Tampilkan postingan dengan label penyakit stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit stroke. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2016

Penyebab Penyakit Stroke dan Cara Pencegahannya


Penyakit stroke adalah suatu penyakit dengan kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Stroke merupakan kondisi kesehatan yang serius yang membutuhkan penanganan cepat.

Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Karena itu semakin cepat penderita ditangani, kerusakan yang terjadi pun semakin kecil bahkan kematian bisa dihindari. Jika Anda merasakan serangan stroke atau melihat orang lain terserang stroke, segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulans.

Jumlah penderita stroke di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya. Pada akhir tahun 2012 lalu, sebuah lembaga kesehatan mencatat telah terjadi sekitar 500.000 kasus penderita stroke dengan angka 12.500 orang meninggal akibat penyakit tersebut. Sementara sisanya mengalami cacat, baik ringan maupun berat. Karena itu pengobatan awal serta pencegahan menjadi perang penting dalam memerangi stroke.

Ada dua faktor yang merupakan penyebab stroke yaitu faktor resiko medis dan faktor resiko perilaku, dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Faktor risiko medis
Faktor resiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke antara lain hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturnan) dan migren (sakit kepelah sebelah). Menurut data statistik 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis.

2. Faktor risiko perilaku
Faktor resiko perilaku disebakan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, menkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol gemar mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food dan junk food). Faktor resiko perilaku lainnya adalah kurangnya aktifitas gerak / olah raga dan obesitas. Salah satu pemicunya juga adalah susasana hati yang tidak nyaman seperti sering marah tanpa alasan yang jelas.

Penyakit stroke memang identik dengan penyakit orang tua, tapi tidak menutup kemungkinan penyakit stroke juga bisa menyerang bagi siapa saja dan tanpa mengenal usia sekalipun. Hal ini dikarenakan faktor resiko perilaku yang semakin tidak terkendali.

Namun penyakit stroke tetap dapat Anda cegah dengan beberapa langkah dibawah ini seperti :


  • Hindari dan Hentikan Kebiasaan Merokok

Kebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal.


  • Periksa tensi darah secara rutin.

Tekanan darah tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, selalu cek tensi darah secara teratur. Hal tersebut untuk mengetahui seberapa tekanan darah anda, jika mengalami tekanan darah yang tidak normal, akan ada pencegahan dini untuk tidak menjurus ke ancaman penyakit stroke.


  • Kendalikan penyakit jantung. 

Jika Anda mempunyai gangguan ataupun gejala penyakit jantung seperti kadar kolesterol tinggi dan detak yang tidak teratur, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Konsumsi makanan yang tidak mengandung banyak kolesterol.
Atasi dan kendalikan stres dan depresi
Stres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang.


  • Makanlah makanan yang sehat

Anda mungkin sudah mendengarnya ribuan kali, namun penting artinya bila Anda disiplin memakan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari. Hindari makan daging merah terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Konsumsi makanan berserat dapat mengendalikan lemak dalam darah.


  • Atasi dan kendalikan stres dan depresi. 

Penyabab terbesar stroke pada saat ini banyak diakibatkan stres dan terlalu banyak pikiran.


  • Pantau berat badan atau hindari obesitas. 

Anda Mempunyai badan yang terlalu gemuk atau obesitas akan meningkatkan risiko terhadap hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke. Atur pola makan anda secara terkontrol dan teratur.


  • Kurangi garam. 

Memakan makanan yang memiliki kandungan garam tinggi akan meningkatkan tekanan darah anda atau hipertensi, hipertensi penyebab terbesar pula untuk resiko ancaman penyakit stroke.


  • Berolahraga secara teratur

Melakukan aktifitas fisik secara teratur seperti olah raga dan sebagainya akan mudah membantu Anda untuk menurunkan tekanan darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah di seluruh tubuh anda.


  • Kurangi alkohol

Tahukah Anda bahwa narkotika dapat meningkatkan risiko stroke. Oleh karena itu sebaiknya Anda menghindari narkotika tak terkecuali dengan alkohol. Jika sudah kecanduan, Anda bisa menguranginya sedikit demi sedikit tidak lebih dari dua takaran dalam sehari.

Itulah penjelasan mengenai penyebab penyakit stroke dan cara pencegahannya, Semoga artiel ini bisa bermanfaat dan berguna untuk dijadikan info agar menjadi pintar bagi anda dan seluruh pembaca blog ini, Terima kasih..





