Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2016

Penyebab Penyakit Asma


Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Menderita penyakit asma pastilah sangat mengganggu oleh karena itu penting diketahui faktor apa saja yang menjadi penyebab asma. Penyakit asma dapat dialami oleh siapa saja di semua golongan usia, baik anak-anak sampai orang tua maupun laki-laki atau perempuan. Penyakit asma pada umumnya berlangsung lama (kronis) dan sering kambuh.

Sehingga penderita asma tentunya akan mengalami gangguan aktifitas dan rasa yang menyiksa terutama ketika serangan asma terjadi. Asma dapat dialami seseorang sejak kecil, hal ini biasanya ditimbulkan karena faktor genetik/keturunan. Tetapi ada pula asma yang timbul ketika seseorang sudah dewasa, maka dalam kasus ini faktor lingkungan biasanya lebih dominan sebagai pemicunya.

Laporan riset kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 memperkirakan jumlah pasien asma di Indonesia mencapai 4.5 persen dari total jumlah penduduk. Provinsi Sulawesi Tengah menduduki peringkat penderita asma terbanyak sebanyak 7.8 persen dari total penduduk di daerah tersebut.

Menurut data yang dikeluarkan WHO pada bulan Mei tahun 2014, angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dilakukan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di urutan ke-19 di dunia perihal kematian akibat asma.




Faktor penyebab penyakit asma penting diketahui agar Anda dapat mencegah supaya tidak menderita penyakit asma atau dapat menghindari terjadinya serangan asma berulang bagi Anda yang memang mempunyai riwayat penyakit asma. Memang ada faktor yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Faktor yang tidak dapat diubah yaitu faktor genetik. Namun dengan mengendalikan faktor lainnya maka faktor genetik ini nantinya dapat ditekan sehingga menjadi tidak dominan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab asma yaitu sebagai berikut:

1. Faktor keturunan

Dalam setiap penyakit, terutama jenis penyakit kronis tidak menular biasanya faktor keturunan atau genetik memiliki andil untuk menyebabkan suatu penyakit, termasuk asma. Tetapi besarnya andil untuk menjadi penyebab asma tentunya berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain, tergantung besarnya kekuatan genetik yang diturunkan dari generasi sebelumnya. Jadi jika orang tua atau kakek nenek Anda mempunyai riwayat penyakit asma, maka Anda mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menderita asma daripada orang yang tidak ada riwayat penyakit asma sama sekali di keluarganya. Faktor genetik ini biasanya berpengaruh terhadap reaksi autoimun tubuh, di mana pada penderita asma memiliki saluran pernafasan yang sangat sensitif terhadap lingkungan atau paparan zat-zat tertentu.

2. Faktor Kondisi Saluran Pernapasan

Seperti sudah diketahui sebelumnya, asma terjadi ketika saluran pernapasan seseorang mengalami iritasi, sehingga menyempit dan menyebabkan kesulitan untuk bernapas, atau biasa disebut sesak napas. Ada beberapa orang yang memiliki kondisi saluran pernapasan yang sangat sensitif, sehingga mudah terjadi iritasi pada saluran pernapasannya. Hal ini menyebabkan mereka akan lebih mudah terserang asma, karena kondisi saluran nafasnya yang mudah teriritasi.

3. Infeksi Pada Paru-Paru

Terjadinya infeksi pada paru-paru juga dapat menjadi penyebab asma. Hal ini biasanya terjadi karena efek sekunder akibat proses infeksi di paru-paru. Yang paling sering berkaitan dengan asma yaitu terjadinya radang di daerah bronkhus, atau yang sering disebut sebagai bronkhitis. Jadi walaupun asma tidak menular, Anda perlu waspada untuk menghindari penularan penyakit infeksi pada area sekitar paru-paru karena dapat berisiko menimbulkan efek sekunder berupa penyempitan saluran pernafasan atau asma.

4. Lingkungan

Lingkungan merupakan salah satu faktor penyebab penyakit asma. Jika memiliki penyakit ini dan sering berada di lingkungan berdebu, kotor dan kurang nyaman maka penyakit asma lebih mudah terpicu sehingga bagi anda yang mengidap penyakit ini seharusnya lebih memperhatikan lingkungan disekitar anda. Misalnya saja, anak-anak yang memiliki penyakit ini, usahakan untuk tidak bermain hewan-hewan seperti kucing, atau hewan lain yang memiliki bulu-bulu halus. Jauhkan juga dari boneka-boneka yang memiliki bulu halus seperti hewan yang saya sebutkan tadi.

