Tampilkan postingan dengan label bisul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

Bahaya Makan Telur Setiap Hari

Telur adalah salah satu jenis makanan super yang menjadi sumber protein tinggi bagi anak anak dan orang dewasa. Telur dapat diolah menjadi berbagai menu masakan yang berbeda diantaranya dapat dijadikan sebagai gulai telur, semur telur, dadar telur dan lain-lain. Dimana tidak ada satupun cara mengolah yang dapat mengurangi citarasanya yang selalu lezat. Menu masakan dari bahan dasar telur banyak dijumpai di berbagai kedai makanan dan para penjual keliling, Misalnya siomay dan ketupat sayur .

Telur mengandung beberapa jenis nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam satu butir utuh telur terkandung lebih dari 90% kalsium serta zat besi di bagian kuning telurnya. satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein dan 9 asam amino essensial. Selain zat besi, telur juga kaya akan zinc yang penting untuk sistem kekebalan tubuh serta mineral fosfor yang baik untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Dalam satu butir telur terdapat 70 hingga 85 kalori. Maka tidak heran jika mengkonsumsi telur membuat kita merasa cepat kenyang.

Akan tetapi, meskipun telur mengandung banyak nutrisi penting yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh, ternyata mengkonsumsi telur secara berlebih justru berdampak buruk pada kesehatan. Adapun beberapa dampak negatif yang ditimbulkan akibat konsumsi telur berlebihan setiap hari adalah:

1. Meningkatkan Kolesterol

Mengkonsumsi kuning telur secara berlebihan atau setiap hari dapat memicu peningkatan kolesterol dalam tubuh. Bagi orang orang yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi dapat beresiko terserang stroke ringan. Kolesterol dalam telur dapat menyumbat aliran darah dan memblokir klelancaran oksigen dalam darah untuk mengalir pada jaringan pembuluh darah.

2. Hormon Menjadi Tidak Seimbang

Konsumsi terlalu banyak telur ternyata juga dapat menyebabkan produksi hormon tidak seimbang. Kondisi semacam ini biasanya sering dialami oleh para wanita. Jika ingin mengkonsumsi telur tanpa harus khawatir timbul permasalahan pada produksi hormon maka ada baiknya Anda mengimbangi konsumsi telur dengan mengkonsumsi sayur dan buah.

3. Menimbulkan Bisul

Telur mengandung lemak cukup tinggi yang jika dikonsumsi lebih dari 3 butir setiap hari maka akan mengacaukan kadar minyak alami yang stabil ada pada lapisan kulit terdalam sehingga dapat menyebabkan munculnya bisul bisul kecil.

4. Meningkatkan Berat Badan Berlebih atau Obesitas

Kandungan lemak yang cukup tinggi pada telur dapat memicu obesitas atau berat badan berlebih. Ada baiknya Anda mengkonsumsi telur setiap 2 atau 3 hari sekali. Perlu Anda tahu, kebanyakan orang telah memiliki cadangan lemak yang cukup, bahkan cenderung berlebih di dalam tubuhnya. Konsumsi telur yang mengandung banyak lemak dapat memicu kenaikan berat badan.




5. Risiko Penyakit Diabetes

Lemak yang ada di dalam telur bisa menyebabkan penyakit kencing manis, terutama pada wanita. Pria yang setiap hari mengonsumsi telur berisiko 55% mengalami diabetes. Sedangkan, wanita 77% mengalami diabetes jika mengonsumsi telur setiap hari.

6. Risiko Penyakit Jantung

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, konsumsi telur berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat memicu munculnya gangguan jantung. Jumlah kolesterol yang berlebih akan menyebabkan penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri. Kondisi tersebut jika semakin parah dan tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan pada jantung, salah satunya serangan jantung koroner.

7. Menimbulkan Jerawat

Bukan hanya akan tumbuh bisul jika makan telur terlalu banyak, namun jerawat akan muncul bahkan pada seseorang yang memiliki jenis wajah kering. Lemak dan kolesterol dalam telur berpotensi menyumbat pori pori kulit dan meningkatkan debit minyak yang ada di permukaan kulit wajah sehingga memicu kulit wajah mudah menyerap debu dan radikal bebas yang dipancarkan oleh sinar matahari.

8. Asam urat

Bagi penderita asam urat sebaiknya hindari telur karena lemak dan zat fosfor dapat mengganggu kestabilan jumlah asam urat yang ada di persendian. Lemak pada telur mampu meningkatkan jumlah asam urat.

Itulah berbagai macam bahaya konsumsi telur berlebihan yang harus kita ketahui, memang hal yang berlebihan itu tidak bagus bagi kesehatan tubuh, oleh sebab itu konsumsi dalam batas yang wajar saja.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan seluruh pembaca sekalian, jangan lupa memberikan komen ya sobat di kolom bawah ini, Terima Kasih...





Kamis, 15 Desember 2016

Penyebab Bisul, Gejala dan Cara Mengatasinya


Bisul adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Benjolan ini muncul akibat infeksi bakteri yang memicu inflamasi pada folikel rambut, yaitu lubang tempat rambut tumbuh.

Bagian tubuh yang paling sering diserang bisul adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, serta paha. Ini terjadi karena bagian-bagian tersebut sering mengalami gesekan dan berkeringat. Bisul juga bisa tumbuh pada kelopak mata, kondisi inilah yang biasanya kita kenal dengan istilah bintitan.