Selasa, 06 Desember 2016

Mengetahui Penyebab Kaki Sering Kesemutan dan Bagaimana Cara Mengatasinya



 

Hampir setiap orang sepertinya pernah mengalami kesemutan. Bagian tubuh yang sering mengalami kesemutan adalah kaki. Kaki sering kesemutan biasanya terjadi karena duduk bersila terlalu lama ataupun ketika kaki tertindih. Namun Anda jangan khawatir, kesemutan yang seperti ini adalah normal dan tidak berbahaya, karena pada saat kaki tertindih ataupun saat duduk bersila terjadi tekanan pada pembuluh darah sistem saraf. Cara paling efektif untuk mengatasi hal ini adalah dengan meluruskan kaki.

Akan tetapi, jika kaki sering kesemutan tanpa adanya sebab seperti di atas, maka kita jangan menganggap itu suatu yang normal karena ada penyakit-penyakit atau kondisi medis yang menjadi penyebabnya.

Dalam hal ini kita juga harus mengamati bagian kaki mana yang sering kesemutan, apakah kedua kaki atau salah satu, apakah di ujung jari-jari, telapak kaki, jempol kaki dan lain-lain serta gejala apa yang menyertainya misalnya disertai rasa sakit dari paha sampai kaki, rasa kebas, atau kelemahan pada kaki. Informasi ini sangat berharga bagi dokter untuk menegakkan diagnosis kaki kesemutan yang Anda alami.

Inilah beberapa penyebab kaki kita sering mengalami kesemutan dan cara mengatasinya :

1. Malnutrisi

Penyebab yang pertama adalah karena malnutrisi. Malnutrisi sendiri yaitu kekurangan vitamin B, terutama vitamin B1, B6 dan juga B12. Gejala kesemutan yang disebabkan oleh hal ini adalah kesemutan terjadi pada kedua kaki. Cara mengatasinya pun sangat mudah, yaitu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin tersebut ataupun dengan cara mengonsumsi suplemen vitamin kompleks.

2. Diabetes

Biasanya kesemutan pada kedua kaki, ujung-ujung jari. Disertai dengan gejala diabates seperti sering buang air kecil, terutama malam hari saat tidur, sering merasa haus, sering merasa lapar, banyak makan tapi badan lemas. Diabetes bisa menjadi penyebab kaki kesemutan karena gula darah yang tinggi dapat merusak saraf-saraf tepi. Untuk mengetahui kita harus melakukan pemeriksaan gula darah. Untuk mengatasi kesemutan akibat diabetes ini, maka gula darah harus terkontrol agar selalu berada pada level normal dengan obat-obatan yang diberikan dokter, disamping itu harus rajin olah raga seperti senam diabetes, serta suplementasi vitamin neurotropik.

3. Saraf terjepit

Penyebab kaki sering kesemutan selanjutnya adalah karena saraf terjepit. Kesemutan yang terjadi akibat saraf terjepit biasanya terjadi pada salah satu kaki ataupun pada bagian tertentu sesuai dengan saraf yang terjepit. Selain kesemutan, bagian tubuh yang terkena saraf terjepit juga akan mengalami gejala lainnya seperti rasa kebas serta rasa nyeri pada area saraf yang terjepit. Jika kesemutan disebabkan oleh hal ini maka Anda harus berobat ke dokter untuk mendapatkan penangangan lebih lanjut.

4. Penyakit Peripheral arteri

Peripheral artery disease (PAD), juga disebut sebagai penyakit pembuluh darah perifer, atau PVD, yang merupakan penyempitan atau penyumbatan arteri akibat penumpukan lemak dan kolesterol di dinding pembuluh darah arteri, sebagai akibatnya aliran darah ke kaki tidak lancar bahkan terhambat sehingga saraf kakurangan oksigen dan nutrisi, maka timbullah kesemutan pada kaki.

5. Kecanduan alkohol

Berikutnya adalah karena alkohol. Seseorang yang sering mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan kesemutan. Hal ini dikarenakan mengonsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan keusakan saraf yang ditandai dengan terjadinya kesemutan.

Selain karena kecanduan alkohol, saraf terjepit ataupun karena penyakit peripheral arteri, penyebab dari kesemutan juga dapat dipastikan dengan beberapa cara. Salah satunya yaitu  dengan menanyakannya ke dokter. Untuk memastikannya, beberapa tes mungkin dilakukan, mulai dari pemeriksaan cairan serebrospinal, tes MRI, biopsi saraf, tes darah dan elektromiogram.