5. Faktor Makanan

Beberapa makanan dapat menimbulkan reaksi alergi terhadap pernafasan sehingga memicu timbulnya asma. Makanan pencetus alergi ini tentunya dapat berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Makanan yang sering menimbulkan alergi dan menyebabkan asma antara lain yaitu seafood, telur, kacang tanah, coklat, susu sapi, susu kedelai, makanan yang mengandung bahan pengawet, dan sebagainya. Jika Anda mempunyai riwayat penyakit asma maka sebaiknya kenali jenis makanan apa saja yang dapat menjadi penyebab asma pada diri Anda.

6. Stress

Stress sudah terbukti dapat berpengaruh secara negatif dengan kondisi kesehatan seseorang. Orang- orang dengan tingkat stress yang tinggi, bahkan merasa depresi akan mengalami beberapa ganggua – gangguan kesehatan yang, salah satunya adalah mengalami penyebab asma dan sesak nafas ini.

7. Rokok

Rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit, termasuk asma. Kandungan asap rokok terutama nikotin jika masuk ke saluran pernafasan selain merusak paru-paru juga dapat mengiritasi saluran pernafasan. Baik perokok aktif maupun perokok pasif, keduanya sama-sama untuk berisiko terkena asma.

8. Olahraga yang berlebihan

Olahraga memang sangat baik bagi kesehatan tubuh, namun olahraga yang berlebihan sangat tidak disarankan. Terutama bagi orang yang memiliki bakat sebagai penderita asma. Olahraga berlebihan akan sangat mengganggu kemampuan pernapasan, sehingga gejala asma dan sesak napas akan timbul dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami penyakit asma, maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Selain mendapatkan pengobatan, biasanya dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari faktor pencerus dari asma yang Anda alami.

Dengan mengetahui faktor pencetus tersebut maka penderita asma dapat mencegah terjadinya serangan berulang. Untuk mencegah penyakit asma maka jagalah kebersihan lingkungan agar terhindar dari paparan debu dan udara kotor di lingkungan rumah Anda. Hindari kebiasaan merokok dan menjauhlah dari orang yang sedang merokok karena perokok pasif juga tidak kalah bahayanya dengan perokok aktif.




Bagi Anda yang sering melakukan aktifitas di luar rumah, sebaiknya gunakanlah masker terutama ketika berada atau melewati tempat-tempat dengan udara yang kurang baik agar terhindar dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik, maupun debu yang beterbangan.  Jika asma yang Anda alami diakibatkan karena alergi maka kenali faktor alergen apa saja yang dapat memicu kekambuhan, baik itu karena makanan, zat kimia, hewan maupun tumbuhan tertentu. Setelah mengetahui faktor alergennya maka hindari kontaminasi faktor-faktor tersebut.

Anda sebaiknya melakukan olahraga secara teratur dan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang agar mempunyai daya tahan tubuh yang baik. Dengan ketahanan tubuh yang baik maka akan meminimalkan timbulnya reaksi alergi dalam tubuh Anda. Selain itu yang tak kalah penting adalah menghindari stres, sebab ketika seseorang mengalami stres atau dalam keadaan depresi maka akan menjadi lebih rentan menderita penyakit asma.

Itulah artikel yang saya buat tentang "Penyebab Penyakit Asma " semoga artikel ini bisa membantu dalam menjaga kondisi kesehatan dan menjadi pedoman tips bagi anda dan seluruh pembaca, Terima Kasih..

Jumat, 16 Desember 2016

Penyebab Sakit Maag Yang Perlu Anda DiKetahui


Penyakit maag atau juga yang biasa dikenal nama gastritis merupakan suatu keadaan kesehatan dimana terjadi pembengkakan, peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. Penyakit ini biasanya menyerang tiba-tiba dan berlangsung singkat, namun ada saatnya juga merupakan bagian penyakit kesehatan yang serius dan berlangsung cukup lama.

