Tampilkan postingan dengan label tata surya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tata surya. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2016

Proses Terjadinya Gerhana Bulan



Pengertian gerhana bulan adalah peristiwa matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis atau sejajar sehingga bayangan bumi menutupi sebagian atau keseluruhan bulan. Proses terjadinya gerhana bulan dari wikipedia adalah saat bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis yang sama. Akibatnya, sinar matahari tidak sampai ke bulan karena terhalang oleh bumi.  

Bulan merupakan satelit bumi dimana keberadaannya selalu mengitari bumi. Hampir semua planet di galaksi kita ini mempunyai satelitnya masing- masing. Bahkan beberapa planet di tata surya memiliki satelit alam yang jumlahnya lebih dari satu. Dan satelit yang dimiliki planet bumi hanya berjumlah satu, yakni yang kita kenal dengan sebutan bulan ini.

Selain menjadi satelit bumi, bulan ini juga berperan sebagi sumbel cahaya alami bagi bumi pada waktu malam hari dimana pada waktu malam hari matahari tidak kelihatan sinarnya untuk menerangi bumi. Maka dari itu sumber cahaya alami yang kita miliki adalah bulan dan juga bintang- bintang yang bertebaran di langit.

Sebenarnya bulan ini tidak bisa mengeluarkan cahayanya sendiri, karena bulan bukan termasuk bintang. Cahaya yang bersumber dari bulan merupakan cahaya dari matahari yang mengenai bulan, sehingga bulan tampak seperi bercahaya pada waktu malam hari. sedangkan pada siang hari, bulan yang disinari oleh matahari terlalu kalah dengan sinar matahari yang mengenai bumi sehingga bulan tersebut menjadi tidak kelihatan.

Bila kita nikmati dari sisi estetika atau keindahan, gerhana bulan ini adalah peristiwa yang indah sekali. Pemandangan yang dihasilkan dari peristiwa gerhan bulan ini dapat dijadikan objek fotografi yang sangat indah. Terlebih jika gerhana bulan terjadi pada saat kondisi langit sedang cerah. Hal ini akan dimanfaatkan banyak fotografer untuk mengabadikan momen berharga ini.

Meskipun euforia datangnya gerhana bulan ini tidak seheboh dibandingkan euforia pada saat terjadi gerhana matahari, namun antusias masyarakat untuk meihatnya pun tidak kalah dengan saat terjadi gerhana matahari. Faktor yang menjadikan gerhana bulan tidak seheboh gerhana matahari antara lain karena gerhana bulan ini terjadi pada malam hari sehingga peristiwa agung ini tidak terlalu terlihat mencolok seperti gerhana matahari yang terjadi pada pagi atau siang ataupun sore hari disaat sunia terang oleh sinar matahari.

Hal selanjutnya yakni karena kita lebih sering menyaksikan gerhana bulan bila dibandingkan dengan gerhana matahari karena gerhana bulan ini dapat teramati pada sebagian bumi pada waktu malam hari. Meskipun demikian, tetap saja gerhana bulan ini menjadi momen langka yang mengundang masyarakat untuk menyaksikan dan juga mengabadikan keindahannya.

Proses terjadinya gerhana bulan ini lebih lama jika dibandingkan dengan matahari, meskipun perbedaan waktunya hanya beberapa menit saja. Seperti halnya gerhana matahari,

Proses terjadinya gerhana bulan ini  sebagai berikut :


  • Dimulai ketika bulan yang bersinar terang tiba-tiba tertutup sedikit demi sedikit oleh bayangan hitam. Bayangan hitam tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bayangan dari bumi sendiri.
  • Setelah itu lama-kelamaan bulan yang bulat tadi akan tertutup semakin lama semakin banyak hingga bulan hanya terlihat sebagian dan semakin lama bumi akan terlihat meyabit.
  • Setelah mulai menjadi menyabit, lama- kelamaan bulan akan tampak menghilang karena tertutup penuh oleh bayangan bumi. Ketika saat inilah kita tidak dapat melihat bulan dan bulan seperti menghilang.
  • Setelah bulan tertutup semua dan tampak seperti menghilang, kemudian kita akan menyaksikan bulan kembali muncul dari arah yang pertama kali bulan itu menghilang. Munculnya bulan ini dimulai dari bentuk bulan tersebut sabit, setelah itu bulan tersebut semakin lama akan semakin kelihatan dan menjadi setengah, dan semakin lama akan semakin utuh sehingga tampak lagi seperti semula.


