Tampilkan postingan dengan label hipertensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hipertensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2016

Penyebab Seseorang Kelebihan Berat Badan ( Obesitas )


Hallo Sobat..!! Kali ini Saya akan membahas mengenai " Kelebihan Berat Badan " atau dalam dunia medis disebut sebagai Obesitas.  Kelebihan berat badan atau Obesitas merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki lemak secara berlebihan yang terkumpul di bagian tubuh tertentu sehingga bisa mengakibatkan efek samping yang tidak baik bagi kesehatan seseorang.

Seperti yang kita ketahui seseorang yang memiliki berat badan secara berlebihan akan menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit kencing manis atau diabetes, dan bisa juga memicu timbulnya penyakit jantung, serta stamina tubuh menjadi cepat lelah.

Selain itu, kelebihan berat badan juga bisa mengakibatkan Hipertensi ( darah tinggi ),  memicu kolestrol meningkat drastis, mengakibatkan seseorang bisa mengalami stroke, dan yang paling membahayakan adalah menimbulkan berbagai jenis penyakit kanker.

Seseorang bisa dikategorikan telah melebihi berat badan atau obesitas, jika orang tersebut sudah mencapai lebih dari 30 kilogram/m2 dalam hitungan Indeks Massa Tubuh ( IMT ). Yang dimaksud dari Indeks Massa Tubuh ( IMT ) yaitu seseorang akan di ukur dari hasil perincian berat tubuh dalam hitungan kilogram dengan ketinggian badan dalam hitungan meter terhadap orang tersebut.




Salah satu penyebab seseorang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas adalah perpaduan pola makan yang di konsumsi secara berlebihan dan kurangnya menjalankan aktivitas olah raga. Disamping itu, hasil survery membuktikan kebanyakan orang mengalami kelebihan berat badan itu disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik dan bisa juga dikarenakan mengkonsumsi jenis obat-obatan yang berlebihan. Sehingga membuat pandangan di kalangan masyrakat tentang kelebihan berat badan ini bukan hanya sekedar disebabkan karena konsumsi makanan yang berlebihan.

Secara umum, orang yang memiliki berat badan yang berlebihan tentunya lebih banyak mengeluarkan tenaga yang besar dari pada seseorang yang berbadan kurus. Maka dari itu sudah pasti orang yang mengalami obesitas tentunya akan membutuhkan asupan makanan lebih dari orang yang memiliki badan kurus agar mendapatkan energi yang cukup untuk menjaga kestabilan berat badannya.

Untuk pencegahan terjadinya kelebihan berat badan atau obesitas, bisa juga dilakukan dengan cara mengikuti program diet. Salah satu program diet itu adalah konsumsi buah-buahan secukupnya dan mengurangi makanan yang banyak mengandung lemak dan sukrosa atau gula. Dan tidak lupa juga untuk mengatur pola waktu jam tidur kita, apabila seseorang mengalami susah tidur otomatis orang tersebut akan cenderung mencari makanan untuk menganjal perut agar menghilangkan rasa laparnya di malam hari sehingga menambah jumlah kalori yang sudah terdapat di dalam tubuhnya.

Kegiatan olah raga juga penting dalam mengurangi berat badan yang berlebihan, dengan melakukan olah raga sebanyak tiga kali dalam seminggu tentu akan mengurangi dan membakar jumlah kalori yang ada dialam tubuh kita. Aktivitas olah raga selain bisa mengurangi jumlah kalori juga dapat menyehatkan tubuh bagi kesehatan kita baca juga : Manfaat Olah Raga Di Pagi Hari dan olah raga yang teratur dilakukan bukan hanya di pagi hari saja tapi bisa juga dilakukan pada saat malam hari yang membuat kondisi tubuh kita tetap dalam keadaan segar dan bugar.

Nah, untuk mendapatkan bentuk badan yang ideal baik itu pria maupun wanita, maka anda harus bisa menjaga pola makan yang sehat dan cukup hingga tidak menimbulkan berat badan yang berlebihan, disamping itu juga diperlukan mengatur jam waktu tidur yang normal dengan tidur secukupnya minimal 6 - 8 jam sehari. Dan tetap melakukan aktivitas olah raga yang teratur agar tetap terjaga kebugaran tubuh kita.