Banyak orang menganggap penyakit maag sebagai penyakit yang ringan dan tidak perlu dikhawatirkan. Pengobatan penyakit maag bisa dilakukan dengan cara meninggalkan kebiasaan hidup yang buruk dan memulai hidup sehat, pengobatan kesehatan modern dan juga pengobatan alternatif atau tradisional.

Penyakit maag bisa menyerang siapa saja. Penyebab penyakit maag adalah kelebihan asam yang di produksi oleh lambung yang menyebabkan iritasi di selaput lendir lambung. Dalam keadaan normal asam diperlukan untuk membantu pencernaan dalam mengubah makanan yang kita makan. Namun produksi asam di lambung dapat lebih besar dari yang dibutuhkan bila pola hidup kita tidak teratur dan sehat.

Penyakit maag pada dasarnya menjadi 2 bagian yaitu penyakit maag akut dan penyakit maag kronis. Penyakit maag terjadi karena beberapa kondisi kesehatan yang tidak baik. Yang sering sekali terjadi dan kerap ditemui adalah peradangan pada lambung muncul akibat dari bakteri bernama Helicobacter pylori. Bakteri yang juga dikenal sebagai baketri yang bisa memicu borok pada lambung. Penyakit maag yang disebabkan oleh bakteri disebut sebagai maag kronis.

Perlu diketahui, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori bisa sangat membahayakan. Pengobatan penyakit maag kronis tidak bisa dianggap sepele sama sekali karena dapat meningkatkan resiko terkena kanker lambung.

Berikut penyebab-penyebab terjadinya penyakit maag, antara lain :

1. Kopi, Teh atau Minuman yang memiliki kandungan kafein.

Karena kafein dapat mengendurkan lower esophageal spinchter (LES), katup antara lambung dan tenggorokan, sehingga memicu gas di lambung naik hingga kerongkongan.

2. Telat Makan

faktor penyebab penyakit maag bisa dari pola makan yang tidak teratur, atau sering telat makan. Karena telat makan bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada lambung yang jika sering terulang bisa memicu munculnya tukak lambung atau pun penyakit maag. Maka dari penting sekali menjalani pola makan yang teratur agar tidak akan ada gangguan kesehatan tubuh seperti maag yang akan terjadi.

3. Infeksi Bakteri

faktor penyebab penyakit maag bisa dari luar tubuh, sebab dari bakteri yang masuk ke lambung. Bakteri hidup dimana mana termasuk di lingkungan hidup, dan bisa masuk ke dalam tubuh untuk menimbulkan suatu penyakit apabila bakteri menginfeksi tubuh. salah satu gangguan kesehatan yang bisa terjadi yakni penyakit maag, jika bakteri masuk ke dalam lambung. Masuknya bakteri ke dalam lambung bisa dari makanan dan juga di dukung oleh daya tahan tubuh yang lemah, maka dari itu tidak sedikit orang yang menderita penyakit maag karena rentan di infeksi oleh bakteri yang ada disekitar.

4. Makanan Berminyak dan Berlemak

Karena makanan berminyak dan berlemak cenderung lama untuk dicerna, membuat makanan tinggal lebih lama di lambung. Hal ini dapat menghasilkan peningkatan tekanan di lambung, yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan terjadinya pelemahan LES. Jika LES melemah, asam lambung akan naik ke kerongkongan.

5. Alkohol

Alkohol berfungsi melenturkan katup LES, sehingga menyebabkan refluks, atau berbaliknya asam lambung ke kerongkongan dan alkohol juga meningkatkan produksi asam lambung.

6. Stress

faktor penyebab penyakit maag bisa juga dikarenakan stress sebab stress akan membahayakan kesehatan fisik juga. stress bisa menyebabkan naiknya asam lambung yang nantinya akan mengikis dinding lambung juga. maka dari itu beban pikiran berat sebaiknya di ungkapkan atau pun belajar mengelola stress agar tidak membahayakan kesehatan lambung dan tubuh lainnya juga.

7. Makanan Pemicu Asam Lambung

faktor penyebab penyakit maag bisa dari produksi asam lambung yang selalu banyak atau pun karena meningkatnya asam lambung. Maka dari itu makanan yang menyebabkan asam lambung naik pun juga bisa menjadi pemicu maag yang sebaiknya tidak dimakan terlalu sering atau pun di makan terlalu banyak.