Akan tetapi sebelum menjalani pemeriksaan medis, biasanya dokter akan menanyakan beberapa gejala yang Anda alami, kondisi lingkungan kerja, riwayat penyakit keluarga, riwayat kesehatan serta gaya hidup Anda. Setelah Anda didiagnosis pastinya akan lebih mudah untuk mengatasi kesemutan.

Sebagai contoh jika kesemutan disebabkan karena diabetes, maka dokter akan mengingatkan Anda untuk selalu mengontrol kadar gula dalam darah, menerapkan gaya hidup sehat ataupun dengan cara beraktifitas fisik.

Namun Anda jangan khawatir, karena tangan ataupun kaki sering kesemutan dapat diminimalisir dengan cara menerapkan pola dan gaya hidup yang lebih sehat, seperti olahraga secara teratur, menjaga berat badan agar lebih ideal, berhenti merokok, serta menghindari terpapar racun.

Pada dasarnya perawatan bisa dilakukan sesuai dengan jenis penyebab kesemutan yang sering terjadi. Anda bisa menilai kapan Anda mulai kesemutan, apakah kesemutan itu rutin atau hanya karena beberapa tekanan pada kaki dan tangan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi kesemutan :


  • Melakukan peregangan

Melakukan peregangan adalah cara paling efektif untuk mencegah kesemutan. Jika Anda seringkali duduk ataupun berdiri dalam jangka waktu yang lama, cobalah untuk menggerakkan badan dalam  beberapa menit. Anda bisa melakukan peregangan setiap satu jam sekali.


  • Menghindari alkohol

Seperti yang Anda ketahui salah satu penyebab kesemutan adalah kecanduan minuman beralkohol. Untuk itu, cara terbaik untuk mencegahnya adalah menghindari minuman beralkohol. Hal ini karena minuman beralkohol dapat menyebabkan defisiensi vitamin B, termasuk vitamin B1. Dimana fungsi dari vitamin tersebut adalah menjaga kesehatan jaringan saraf.


  • Memenuhi vitamin B1, B6, dan B12

Cara mencegah kesemutan selanjutnya adalah dengan cara memenuhi asupan vitamin B, terutama vitamin B1, B6 dan B12. Selain dapat melancarkan metabolisme tubuh, vitamin tersebut dapat menjaga jaringan saraf agar berfungsi dengan baik.


  • Mandi air hangat

Mandi air hangat sebelum tidur juga dapat memberikan manfaat kesehatan. Selain dapat membuat tubuh rileks, mandi air hangat juga dapat membantu mengendurkan otot-otot tegang di tangan dan juga di kaki.

Nah itulah beberapa penyebab kaki sering kesemutan dan cara mengatasinya. Namun jika Anda mengalami kesemutan disertai dengan kelemahan di sisi tubuh, mati rasa, sakit kepala dan kesadaran menurun. Sebaiknya Anda segera minta tolong seseorang untuk  membawa ke dokter. Karena hal ini merupakan salah satu gejala dari penyakit stroke.










Kamis, 10 November 2016

Faktor Penyebab Kurang Tidur dan Akibatnya Bagi Kesehatan




Mungkin Anda sering mendengar sebuah peringatan ataupun nasihat yang mengatakan bahwa "Jangan Begadang", itu dikarenakan begadang bisa menyebabkan kita kurang tidur yang dapat merigukan kesehatan.

Penyebab kurang tidur dapat bersifat fisik, psikologis, atau kombinasi dari keduanya. Seseorang yang tidur kurang dari delapan jam per malam secara teratur dapat menderita kurang tidur atau gangguan tidur lainnya.

Kurang tidur secara terus menerus dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti kelelahan, depresi, dan penyakit jantung. Ada beberapa penyebab kurang tidur yang harus diperhatikan. Menyadari penyebab gangguan tidur dan akibatnya bagi kesehatan mungkin dapat membantu Anda mengatasi masalah kesehatan yang serius. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab kurang tidur:

1. Gaya hidup
Pola makan yang buruk dan asupan alkohol yang berlebihan adalah penyebab umum dari kurang tidur. Bekerja shift malam juga dapat mempengaruhi kemampuan orang untuk mendapatkan pola tidur normal. Membuat perubahan kecil pada gaya hidup Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk tidur secara signifikan.