Apabila hal-hal diatas masih juga kurang efektif dalma mengatasi berat badan yang berlebihan, maka anda juga bisa melakukan dengan cara medis yaitu operasi penyedotan lemak. Tentunya harus berkonsultasi dengan dokter yang anda kunjungi. Memang untuk menurunkan berat badan membutuhkan waktu yang cukup lama, untuk itu, anda harus bersabar dan tetap menjaga kestabilan tubuh dalam mengikuti program-program tertentu yang anda ikuti. Karena mengurangi berat badan yang berlebihan merupakan idaman bagi setiap orang.

Demikianlah artikel ini saya buat, Semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi Anda dan seluruh pembaca sekalian..Terima Kasih..



Sabtu, 17 Desember 2016

Bahayakah Hidup Dengan Satu Ginjal ?


Ginjal adalah salah satu organ yang banyak didonorkan oleh orang hidup, bahkan tak jarang diperjual-belikan meski sebenarnya jual-beli organ adalah perbuatan melanggar hukum. Apa yang terjadi jika salah satu ginjal sudah didonorkan?

Kebanyakan orang yang kepepet ekonominya mengambil jalan pintas menjual satu ginjalnya tanpa berpikir dampaknya dimasa mendatang. Meski bisa hidup dengan satu ginjal, kemungkinan besar pelaku penjual ginjal berisiko ikut terkena sakit ginjal yang parah di kemudian hari.

Donor ginjal memang sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang mengalami gangguan pada fungsi kedua ginjalnya. Sementara bagi orang sehat, hidup dengan satu ginjal diyakini tidak akan menyebabkan masalah bagi kesehatan selama ginjal yang tersisa bisa berfungsi dengan baik.

Gaya hidup yang sehat tentu sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang sudah kehilangan satu ginjal, baik karena rusak maupun didonorkan karena jika ginjal yang tersisa juga rusak maka sudah tidak ada cadangan lagi. Karena itu, pencegahan adalah langkah paling bijak.

Untungnya, mencegah kerusakan ginjal pada orang-orang yang hanya memiliki satu ginjal tidak sesulit yang dbayangkan. Cukup dengan menjalani pola hidup sehat, maka dengan sendirinya orang tersebut sudah melakukan upaya untuk mencegah kerusakan ginjal.

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang masuk dalam sistem urinary atau pembuangan. Tugas dari ginjal tersebut adalah untuk menyaring sampah atau limbah (terutama yang mengandung urea) yang berasal dari darah dan mengeluarkannya bersama dengan air sebagai urine.

Sejatinya setip manusia memiliki 2 ginjal lengkap yang terletak di posterior perut bagian bawah. Terdapat satu disetiap sisi tulang belakang tepat dibawah hati dan limpa. Bagian atas dari masing-masing ginjal disebut dengan kelenjar adrenal.

Banyak orang yang sudah menjual ginjalnya mengalami penurunan stamina dan tidak mampu melakukan aktivitas secara normal alias gampang lelah karena fungsi ginjalnya tinggal sebelah.

Seperti halnya organ vital lain yang ada di dalam tubuh manusia, ginjal merupakan salah satu organ yang memiliki peranan penting bagi tubuh, salah satunya dalam proses metabolisme. Di dalam tubuh manusia, ginjal memiliki beberapa fungsi pokok, antara lain:


  • Memelihara kestabilan cairan yang dinamis di dalam tubuh manusia
  • Berperan penting dalam proses pembuangan sisa metabolisme tubuh
  • Sebagai regulasi volume ekstraseluler
  • Menjaga keseimbangan elektrolit pada tubuh manusia
  • Menjaga keseimbangan asam basa pada tubuh manusia, dengan kata lain menjaga pH di dalam tubuh tetap dalam kondisi netral
  • Menghasilkan hormon eritropoetin yang berfungsi meningkatkan produksi sel darah merah di sumsum tulang belakang. Hormon eritropoetin bekerja di usus dengan mengabsorpsi kalsium makanan dan juga pada tulang untuk memobilisasi kalsium dari tulang ke darah
  • Menghasilkan enzim renin yang berfungsi untuk mempertahankan tekanan darah


Berdasarkan berbagai penelitian, seseorang yang hanya memiliki satu ginjal tetap bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang cukup lama. Lalu apakah hidup dengan satu ginjal tidak memiliki risiko? Tentu saja berisiko karena normalnya manusia memiliki dua ginjal di tubuhnya. Namun dengan menerapkan pola hidup sehat tentu bukan menjadi masalah jika hanya memiliki satu ginjal. Seseorang yang hidup dengan satu ginjal tetap bisa berolahraga dan mengonsumsi makanan yang lezat. Hanya saja olahraga yang dilakukan hendaknya olahraga dengan tingkat cedera rendah.