8. Makan Dalam Porsi Yang Banyak

Perut yag penuh daat memberikan tekanan ekstra pada katup LES, yang dapat meningkatkan peluang terjadinya kejadian berbaliknya sejumlah makanan ke kerongkongan.

Penyebab penyakit maag juga bisa diatasi dengan cara mengurangi konsumsi makanan yang dapat mengganggu lambung (makanan yang tetrlalu asam dan pedas) serta menghindari makanan yang bisa membentuk gas sehingga mengakibatkan perut kembung (misalnya ubi dan nangka).

Usahakan makan secara teratur dan tepat waktu apapun kesibukan yang sedang anda lakukan. Roti atau makanan ringan juga sangat baik dikonsumsi di sela-sela makan siang dan malam. Jangan lupa sarapan pagi agar tubuh Anda selalu berenergi.

Jika menderita penyakit maag, maka pada saat maag kambuh bisa merasakan sakit di bagian ulu hati atau pun perut, nyeri dan juga panas bercampur jadi satu ketika maag kambuh akan sangat menyiksa tentunya, bahkan ada penderita maag yang jika sedang kambuh tidak dapat melakukan banyak aktivitas.

Selain itu, untuk mengeluarkan udara pun akan sulit sehingga perut kembung juga gejala maag yang bisa dialami juga. maka dari itu sebaiknya mengobati maag dengan menggunakan obat herbal maag yang lebih aman dan lebih mudah di gunakan. atur pola makan teratur dan juga konsumsi makanan makanan yang sehat bisa membantu mengatasi penyakit maag.

Demikianlah penjelasan saya dalam artikel ini tentang penyebab sakit maag, semoga artikel ini bisa membantu anda dalam mengatasi penyakit maag.

Senin, 12 Desember 2016

Penyebab Kebotakan di Usia Muda


Rambut merupakan mahkota bukan hanya untuk perempuan saja, begitu pula dengan kaum laki-laki, namun mahkota kaum laki-laki tidak akan bisa terlihat sedap dipandang jika mengalami kebotakan. Kebotakan biasanya terjadi untuk usia yang sudah tua atau sekitar usia 40 tahunnan, namun saat sekarang ini banyak kaum muda dengan rentang usia 20-an yang sudah mengalami kebotakan, kebotakan dianggap sebagian kaum laki-laki bisa menurunkan kepercayaan diri.

Siapa saja yang beresiko mengalami kebotakan rambut dini? Lalu apa saja sih penyebab kebotakan rambut dini pada usia muda? Setiap orang beresiko mengalami kerontokan dan kebotakan rambut. Tidak peduli apakah orang tersebut masih muda atau sudah berusia lanjut. Oleh sebab itu, setiap orang termasuk kami dan Anda yang membaca tulisan ini, harus merawat rambut dengan perhatian yang lebih serius. Selain itu, jangan seenaknya dalam memperlakukan rambut.

Akan tetapi, seringkali seseorang tidak siap untuk menghadapi kenyataan tersebut. Banyak yang seenaknya memperlakukan rambut, lalu saat rambut memburuk kondisinya hingga mengalami kerontokan dan kebotakan rambut, yang bersangkutan tidak bisa menerima. Lalu menginginkan perawatan dengan hasil dalam waktu singkat, ingin rambutnya kembali tumbuh lebat dalam waktu cepat. Apakah Anda termasuk salah satu diantaranya?

Kali ini kita akan membahas apa saja faktor penyebab kebotakan rambut dini pada usia muda. Ya, tidak bisa dipungkiri masalah kebotakan rambut bisa mendatangi Anda yang berusia muda. Apabila Anda tidak serius menjaga dan merawat rambut Anda dengan alami secara berkala, maka resiko terjadinya masalah kebotakan rambut dini akan semakin besar. Beberapa faktor penyebab kebotakan rambut dini pada usia muda adalah sebagai berikut:

1. Ketidakseimbangan Hormon Di Dalam Tubuh

Satu faktor penyebab kebotakan rambut dini pada usia muda adalah perubahan hormone yang ada di dalam tubuh. Kondisi ini sering dialami oleh kaum wanita. Contohnya pada saat kondisi hamil, kondisi pasca melahirkan. Selain itu, kondisi pada saat ibu menyusui juga bisa menjadi faktor penyebab rambut mengalami kerontokan. Konsumsi pil atau obat pengendali kehamilan juga bisa mempengaruhi hormon yang ada di dalam tubuh seorang wanita.