2. Usia
Faktor risiko lain dari kurang tidur adalah usia. Orang lansia cenderung tidur lebih sedikit daripada orang muda, maka mereka lebih cenderung mengalami kurang tidur dibandingkan dengan orang yang lebih muda.

3. Obat
Obat-obatan dapat mengubah irama normal tubuh Anda sehingga mengubah pola tidur Anda dan menyebabkan kurang tidur. Beritahu dokter Anda jika Anda menderita gangguan tidur, terutama jika Anda konsumsi obat.

4. Kondisi medis
Beberapa kondisi medis dapat mempengaruhi kondisi mental dan fisik anda yang secara tidak langsung dapay menyebabkan kurang tidur.

5. Gangguan tidur klinis
Jika penyebab kurang tidur tidak jelas, orang bisa menderita gangguan tidur klinis. Gangguan tidur seperti insomnia dan narkolepsi dapat mendasari masalah bagi individu yang menderita kurang tidur.

Tidur merupakan salah satu aktivitas rutin yang dilakukan mahkuk hidup terutama manusia, mengistirahatkan tubuh dan pikiran dimalam hari memang penting. Itu karena, dengan tidur di malam hari bisa membuat tubuh kembali bugar dan segar ketika bangun dipagi hari. sehingga kita akan lebih siap menghandapi tantangan atau kondisi yang berat dan memlelahkan. kebalikanya jika kurangnya jam tidur bisa berdampak negatif bagi kesehatan tubuh, akibatnya tubuh akan lemas dan sulit berkonsentrasi.

Nah berikut di bawah ini adalah bahaya akibat kurang tidur bagi kesehatan, diantaranya :

1. Resiko Terjadinya Kecelakaan

Untuk anda yang setiap hari beraktifitas dengan berkendara memakai sepedah motor dan mobil, maka anda wajib memiliki jadwal istirahat yang cukup di malam hari. di karenakan jika jam istirahat tidur anda di malam hari kurang, maka anda akan kurang fokus saat menyetir kendara. Ini bisa membahayakan nyawa anda. sebuah penelitian di Amerika mengemukakan, bahwa kualitas tidur yang rendah bisa menyebabkan kecelakan dan cedera saat bekerja.

2. Terjadinya Depresi

Kurangnya tidur secara signifikan dapat meningkatkan gejala depresi. Dalam sebuah jajak pendapat pada tahun 2005, orang-orang yang menderita kecemasan atau depresi diminta untuk menghitung kebiasaan tidur mereka. Dari situ terungkap bahwa sebagian besar responden memiliki jam tidur kurang dari enam jam di malam hari. Mereka banyak yang mengalami Insomnia, dan insomnia ini sering dikaitkan dengan depresi. Celakanya, bak lingkaran setan, gejala depresi itu sendiri juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk tertidur.

3. Daya tahan Tubuh Menjadi Lebih Lemah

Dengan daya tahan tubuh yang menurun akibat kekurangan tidur, anda bisa dengan mudah terserang oleh virus yang ringan seperti flu, batuk, atau sakit kepala yang bisa mengakibatkan terganggunya aktivitas pekerjaan kita dalam keseharian.

4. Emosional Tidak Stabil

Kekurangan tidur dalam 6 sehari bisa mempengaruhi emosional kita semakin tidak stabil seperti sering marah-marah tidak jelas, kelihatan murung dan sering mengalami stress disela aktifitas anda sehari-hari.

5. Risiko Diabetes

Sebuah penelitian di tahun 2012 meneliti hubungan antara kurang tidur dan resistansi insulin, tanda faktor risiko diabetes. Penlitian itu menemukan bahwa di antara remaja yang sehat, tidur terpendek memiliki resistensi insulin tertinggi, yang berarti tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif, dengan demikian salah satu akibat kurang tidur adalah meningkatnya risiko terkena penyakit diabetes (kencing manis).

6. Risiko Terkena Penyakit Kanker

Sebuah studi pada tahun 2010 menemukan bahwa di antara 1.240 orang yang terkena kanker kolorektal (kanker usus), 338 diantaranya memiliki rata-rata waktu tidur malam kurang dari enam jam. Bahkan setelah mengendalikan faktor risiko yang lebih tradisional, polip usus lebih umum terjadi pada orang yang kurang tidur. Akibat kurang tidur lainnya pada penyakit kanker yaitu meningkatkan angka kekambuhan pada pasien kanker payudara. Penulis studi menyimpulkan bahwa tidur yang cukup dan lebih baik merupakan sebuah pendekatan yang sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko dan kekambuhan kanker.

