Tampilkan postingan dengan label peradangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peradangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2016

Penyebab Usus Buntu


Penyakit usus buntu adalah peradangan atau pembengkakan apendiks atau usus buntu.  Sedangkan usus buntu adalah organ berbentuk kantong kecil dan tipis berukuran 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar. Hingga saat ini, alasan kenapa kita memiliki usus buntu masih belum diketahui.

Pengangkatannya pun tidak memengaruhi kondisi kesehatan. Namun penyakit usus buntu atau apendisitis berpotensi memicu komplikasi yang serius. Apendisitis merupakan penyakit umum yang bisa menyerang siapa saja. Tetapi, kalangan muda yang berusia 10 sampai 30 tahun adalah kelompok orang yang paling sering mengalami kondisi ini.

Usus buntu dalam bahasa medis disebut dengan Appendix vermicularis adalah suatu organ di dalam saluran pencernaan yang berbentuk tabung, organ ini terletak pada pangkal usus besar yang berada pada perut bagian kanan bawah. Jadi usus buntu merupakan suatu organ, dan penyakit usus buntu bukanlah suatu keadaan dimana usus mengalami kebuntuan sehingga makanan dan minuman yang dimakan tidak dapat keluar melalui dubur, tetapi adalah suatu peradangan yang terjadi pada organ usus buntu atau Appendix vermicularis yang dalam bahasa medis disebut sebagai Appendisitis.

Penyebab radang usus buntu dimulai ketika usus buntu mengalami sumbatan, paling sering oleh tinja yang keras yang merupakan 30 % hingga 40 % penyebab radang usus pada anak – anak. Penyebab usus buntu lainnya adalah biji – bijian, batu empedu, cacing usus Oxyuris vermicularis, reaksi limfatik, infeksi bakteri Salmonella dan Shigella, invasi parasit seperti Entamoeba, Schistosoma, Ascaris, tumor, kanker, dan benda asing diketahui pernah menimbulkan sumbatan pada usus buntu.

Sumbatan pada usus buntu akan menyebabkan terjadinya hambatan untuk keluarnya cairan usus dari usus buntu, Kapasitas normal usus buntu adalah menampung 01, ml, penumpukan cairan sebesar 0,5 ml akan menyebabkan tekanan di dalam usus buntu meningkat dan usus buntu akan mengalami peregangan. Hal ini akan merangsang saraf nyeri pada saluran pencernaan, yang mengakibatkan timbulnya sensasi nyeri yang samar – samar menyebar hingga ke perut bagian tengah atau perut bagian ulu hati. Peregangan tersebut juga akan menimbulkan refleks mual, muntah yang disertai dengan penurunan nafsu makan.

Usus buntu yang mengalami sumbatan merupakan tempat yang baik bagi terjadinya perkembangbiakan bakteri. Hal ini akan menyebabkan terjadinya gangguan pada aliran limfatik di dalamusus buntu sehingga mengakibatkan pembengkakan yang lebih hebat. Tekanan di dalam usus buntu juga akan semakin meningkat dan menyebabkan gangguan pada aliran darah di dalam usus buntu yang mengakibatkan jaringan di dalam usus buntuk megalami kekurangan nutrisi sehingga mengalami kematian dan kemudian membusuk.

Kemudian bakteri yang telah berkembangbiak akan melakukan invasi ke dinding usus buntu. Pada saat ini penderitanya akan mengalami demam, da peningkatan sel darah putih akibat terjadi reaksi peradangan. Saraf nyeri juga akan lebih terangsang sehingga nyeri akan dirasakan lebih jelas dan terpusat pada lokasi usus buntu di perut bagian kanan bawah yaitu pada titik Mc Burney’s.

Penyakit usus buntu yang tidak diobati berisiko untuk pecah dan dapat berakibat fatal. Segera hubungi rumah sakit jika sakit perut Anda mendadak makin parah dan menyebar ke seluruh perut. Ini mengindikasikan kemungkinan pecahnya usus buntu yang dapat memicu sejumlah komplikasi seperti:


  • Peritonitis. Ini adalah peradangan peritoneum, yaitu jaringan tipis yang melapisi dinding perut bagian dalam dan organ-organ di dalam rongga perut. Peradangan ini disebabkan oleh bakteri dari dalam usus buntu yang pecah. Gejalanya meliputi sakit perut yang parah dan terus-menerus, muntah, detak jantung cepat, demam, daerah perut yang membengkak, serta napas pendek dan terengah-engah. Komplikasi ini biasanya ditangani dengan pemberian antibiotik dan operasi pengangkatan usus buntu
  • Abses, yaitu kantong kumpulan nanah yang terasa sakit. Komplikasi ini muncul sebagai usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi akibat usus buntu yang pecah. Penanganannya dilakukan dengan penyedotan nanah dari abses atau terkadang dengan antibiotik. Jika ditemukan dalam operasi, abses dan bagian di sekitarnya akan dibersihkan dengan hati-hati dan diberi antibiotik.