Faktor ketidakseimbangan hormon tiroid di dalam tubuh juga berkontribusi terhadap terjadinya kerontokan rambut parah hingga terjadi kebotakan rambut.

2. Stress

Stres bisa menyebabkan kebotakan laki-laki di usia muda, stres kronis akan mengacaukan sekaligus menyebabkan ketidakseimbangan pada hormon-hormon yang mengakibatkan penipisan rambut.

3. Kekurangan nutrisi

Kurang asupan protein membuat tubuh menyimpan protein yang tersedia untuk keperluan lain sehingga membuat rambut kehilangan nutrisinya. Nutrisi sangat penting untuk pertumbuhan rambut, hubungan antara makanan dan rambut cukup sederhana. Rambut terdiri dari protein yang disebut keratin, sehingga sangat penting menyertakan protein yang cukup dalam menu makan sehari-hari.

4. Sedang Menjalani Proses Pengobatan Tertentu

Salah satu faktor penyebab kebotakan rambut dini pada usia muda adalah menjalani proses kemoterapi. Proses kemoterapi dilakukan untuk terapi pengobatan kanker. Sinar radiasi yang dihasilkan saat proses kemoterapi ini sangat keras efeknya pada rambut, sehingga seringkali rambut akan rontok hebat hingga mengalami kebotakan setelah menjalani kemoterapi.

Kelebihan tingkat konsumsi vitamin A juga memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh dan rambut Anda. Oleh sebab itu, tidak perlu berlebihan dalam mengkonsumsi multivitamin tertentu, secukupnya dan sesuai anjuran yang sudah ditetapkan.

5. Menderita Penyakit Tertentu

Bagi beberapa orang, penyakit tertentu juga bisa menjadi faktor penyebab kebotakan rambut dini pada usia muda. Beberapa kali juga tim Ratu Kemiri menerima keluhan bahwa rambut rontok parah hingga menjadi botak setelah mengidap satu penyakit tertentu. Salah satu contohnya adalah penyakit tifus. Ada baiknya Anda tidak menganggap remeh penyakit tifus. Pada beberapa orang, termasuk salah satu konsumen Ratu Kemiri pernah menceritakan kondisi rambut rontok parah hingga mengalami kebotakan meluas setelah sembuh dari penyakit tifus.

6. Faktor Gen / Keturunan

kadang ini penyebab mengapa banyak ANAK MUDA mengalami masalah kebotakan, karena keturunan, takdir ini sangatlah tidak enak karena membuat kita jadi minder.

7. Ketombe

Ini penyebab yang paling umum sebenernya, pemicu utamanya banyak banget, entah karena stress, atau karena gen, atau karena hormon yang berlebihan yang pasti namanya ketombe itu pasti akan berujung pada rambut rontok, dan rambut rontok akan berujung pada kebotakan.

8. Minum-minuman beralkohol

Alkohol bisa menyerap zat besi di dalam tubuh dan menghambat penyerapan zinc. Alkohol juga menyebabkan dehidrasi dan menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting. Karena seperempat rambut mengandung air, alkohol yang berlebihan akan selalu membuatnya rapuh.

Demikianlah informasi sederhana mengenai faktor penyebab kebotakan rambut dini pada usia muda. Jika Anda tidak terbiasa mengkonsumsi sayuran dan makanan bergizi lainnya, sebaiknya Anda mulai melatih untuk mengkonsumsinya secara perlahan, lama kelamaan juga akan terbiasa. Jika Anda terlalu stress dan tidak bisa menikmati aktivitas pekerjaan, Anda memerlukan waktu lebih untuk beristirahat dan berolahraga. Anda bisa mencoba berbagai aktivitas dan metode untuk lebih sehat dan membuat tubuh Anda merasa rileks kembali.  Selamat mencoba ya..




Jumat, 09 Desember 2016

Penyebab Penyakit Kencing Manis (Diabetes) Dan Ciri-Ciri nya


Barangkali anda tidak menyadari beberapa kebiasaan ini merupakan penyebab kencing manis. Kadang kita memang tak sadar bahwa pola hidup sehat sering diabaikan. Perkembangan zaman membuat manusia lebih suka dengan hal yang praktis dan instan.