7. Tubuh Kita Menjadi Kegemukan atau Obesitas

Beberapa orang meyebutkan kurang tidur bisa mengurangi berat badan, jelas saja hal ini tidak benar. Karena saat kita terjaga dimalam hari maka hasrat atau nafsu makan kita akan meningkat, sehingga membuat perut kita akan merasa lapar. Kebiasan makan atau sekedar ngemil dimalam hari bisa mengakibatkan kegemukan atau obesitas.

8. Mengakibatkan Kita Menjadi Gampang Lupa

Anda mungkin ingat suatu hari ketika Anda begitu lelah, jadi pelupa dan tidak fokus karena malamnya hanya tidur sebentar. Tahukah Anda bahwa kurang tidur dapat menyebabkan masalah kognitif permanen. Semakin sedikit kita tidur, semakin sedikit kita mendapatkan keuntungan proses penyimpanan memori saat tidur. Bahkan, kerusakan otak dapat terjadi akibat kurang tidur terus menerus.

9. Kulit Menjadi Rusak

Hanya satu malam saja tidak tidur dapat menyebabkan mata bengkak dan kulit pucat. Jika seseorang terus saja mengalami kurang tidur, kerusakan ini dapat menjadi permanen. Lingkaran hitam di bawah mata, kulit dan garis-garis halus pucat di wajah bisa menjadi permanen. Elastisitas kulit juga bisa menjadi rusak dari waktu ke waktu ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup.

10. Risiko Terkena Penyakit Stroke

Salah satu penyakit yang berbahaya akibat kurang tidur adalah terserang penyakit stroke, tidur pendek bisa meningkatkan risiko stroke, menurut penelitian tahun 2012. Orang dewasa yang terbiasa tidur kurang dari enam jam permalam memiliki empat kali

Maka dari itu. Orang yang mengalami kurang tidur atau gangguan tidur lainnya harus mencari bantuan medis untuk menentukan apakah penyebab dari kurang tidur adalah tanda masalah kesehatan yang serius. Dalam kebanyakan kasus, mengobati penyebab yang mendasari kurang tidur dapat meningkatkan pola tidur dan kualitas hidup anda.

Demikianlah ulasan pengetahuan Saya tentang faktor penyebab kekurangan tidur dan dampaknya bagi kesehatan, Semoga ulasan Saya ini bisa membuat Anda tidur secara teratur dan bisa menambah pengetahuan Anda. Terima kasih..















Sabtu, 05 November 2016

Gejala Dan Penyebab Penyakit Stroke




Mengenal penyakit stroke, mulai dari gejala dan penyebab penyakit Stroke.  Apa itu stroke? Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. Dengan kata lain penyakit stroke ini merupakan penyakit pembuluh darah otak (serebrovaskuler) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) hal ini disebabkan karena adanya penyumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah menuju otak sehingga pasokan darah dan oksigen ke otak berkurang dan menimbulkan serangkaian reaksi biokimia yang akan merusakkan atau mematikan sel-sel saraf otak.

Nah berikut dibawah ini akan Saya jelaskan topik mengenai gejala, penyebab dan cara pencegahan penyakit Stroke. Mari kita sama-sama menyimak ulasan ini..

Gejala Penyakit Stroke

Sebelum stroke, banyak pasien akan memiliki beberapa hari sakit kepala, dicampur dengan pusing, tangan dan kaki seperti mati saraf, muntah, tinnitus, namun, hal ini mungkin hanya beberapa menit sebelum stroke terjadi. Jika seseorang menderita stroke, ia tiba-tiba kehilangan kesadaran, tapi sebelum ia terpuruk, biasanya mengeluh bahwa mereka merasakan sakit kepala yang sangat parah. Wajahnya mungkin menjadi seperti lilin putih, tetapi dalam kebanyakan kasus, wajah cenderung terlihat berwarna merah padam dan kesulitan bernapas. Mulut terbuka dengan dorongan untuk bernapas.

