D, pengidap hanya dapat melihat objek dengan jelas jika memegangnya sangat dekat dengan mata dan tanpa memakai kacamata.

Penyebab dan Faktor Pemicu Rabun Jauh

Pada kondisi normal, kornea atau lensa mata memiliki bentuk dan permukaan yang mulus sehingga bias cahaya yang masuk bisa terpusat pada retina. Tetapi lain halnya dengan pengidap rabuh jauh.
Kerusakan refraktif pada mata adalah penyebab utama rabun jauh. Kondisi ini terjadi jika cahaya yang masuk ke mata justru terfokus di depan retina dan bukan tepat pada retina. Inilah yang menyebabkan pandangan menjadi kabur.

Penyebab di balik kerusakan tersebut belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga kondisi ini dapat dipicu oleh dua faktor utama, yaitu keturunan dan pengaruh lingkungan.

Anak-anak dengan orang tua yang mengidap rabun jauh memiliki risiko sekitar 30 persen lebih tinggi untuk mengidap kondisi yang sama. Pengaruh dari lingkungan juga berperan penting, misalnya terlalu sering membaca, menonton televisi, atau menggunakan komputer.

Rabun jauh umumnya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata oleh ahli kacamata atau dokter spesialis mata. Dalam proses ini, ahli kacamata akan meminta Anda untuk membaca tiap huruf atau angka dengan ukuran berbeda-beda pada tabel dari jarak tertentu. Jika dibutuhkan, ahli kacamata bisa merujuk Anda ke dokter mata untuk menjalani retinoskopi untuk melihat reaksi retina terhadap cahaya.
Pengidap rabun jauh disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin agar perkembangan kondisinya bisa dipantau. Frekuensi pemeriksaan yang baik adalah setidaknya sekali tiap dua tahun.

Frekuensi pemeriksaan yang lebih sering terkadang dibutuhkan untuk mendeteksi kondisi mata. Misalnya, menderita diabetes, berusia di atas 40 tahun, menderita glaukoma atau memiliki anggota keluarga dengan glaukoma.

Inilah penjelasan Saya mengenai penyebab mata menjadi minus atau rabun jauh, Semoga dapat bermanfaat bagi Anda dan seluruh pembaca ya..Terima kasih..