Dengan mengetahui hal-hal apa saja yang bisa menjadi penyebab radang usus buntu, kami berharap kita semua dapat mencegah penyakit ini dan senantiasa mewaspadai setiap gejala yang diderita.

Minggu, 06 November 2016

Penyebab, Pencegahan dan Cara Mengatasi Sakit Gigi





Tentunya sebagian dari Anda, keluarga, teman atau diri saya sendiri pernah mengalami yang namanya sakit gigi. Sakit gigi sungguh sangat tidak enak dan menyiksa. Ketika sakit gigi, keluhan yang dirasakan tak hanya berupa nyeri dan perih pada gigi dan sekitar rongga mulut, namun dapat juga menimbulkan keluhan-keluhan lainnya, seperti pembengkakan, rasa sakit atau pusing di kepala, demam, gangguan tidur dan makan. Untuk sakit gigi yang cukup parah, keluhan nyeri yang dirasakan juga dapat menyebar ke pipi, telinga, dan rahang.

Nyeri yang dirasakan ketika sakit gigi dapat timbul terus-menerus, atau mungkin juga hilang timbul secara berulang-ulang. Tingkat keparahan sakit gigi bervariasi, mulai dari nyeri dan ngilu ringan, sampai ke nyeri yang berat dan sangat tidak tertahankan.

Dan percayalah rasanya sangat-sangat tidak enak dan menyakitkan. Jika disuruh memilih, mungkin saya lebih baik memilih sakit hati daripada sakit gigi. Kalau sakit hati mah sudah biasa, hehe. Walaupun bukan kategori penyakit turunan, menular, dan mematikan, Dan untuk bisa menghindarkan kita dari sakit gigi, sudah seharusnya kita mengenali apa saja penyebab yang membuat gigi kita sakit.

Kalau dipikir -pikir, sebenarnya apa sih yang menyebabkan kita sakit gigi ?. Jarang atau tidak pernah gosok gigi ?. Saya rajin kok sikat gigi, tapi nyatanya saya sering juga terkena penyakit yang satu ini. Lantas apa dong ?. Berikut ini adalah hal-hal yang menyebabkan kita sakit gigi dan pencegahan awal yang bisa dilakukan..

1. Gigi berlubang.
Saya rasa gigi berlubang adalah salah satu penyebab utama kenapa kita sakit gigi. Gigi geraham saya berlubang di sebelah kiri belakang, dan di bagian gigi inilah saya paling sering sakit gigi. Untuk pencegahan awal agar gigi berlubang tidak menyebabkan sakit adalah dengan menambal gigi yang lubang tersebut ke dokter gigi. Apabila kondisi gigi sudah tidak mungkin untuk ditambal, sebaiknya gigi tersebut segera dicabut. Apabila masih tidak sempat juga, bersihkan gigi berlubang dari sisa makanan yang masuk kedalam dan biasakan menyikat gigi sehabis makan.

2. Faktor makanan dan minuman.
Makan dan minum terlalu panas atau terlalu dingin, Bisa juga makan atau minum yang terlalu manis bisa menyebabkan gigi kita sakit. Terlebih lagi buat anda yang punya gigi sensitif. Hawa atau kondisi sekitar yang terlalu dingin sementara perut kita dalam kondisi kosong bisa juga memicu sakit pada gigi. Pencegahan awal: hindari memakan atau minum makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin, hindari juga yang terlalu manis. Jaga pola makan agar perut tidak sampai kosong, terlebih di musim penghujan yang bersuhu dingin. Jangan langsung menyikat gigi sehabis makan makanan asam, zat asam bisa mengikis lapisan email pada gigi. Tunggu sampai zat asam tersebut netral di mulut, kemudian baru menyikat gigi.

3. Cara menyikat gigi yang tidak tepat.
Menyikat gigi yang tidak tepat juga bisa menyebabkan kita sakit gigi. Bukan tidak mungkin saat menyikat gigi, lapisan pelindung gigi ataupun bagian bawah akan terkikis. Lambat laun hal ini akan mengakibatkan nyeri dan sakit pada gigi, terlebih pada gigi yang sensitif. Untuk mencegah hal ini terjadi, mulai lah menyikat gigi secara benar. yaitu secara melingkar berlawanan dengan arah jarum jam. Pakailah pasta gigi khusus untuk jenis gigi sensitif. Jika dilakukan secara teratur, maka sakit gigi bisa dihindari sejak dini.