Pada titik ini, selalu dapat ditemukan beberapa kelumpuhan, misalnya : bola mata sedikit lesu, mengecil, pipi agak tidak simetris, atau anggota badan kaku, atau satu sisi dari tangan dan kaki terjuntai ke bawah.

Adapun bebrapa gejala penyakit Stroke yang seperti di jelaskan di bawah ini :

1. Mengalami kelumpuhan
Penderita yang mengalami gejala stroke pada tahap ringan biasanya penderita akan mengalami kelumpuhan ada bagian tangan maupun pada bagian kaki mereka. jika yang terjadi pada tahap ringan, maka kelumpuhan yang terjadi biasanya berlangsung hanya satu hari atau dalam  hitungan jam saja. Namun jika anda mengalami sakit stroke sudah masuk pada tahap yang sangat parah maka hal ini tidak akan mungkin bisa disembuhkan.

2. Sering kesemutan
Jika anda sedang mengalami sakit stroke masih pada tahap ringan. Pada yang mengalami gejala stroke biasanya dia akan merasakan kesemutan yang terutama pada daerah pergelangan tangan maupun pada kakinya.

3. Hilang keseimbangan
Orang sedang mengalami gejala stroke biasanya akan mengalami kehilangan tingkat keseimbangannya. Pada saat berjalanan secara tiba tiba dia tidak mampu untuk melakukan keseimbangan pada tubuhnya dan salah satu tubuh nya akan lebih condong yang menyandar ke tembok pada sesuatu yang bisa saja dijadikan sandaran bagi nya.

4. Pusing
Salah satu dari gejala stroke biasanya penderita akan merasakan pusing kepala. Pusing yang terjadi tidak hanya pada pusing biasa saja, melainkan rasa pusing seperti vertigo. Orang yang sedang mengalami vertigo adanya kaitannya dengan sakit stroke, karena vertigo yang merupakan penyakit umum ditandai dengan adanya macam penyakit didalam tubuh. Masalah itu akan menjadi sebuah indikasi bahwa pada gejala sakit stroke yang ada didalam tubuh kita.

5. Perubahan pada perilakunya
Orang yang mengalami stroke berat biasanya mengalami perubahan perilaku. Perilakunya itu seperti tidak dikehendakinya, perilakunya seperti anak kecil dan tidak seperti dirinya sendiri. Tidak hanya itu saja, orang yang mengalami stroke berat mudah marah tidak jelas, apa-apa yang dilakukan orang lain tidak menjadi keinginan dan juga kehendaknya.

6. Susah menelan
Orang yang mengalami sakit stroke biasanya dia akan mengalami kesulitannya untuk menelan makanan, karena yang terjadi pada tenggorokan yang akan menjadi tidak elastis, sehingga pada saat anda menelan makanan maupun minuman yang akan masuk kedalam tubuh mengalami kesusahan. Akibatnya pada yang mengalami sakit stroke biasanya pada penurunan kualitas hidupnya dan pada perubahan postur tubuh yang semakin kurus.

7. Pikun
Karena terjadinya menyerang pada bagian otak, maka yang dapat mengalami sakit stroke berat akan mengalami kesulitannya dalam berkonsentrasi. Hal yang terjadi karena pada sel syaraf otaknya mengalami kerusakan.

Nah, untuk itu kita harus mewaspadai gejala penyakit stroke ini, jika menimbulkan gejala seperti diatas segeralah periksa ke dokter terdekat agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun, ada juga beberapa faktor penyebab penyakit dari stroke ini agar kita bisa memahami dan mengerti dalam kehidupan sehari-hari. Faktor yang mnyebabkan seseorang menderita penyakit stroke yaitu faktor Resiko Medis dan faktor Resiko Perilaku. Dengan uraian sebagai berikut :

1. Faktor Resiko Medis
Faktor resiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke antara lain hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturnan) dan migren (sakit kepelah sebelah). Menurut data statistik 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis.

2. Faktor Resiko Perilaku
Faktor resiko perilaku disebakan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, menkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol gemar mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food dan junk food). Faktor resiko perilaku lainnya adalah kurangnya aktifitas gerak / olah raga dan obesitas. Salah satu pemicunya juga adalah susasana hati yang tidak nyaman seperti sering marah tanpa alasan yang jelas.

Demikianlah ulasan Saya mengenai gejala dan penyebab penyakit stroke, semoga bermanfaat bagi Anda dan seluruh pembaca artikel ini. Terima kasih..