Kesibukan juga merupakan salah satu faktor utama bag warga perkotaan yang tidak dapat menjaga kebugaran tubuh yang mengakibatkan kegemukan. Kegemukan / obesitas dapat diperoleh karena keturunan dari lahir maupun pola hidup yang kurang baik. Perlu anda ketahui bahwa obesitas merupakan salah satu penyebab penyakit kencing manis pada beberapa tipe kasus,

Penyakit kencing manis atau yang dikenal dengan Diabetes Melitus merupakan akibat dari gangguan metabolisme tubuh dimana pankreas tidak dapat memproduksi insulin dengan baik. Diabetes Melitus juga bisa terjadi karena garis keturunan, bahkan para ahli kesehatan mengatakan bahwa keturunan dari penderita diabetes memiliki resiko yang cukup besar untuk mewarisinya. Oleh karena itu bagi yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit diabetes perlu menjaga pola hidup yang sehat.

Selanjutnya saya ingin menyampaikan kebiasaan buruk yang kita tidak sadari bahwa kebiasaan tersebut merupakan penyebab kencing manis. Meskipun sepele namun jika tidak segera diubah kebiasaan ini dapat memperburuk keadaan. adapun kebiasaan yang mengakibatkan kencing manis adalah:

1. Obesitas
Kelebihan berat badan merupakan akar dari segala jenis penyakit berbahaya. Akibat timbunan lemak yang tinggi di dalam tubuh, maka memicu resistensi terhadap insulin. Selain itu, kelebihan lemak dalam tubuh juga akan memicu penyumbatan aliran darah serta berpengaruh terhadap fungsi hormon.

2.  Suka Minum Teh Manis
Meskipun teh banyak manfaatnya anda perlu berhati-hati jika menjadi penggemar berat teh manis, apalagi jika memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kencing manis. Disadari atau tidak, teh manis mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Dari segelas teh manis yang anda minum mengandung sekitar 300an kalori, jika minum beberapa gelas sehari anda bisa menghitung sendiri berapa kalori yang anda dapatkan dari minum teh manis. Padahal jumlah kalori yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh hanya sekitar 1200 hingga 1500 kalori tergantung berat badan dan aktivitas yang dilakukan. Saran saya mulailah membiasakan diri minum teh tanpa gula, anda juga bisa menggantinya dengan minum air putih saja.

3. Ketidak seimbangan hormon
Hormon di dalam tubuh yang tidak seimbang juga bisa menjadi penyebab kencing manis atau penyakit diabetes. Hormon di dalam tubuh yang tidak seimbang akan menyebabkan sel beta pankreas terganggu dan kerja insulin jadi terhambat. Ketidak seimbangan hormon juga memiliki kaitan erat dengan obesitas seperti yang telah di jelaskan di atas. Lemak memang sangat diperlukan bagi tubuh, akan tetapi jumlah lemak yang berlebihan juga bisa mengganggu kesehatan. Semakin banyak tubuh menyimpan lemak,maka kerja hormo akan semakin terganggu dan meicu resistensi insulin.

4. Istirahat yang kurang
Saya juga pernah membahas masalah tidur dengan obesitas pada artikel Cara Hidup Sehat. pada artikel tersebut saya membahas bagaimana korelasi antara kurang tidur dengan nafsu makan. Penelitian yag dilakukan di Universitas Chicago menyebutkan bahwa kurang tidur membuat nafsu makan meningkat dan mudah lapar. Kurang tidur juga menurunkan kemampuan tubuh untuk mengkonversi glukosa menjadi energi, hal ini tentu saja membuat kadar gula darah yang tinggi dan merupakan penyebab kencing manis.

5. Makan tidak teratur, penyebab diabetes kambuh bisa dikarenakan pola makan tidak teratur atau melewati waktu makan. memang sangat sepele terlihatnya tetapi pada kenyataannya bisa menyebabkan masalah kesehatan atau dampaknya bisa meningkatkan kadar gula darah semakin tinggi. karena itu jika telah menderita diabetes tidak bisa lagi pola hidup sembarangan karena dampaknya akan membuat kambuh penyakit, sebaiknya tidak dilakukan juga untuk orang yang masih sehat karena bisa memicu berbagai macam penyakit termasuk penyakit lambung.