Apakah makan telur dapat menyebabkan bisul ?
Makan telur dapat mengakibatkan bisulan itu adalah mitos, bisul timbul bukan dikarenakan makan telur terlalu sering tapi penyebabnya adalah bakteri stafilokokus atau bisa juga karena bakteri lain atau juga jamur, namun bisa juga seseorang mengalami bisul karena setelah makan telur dan ini terjadi karena orang tersebut memang alergi terhadap makanan tertentu seperti telur tapi secara umum telur tidak menyebabkan seseorang bisulan.

Penyebab utama bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat ditemukan pada kulit dan di dalam hidung manusia tanpa memicu infeksi apa pun. Infeksi terjadi jika bakteri masuk hingga ke folikel melalui luka gores atau gigitan serangga.

Bakteri dari bisul atau karbunkel terkadang bisa menyebar ke bagian lain tubuh. Bila menyebar di lapisan kulit akan timbul selulitis, impetigo (luka melepuh), bahkan dapat menyebar ke tulang (osteomielitis). Penyebaran ini akan memicu terjadinya sepsis yang berpotensi menyebabkan infeksi pada organ-organ tubuh, misalnya jantung. Selain itu, bisul juga umumnya dapat meninggalkan bekas luka.

Bisul bisa terjadi pada siapa saja dan ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Kontak langsung dengan pengidap. Risiko penyakit menular ini akan meningkat jika Anda sering berhubungan langsung dengan pengidap, misalnya karena tinggal serumah.
  • Usia dan jenis kelamin. Bisul lebih sering menyerang remaja, terutama yang berjenis kelamin laki-laki.
  • Kebersihan yang tidak terjaga, pribadi maupun lingkungan.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, contohnya karena mengidap HIV, menjalani kemoterapi, atau mengidap diabetes.
  • Mengalami masalah kulit, misalnya sering berjerawat.


Gejala penyakit bisul:

  • Timbulnya benjolan berwarna merah di permukaan kulit.
  • Saat bisul mulai membesar maka akan muncul bintik putih yang disebabkan oleh mata nanah pada bagian tengahnya.
  • Rasa nyeri dan panas di sekitar benjolan 
  • Rasa gatal pada bagian kulit tertentu


Kondisi ini jarang yang membutuhkan penanganan medis oleh dokter, karena bisul bisa sembuh dengan sendirinya. Meski demikian, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika mengalami bisul yang:

  • Menyebabkan demam.
  • Terus membesar (diameter di atas 5 cm) dan terasa sangat sakit.
  • Tumbuh lebih dari satu buah di lokasi yang sama. Jenis ini dikenal dengan bisul sabut atau karbunkel, dan kondisi ini tergolong infeksi yang lebih serius.
  • Tumbuh di dalam hidung, di wajah, atau tulang belakang.
  • Tidak kunjung sembuh selama lebih dari 14 hari.
  • Sering kambuh.
  • Memiliki masalah dengan sistem imun atau dalam pengobatan yang menganggu sistem imun dan muncul bisul.


Cara mengatasi bisul yaitu sebagai berikut :

  • Untuk bisul yang baru timbul sebaiknya segera diobati, kalau bisa jangan sampai bisul menjadi matang karena akan menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan kulit.
  • Jika bisul masih tergolong ringan maka bisa disembuhkan dengan mengoleskan salep antibiotik, dan salep ini sangat efektif untuk mengatasi bisul.
  • Jika bisul sudah membesar dan agak dalam selain salep antibiotik maka diperlukan juga obat antibiotik yang diminum.
  • Obat penisilin bisa menjadi pilihan namun ada efek negatifnya jika menggunakan penisilin karena bakteri seperti staphylococcus aureus penyebab bisul akan mengeluarkan enzim sehingga penisilin tidak akan berfungsi dengan baik malah bakteri tersebut menjadi resisten terhadap penisilin selain itu obat ini seringkali menimbulkan reaksi alergi.
  • Jika bisul sudah mengeluarkan mata nanah sebaiknya dibawa ke dokter untuk mengeluarkan nanahnya dengan menggunakan pisau yang steril, hindari memecah bisul sendiri dengan memencetnya karena akan mengakibatkan rusaknya jaringan kulit sehingga mengakibatkan luka parut dan tak mungkin akan normal kembali.
  • Hindari menggaruk bisul dengan kuku karena bakteri penyebab bisul akan dengan mudah menular.
  • Jika bisul seringkali muncul atau berulang sebaiknya periksakan ke dokter karena ada kemungkinan terkait dengan penyakit lainnya seperti diabetes.


Untuk mengatasi bisul berukuran besar atau karbunkel, bantuan dokter umumnya dibutuhkan. Dokter biasanya akan membedah bisul guna mengeluarkan nanah. Obat antibiotik juga mungkin akan diresepkan bagi Anda untuk menangani bisul yang Dengan infeksi yang parah, bisul yang sering kambuh kembali, sakit bisul disertai dengan panas demam dan komplilasi.

Durasi penggunaan antibiotik pun harus benar-benar sesuai dengan resep dokter meski bisul sudah sembuh. Ini dilakukan agar bakteri pemicu infeksi benar-benar musnah.

Demikianlah artikel ini saya buat untuk anda semuanya agar mudah di pahami dan menambah pengetahuan anda. Terima kasih..