Itulah beberapa proses terjadinya gerhana bulan ini dari awal hingga akhir. Gerhana bulan sendiri ketika terjadinya akan membutuhkan waktu beberapa menit hingga berjam lamanya. Ketika terjadi gerhana bulan ini masyarakat biasanya akan menyaksikan dari menghilangnya bulan dari bagian sedikit sampai munculnya bulan kembali hingga utuh seperti sedia kala.

Banyak orang yang berantusias untuk menyaksikan proses terjadinya gerhana bulan ini pada saat terjadi gerhana bulan. Namun tahukah Anda bagaimana cara untuk melihat gerhana bulan ini dengan jelas? Setiap tahunnya. Diperkirakan gerhana bulan bisa terjadi hingga sejumlah lima kali. Namun gerhana bulan total lebih jarang terjadi daripada gerhana bulan sebagian maupun penumbra.

Jika terjadi gerhana matahari, kita tidak boleh melihat dengan mata telanjang atau melihat secara langsung tanpa menggunakan alat pengaman. Namun berbeda halnya dengan gerhana bulan. Pada saat melihat gerhana bulan, kita diperbolehkan melihat secara langsung atau dengan menggunakan mata telanjang tanpa menggunakan alat pengaman. Hal ini karena sinar dari bulan tidak mengandung radiasi kuat seperti yang dimiliki oleh matahari. Sehingga manusia yang ada di bumi bisa melihatnya dengan aman.

Ada cara- cara tertentu untuk dapat menikmati gerhana bulan ini agar terlihat jelas, yakni dengan menggunakan alat- alat tertentu. alat yang dapat digunakan untuk melihat gerhana bulan ini agar terlihat jelas adalah teropong dan juga teleskop. Dengan menggunakan teropong dan juga teleskop maka kita akan lebih jelas melihat prosesi gerhana bulan ini.

Rabu, 26 Oktober 2016

Pengertian Tentang Alam Semesta

 Alam Semesta adalah alam yang merupakan suatu ruangan atau selungkup dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit beserta bintang sebagai atapnya. Jadi, alam semesta itu bisa di artikan suatu ruangan yang  sangat besar yang di dalamnya terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik, serta di dalamnya terjadi segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan oleh manusia mahupun yang tidak.

kata “alam” memiliki arti segala yang ada di langit dan di bumi (seerti bumi, bintang, kekuatan). Sedangkan kata “semesta” berarti seluruh; segenap; semuanya: semua yang ada di alam – tidak dapat lepas dari takdirnya masing-masing; (berlaku untuk) seluruh dunia, universal.

Alam semesta itu terdiri dalam berbagai aspek, termasuk tenaga dan radiasi serta hal yang telah diketahui dan baru dalam tahap percaya bahawa pasti ada di antariksa. Bumi, planet-planet dan matahari yang termasuk dalam alam semesta hanyalah merupakan titik kecil di antara lebih dari 200 juta bintang penyusun galaksi bimasakti. Matahari merupakan satu di antara bermilion-milion bintang di alam semesta dan kemungkinan setiap bintang mempunyai susunan tata surya seperti tata surya matahari. Perhitungan sampai ke angka 200 miliyar bintang baru untuk sebuah galaksi.

Awalnya para ilmuan astronom menetapkan bahwa manusialah yang sebagai pusat, yang diberi nama teori egosentris. Setelah itu mereka menetapkan bumi yang menjadi pusat yang ditokohi oleh Cladius Ptolemeus. Teori ini dikenal dengan geosentris. Namun setelah itu Nicolas Copernicus mengungkap teori baru di mana matahari dijadikan pusat alam semesta, heliosentris. Namun saat ini mereka baru menyadari bahwa teoritersebut lebih cocok digelayutkan pada tata surya. Dan tata surya hanyalah sebagian dari galaksi, dan galaksi adalah satu kumpulan bintang dari banyak kumpulan bintang di alam semesta.

Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, dan galaksi.

Alam semesta, menurut orang Babylonia (kuranglebih 700-600 SM), merupakan suatu ruangan atau selungkup dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit beserta bintang sebagai atapnya. Jadi, alam semesta atau jagat raya adalah suatu ruangan yang maha besar yang di dalamnya terdapat kehidupan yang biotic dan abiotik, serta di dalamnya terjadi segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan manusia maupun yang tidak.