4. Faktor cuaca dan lingkungan.
Seperti yang sudah saya singgung diatas, bahwa perubahan suhu yang terlalu ekstrim dapat memicu timbulnya nyeri pada gigi. terlebih pada gigi yang sudah berlubang dan gigi sensitif. Lakukan cara diatas untuk mencegah munculnya nyeri saat menjumpai perubahan suhu yang ekstrim di lingkungan kita. Jaga kondisi tubuh tetap fit, karena perubahan cuaca ini bisa juga menjadi penyebab datangnya penyakit lain selain sakit gigi.

Selain itu, penyebab sakit gigi juga dikarenakan terjadinya  peradangan pada bagian tengah gigi yang disebut pulpa. Pada bagian pulpa tersebut terdapat banyak ujung-ujung saraf yang sangat sensitif terhadap rasa sakit.

Peradangan pada bagian pulpa dapat disebabkan karena gigi yang berlubang. Sisa-sisa makanan (terutama makanan manis) yang tertinggal pada gigi dapat menjadi media subur bagi bakteri untuk tumbuh.

Bakteri-bakteri di gigi tersebut akan menghasilkan asam yang dapat merusak enamel (lapisan pelindung gigi), sehingga akhirnya menimbulkan lubang pada gigi.
Rasa sakit pada gigi yang berlubang terasa semakin parah terutama setelah makan atau minum sesuatu yang manis, panas, atau dingin.

Selain karena gigi berlubang, peradangan pada pulpa juga dapat disebabkan karena beberapa hal, seperti abses (nanah pada bagian dasar gigi akibat infeksi bakteri), gigi retak, penyusutan gigi, dan tumbuh gigi baru yang terjepit di antara gigi lainnya.

Cara Mencegah Sakit Gigi

Agar terhindar dari sakit gigi, berikut beberapa langkah pencegahan yang perlu kita lakukan:


  1. Kurangi konsumsi gula. Makanan-makanan manis yang tinggi kandungan gula seperti permen, kue-kue, cokelat, dan lain-lain, dapat menimbulkan kerusakan gigi yaitu gigi berlubang. Gigi berlubang akan memicu timbulnya peradangan pada gigi sehingga menyebabkan sakit gigi.
  2. Jagalah selalu kebersihan dan kesehatan gigi dan rongga mulut dengan cara rajin menggosok gigi (setidaknya 2 kali sehari) dan berkumur-kumur dengan obat kumur (cairan pembersih mulut) yang mengandung antikuman.
  3. Memeriksakan gigi ke dokter gigi secara teratur setiap 6 bulan sekali juga dapat membantu untuk mencegah timbulnya sakit gigi.


Cara Mengatasi Sakit Gigi

Ketika mengalami sakit gigi, tentunya kita perlu melakukan langkah-langkah penanganan dan pertolongan pertama sebelum ke dokter untuk meredakan nyeri dan ngilu yang dirasakan.
Berikut ini beberapa pertolongan pertama yang perlu dilakukan saat mengalami sakit gigi :


  • Segera berkumur-kumurlah dengan air hangat.
  • Gunakan dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menyelip di antara sela-sela gigi.
  • Gunakan obat-obatan antiseptik untuk membersihkan bagian yang diduga sebagai sumber penyebab sakit gigi.
  • Minum obat-obatan penghilang rasa sakit seperti parasetamol untuk meredakan nyeri sakit gigi. Selain itu, kita juga dapat menggunakan obat-obat khusus untuk mengobati sakit gigi. Obat-obatan tersebut dapat kita beli di apotik.

Obat-obatan kima tertentu memang dapat menghilangkan rasa sakit. Namun, satu hal yang perlu diingat adalah jangan pernah menggunakan obat-obatan kimia tersebut dengan cara langsung dibubuhkan ke bagian yang sakit, karena dapat merusak jaringan gusi.

Selain melakukan langkah-langkah pertolongan pertama di atas, kita juga dapat menggunakan bahan-bahan alami untuk meredakan nyeri sakit gigi. Jika sakit gigi berlanjut sampai pada tahap yang sangat menyakitkan segeralah periksa ke dokter spesialis gigi dan minta resep dokter untuk mengobati sakit nyeri pada gigi Anda.

akan tetapi tidak boleh dicabut jika gigi masih terasa sakit dan hal ini tidak dianjurkan oleh dokter spesilis gigi atau dokter umum, karena ini bisa mengakibatkan fatal bagi kondisi dan stamina tubuh kita, seperti infeksi pada bagian gigi yang telah dicabut sehingga mengakibatkan demam tinggi yang bisa mengancam nyawa Anda.

Demikianlah informasi Saya tentang penyebab, pencegahan, dan cara mengatasi sakit gigi. Semoga bermanfaat bagi Anda dan seluruh pembaca ya artikel blog ini ya..Terima kasih..