6. Resistensi sel terhadap insulin
Ini merupakan penyebab diabetes yang terjadi akibat semua masalah di atas. Kadar gula darah dalam tubuh yang meningkat bisa disebabkan karena reaksi penolakan sel terhadap insulin. Akibatnya, glukosa tidak bisa digunakan oleh sel sebagai sumber energi maupun makanan cadangan. Jadi, kadar gula dalam tubuh akan meningkat drastis.

7. Kurang Olahraga
Kurangnya olahraga rutin juga merupakan faktor utama obesitas. Orang yang memiliki aktivitas yang cukup banyak dan disertai dengan olahraga yang cukup dapat mengurangi resiko penyakit kencing manis, hal ini seperti yang dinyatakan oleh badan WHO. WHO menyatakan bahwa kegiatan seperti berjalan, bersepeda dan aktivitas produkktif lainnya membuat badan lebih sehat dan metabolisme tubuh menjadi lebih baik.

8. Kerusakan sel beta pankreas
Ini merupakan akar permasalahan yang terjadi pada penyakit diabetes. Sel beta pankreas adalah kelenjar yang berperan mensekresikan insulin. Insulin berperan penting dalam menjaga kadar gula darah dalam tubuh. Jika sel beta pankreas mengalami kerusakan, maka insulin tidak bisa bekerja dengan normal sehingga kadar gula darah tidak bisa diatur.

9. Minuman Bersoda
Meskipun tampak menyegarkan, minuman bersoda tidak bersahabat dengan penderita penyakit kencing manis. Soda merupakan minuman yang menyebabkan kegemukan, jadi saya sarankan jangan terlalu banyak minum minuman bersoda. Anda bisa menggantina dengan minum air putih atau jus buah yang kaya akan manfaat.

10. Stress
penyebab diabetes kambuh juga ialah karena stress, sebab stress bisa memberikan berbagai macam dampak buruk untuk tubuh termasuk juga peningkatan kadar gula dalam darah. sehingga sangat perlu menjaga kesehatan psikologis juga sebab ada banyak cara yang bisa dilakukan, seperti yoga atau meditasi.

Berikut beberapa ciri ciri dan tanda awal orang yang terkena penyakit diabetes.
• Mudah lelah, jika tubuh merasa kelelahan yang luar biasa padahal tidak melakukan aktifitas berat, sebaiknya waspadai keadaan ini.
• Penurunan berat badan secara drastis tanpa diketahui penyebabnya.
• Sering merasa kehausan tanpa alasan yang jelas.
• Sering buang air kecil.
• Warna kulit gelap terutama pada bagian leher.
• Penglihatan melemah dan menjadi kabur.
• Fungsi saraf akan menurun.
• Jika tubuh mengalami luka maka sulit untuk sembuh/mengering
• Sering merasa lapar.

Itulah beberapa penyebab kencing manis yang perlu Anda ketahui, jika Anda sudah merasakan gejala serta ciri ciri kencing manis, sebaiknya segerakan konsultasikan ke Dokter untuk perawatan dan menanggulangi yang lebih baik lagi. Terima kasih..jangan lupa di like ya..


Rabu, 07 Desember 2016

Penyebab Serangan Jantung


Serangan jantung, secara medis disebut infark miokard, adalah kondisi di mana pasokan darah menuju ke jantung terhambat. Ini adalah kondisi medis darurat yang biasanya disebabkan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolesterol, dan unsur lainnya. Gangguan aliran darah ke jantung ini bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal.

Untuk menentukan apakah seseorang mengalami serangan jantung, biasanya akan muncul kombinasi dari beberapa gejala. Kondisi ini tidak tergantung kepada keparahan sakit dada yang dirasakan. Sakit dada yang dirasakan belum tentu terjadi pada semua orang yang merasakan sakit jantung. Kadang-kadang rasa sakitnya ringan dan disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa. Sebaliknya, tidak semua sakit dada adalah akibat serangan jantung.

Adapun beberapa gejala  yang mungkin muncul pada penderita serangan jantung seperti sesak nafas, terasa Sakit atau Nyeri di bagian dada, merasa lemah dan pusing dan merasa sangat gelisah atau cemas.

Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner) karena timbunan kolesterol berupa plak.