Di abad 19, gagasan yang umum adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya sampai sekarang ini.




Bagaimana Terbentuknya Matahari ?



Bagaimana Proses Terbentuknya Matahari? ika Anda ingin jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini, dengan membaca artikel ini mudah-mudahan akan menjadi pengalaman yang mencerahkan. Proses pembentukan Matahari adalah yang pertama dari serangkaian peristiwa penciptaan jagad raya. Baca terus, untuk mengetahui bagaimana bola api yang dahsyat itu menyala.

Matahari adalah poros sentral di seluruh sistem tata surya kita. Sejak zaman dahulu, dari awal peradaban manusia, Matahari disembah sebagai sumber energi, kehidupan, dan harapan. Tidak ada pemandangan yang bisa dibandingkan dengan keindahan Matahari merah, muncul saat fajar dalam segala kemuliaan. Pemikiran semakin meningkat, Matahari memancing rasa ingin tahu dari dalam diri kita, bagaimana bola api super besar ini terbentuk.

Matahari terbentuk dari awan gas dan debu yang mengerut. Partikel gas di tepi luar awan itu, atau nebula, mulai jatuh ke pusat, dan gravitasi partikel-partikel ini bersama-sama menarik atom lebih banyak lagi. Selama 10 juta tahun, awan gas itu bertambah mampat dan panas. Kemudian suatu perubahan penting terjadi pada intinya. Karena tarikan gravitasi, tekanan yang makin besar memaksa inti-inti atom berpadu dalam proses fusi nuklir, dan mengeluarkan energi sangat besar. Begitu api intinya menyala, Matahari telah menjadi bintang

Berikut ini adalah beberapa proses terbentuknya Matahari :

1. Runtuhan Awan Gas Dipengaruhi Tekanan Gravitasi
Semua struktur besar yang pernah dibuat di alam semesta dipengaruhi oleh gravitasi. Sekitar 6 miliar tahun yang lalu, awan Hidrogen besar ultra dingin, yang berisi sisa-sisa bintang mati dari masa lalu, runtuh di bawah tekanan gravitasi. Sisa-sisa bintang sebelumnya terkandung di gumpalan awan campuran debu dan gas (Nebula) ini, dalam bentuk elemen berat yang disintesis menjadi komposisi bintang, yang bisa disebut pendahulu Matahari. Alam semesta terus mendaur ulang materi-materi sepanjang waktu.
Jadi, awan gas dan debu antarbintang mulai runtuh di bawah pengaruh gravitasi. Runtuhnya ini telah dipicu oleh ledakan supernova terdekat atau peristiwa lain dengan output energi tinggi. Karena elemen berat yang mengandung gas ini mulai runtuh, maka energi potensial gravitasi mengubahnya menjadi energi panas dan gas hingga terus mengembang.

2. Tarikan Gravitasi
Selagi nebula terus berputar, gravitasi menarik materi ke pusat. Atom gas yang tertarik jatuh ke tengah menuju inti semakin banyak, sehingga kemampatan dan suhu terus meningkat. Akibatnya, inti dalam yang panas mulai memijar.

3. Hampir Menjadi Bintang
Dengan mengerut lebih jauh lagi, inti yang cerah itu mengecil sampai kira-kira 50 kali ukuran Matahari sekarang. Atom-atom terus jatuh ke dalam inti, dan di situ gravitasi yang sangat kuat memampatkannya menjadi sangat padat.

4. Sebuah Bintang Lahir
Setelah mengecil terus selama 10 juta tahun, Matahari muda menjadi mantap pada ukuran sedikit di atas ukurannya sekarang. Suhu intinya telah mencapai 10 juta° Kelvin dan reaksi inti pun mulai.

5. Matahari sekarang
Pada umurnya sekarang 4,6 miliar tahun, Matahari telah membakar kira-kira setengah hidrogen dalam intinya. Pembakaran ini akan terus berlangsung lima miliar tahun lagi.

Jadi ini adalah proses terciptanya Matahari yang berasal dari debu dan gas dari bintang sebelumnya. Matahari awal ini memiliki cakram yang memutar materi di sekitarnya, yang akhirnya terkondensasi ke dalam sistem tata surya, seperti yang kita tahu saat ini.