Plak yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Akhirnya, penggumpalan darah menghambat pasokan darah dan oksigen ke jantung melalui pembuluh koroner. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Inilah beberapa faktor penyebab serangan jantung yang memiliki :

1. Hipertensi (Darah tinggi)
Faktor utama penyebab jantung koroner adalah hipertensi karena hubungannya yang sangat era dengan arteri. Saat seseorang terkena hipertensi, maka akan terjadi kerusakan dinding serta bagian pembuluh arteri sehingga darah pun membeku. Dengan demikian, kerja jantung menjadi terhambat untuk memompa darah. Seiring berjalannya waktu, jika dibiarkan akan meningkatkan resiko serangan jantung.

2. Faktor Penyakit Diabetes (kencing manis)

Banyak juga terjadi kasus faktor penyebab penyakit jantung diakibatkan oleh penyakit diabetes. Para penderita penyakit diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat komplikasi. Para penderita diabetes harus memperhatikan kesehatan karena bisa berdampak sebagai faktor penyebab penyakit jantung.

3. Pola Hidup yang Buruk

Risiko penyakit jantung juga dapat meningkat akibat pola hidup yang tidak sehat. Misalnya kurang berolahraga, sering mengonsumsi makanan berlemak, dan jarang mengonsumsi buah-buahan serta sayur-sayuran.

4. Obesitas (Kelebihan berat badan)
Penelitian tentang penyebab sakit jantung menunjukkan data mencengangkan bahwa saat tubuh kelebihan berat badan, maka penumpukan sel-sel lemak akan membuat kerja jantung lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Obesitas juga menyebabkan masalah serius pada organ penting lainnya termasuk ginjal. Masalah obesitas menjangkit masyarakat dengan gaya hidup yang kurang sehat. Sangat disarankan bagi anda untuk mencegah obesitas dengan memenuhi asupan makanan yang tidak berlebihan dan imbangi dengan olahraga atau aktivitas gerak. Obesitas juga merupakan masalah yang terjadi karena efek mengkonsumsi obat-obatan. Dengan timbunan lemak yang menutupi otot, maka otot pun akan lemah dalam bergerak.

5. Stress
Saat tubuh stress dalam waktu yang cukup panjang, kerja jantung untuk membentuk adrenalin akan berat dan tentu akan merusak kesehatan pembuluh jantung. Stress juga bahkan memicu semburan adrenalin yang tinggi, termasuk juga zat katekolamin. Penyempitan pembuluh darah jantung serta denyut jantung yang meningkat akan mengganggu pasokan darah. Buatlah hati anda senang, mulai dari jalan-jalan, yoga, meditasi atau lainnya.

6. Faktor Keturunan Dari Keluarga

Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, terdapat data yang menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga baik dari keluarga wanita atau keluarga pria, keturunan mereka lebih cenderung mengembangkan problem yang serupa yaitu penyakit jantung.

7. Faktor Usia dan Jenis kelamin

Pada seorang Wanita di bawah usia 50 tahun memiliki resiko penyakit jantung yang lebih rendah dibandingkan dengan pria / laki-laki pada kelompok usia yang sama. Tetapi Setelah wanita mengalami menopause, resiko seorang wanita bertambah karena penurunan dari hormon estrogen yang bersifat melindungi. Jadi Salah satu faktor penyebab penyakit jantung adalah Faktor usia dan jenis kelamin.

8.  Faktor Perokok Aktif atau Perokok Pasif

Pada kenyataannya, banyak perokok yang mengidap penyakit jantung. Kasus terjadinya penyakit jantung yang disebabkan oleh rokok sangatlah tinggi. Penderita penyakit jantung karena kebiasaan merokok  kira-kira 20 persen dari semua kematian karena penyakit jantung dan hampir 50 persen dari serangan jantung pada wanita berusia di bawah 55 tahun. Para perokok juga membuat mereka yang tidak merokok namun ikut menghirup asap rokok beresiko mengalami masalah pada jantung. Penelitian menyebutkan  bahwa orang-orang yang tidak merokok yang tinggal dengan para perokok memiliki tambahan resiko penyakit serangan jantung.

Itulah tadi beberapa faktor penyebab penyakit jantung yang bisa dijadikan sebagai referensi, dan juga informasi yang bisa digunakan untuk melakukan pencegahan penyakit jantung secara dini. Untuk bisa mencegah penyakit jantung, maka kita harus benar-benar memperhatikan faktor penyebab penyakit jantung tersebut.