Sedangkan konsumsi makanan diusahakan makanan dengan kandungan protein yang tidak terlalu tinggi.Seseorang yang memiliki satu ginjal secara otomatis akan menyesuaikan keadaan tubuh. Secara adaptif ginjal akan bekerja secara ekstra sehingga mampu bekerja setara dengan kinerja dua ginjal. Meskipun seseorang yang hidup dengan satu ginjal tetap bisa hidup normal, namun bukan berarti kondisinya tanpa risiko.

Risiko hidup dengan satu ginjal biasanya akan hadir pada 10-25 tahun berikutnya. Kecepatan menurunnya kesehatan ginjal tersebut tentu saja bergantung bagaimana seseorang menjaga kesehatannya dan bagaimana pola hidupnya. Beberapa risiko yang mungkin muncul karena hidup dengan satu ginjal adalah kelelahan dan peningkatan tekanan darah. Kelelahan akan terjadi karena ginjal bekerja secara ekstra sehingga tubuh akan cepat mengalami kelelahan.

Risiko lain yang mungkin muncul adalah kenaikan tekanan darah. Ginjal berfungsi untuk memfilter darah. Apabila ginjal tidak mampu berfungsi secara optimal sudah barang tentu darah juga akan kotor. Darah yang kotor akan menyebabkan penyempitan di pembuluh darah. Jika pembuluh darah menyempit jantung akan bekerja ekstra dalam memompa darah agar darah dapat disebarkan ke seluruh tubuh. Akibatnya tekanan darah juga akan naik seiring meningkatnya aktivitas jantung.

Lalu bagaimana jika gangguan tersebut mulai muncul? Tentu saja anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, dokter akan menyarankan metode terbaik untuk menjaga kondisi kesehatan ginjal.

Yang terpenting saat seseorang hendak memutuskan untuk mendonorkan ginjalnya, maka ia harus melakukan pemeriksaan. Tujuannya antara lain untuk memastikan kondisi ginjal yang tersisa apakah memungkinkan untuk bekerja secara normal sesuai fungsinya dan memastikan pendonor tidak memiliki faktor risiko gangguan ginjal seperti diabetes dan hipertensi.

Demikianlah penjelasan saya mengenai "bahayakah hidup dengan satu ginjal" semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan anda agar bisa menjadi anak pintar se Indonesia. Terima kasih..

Bahaya Efek Negatif Makan Buah Durian Yang Berlebihan


Durian merupakan buah yang lezat namun memiliki bau yang menyengat. Orang yang tidak menyukai durian bisa disebabkan oleh baunya yang menyengat. Daging durian sangat lembut cocok untuk dipadukan dengan makanan maupun minuman. Namun siapa sangka dibalik kelezatannya, durian bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Untuk orang tertentu, durian tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

Buah durian adalah buah tropis yang tumbuh dengan subur di negara kita, buah durian juga mendapat julukan raja buah. Walaupun mendapat julukan sebagai buah raja banyak juga yang tidak menyukai buah ini karena bau menyengat yang ditimbulkan. Di luar negeri saja banyak bulek yang tidak suka dengan durian bahkan di maskapai penerbangan adanya aturan untuk tidak mengonsumsi atau membawa buah durian.

Ada beberapa efek samping negatif yang akan ditimbulkan dari mengonsumsi buah panas ini secara berlebihan. Apalagi buah durian mengandung senyawa alkohol dan berbagai senyawa lainnya yang berbahaya untuk kesehatan. Apabila anda belum tahu apa saja efek negatif yang ditimbulkan dari buah durian, berikut ini akan kami berikan informasinya..

1. Tekanan darah menjadi meningkat
Efek samping pertama yang harus anda ketahui adalah dapat meningkatkan tekanan darah dalam tubuh anda. jadi, jika anda tidak ingin tekanan darah anda meningkat cobalah untuk tidak mengonsumsi buah durian secara berlebihan. Peningkatan tekanan darah berhubungan dengan beberapa penyakit seperti hipertensi, jantung koroner dan beberapa penyakit lainnya.

2. Menyebabkan Penyakit Jantung
Seseorang dengan riwayat penyakit jantung sangat dianjurkan tidak mengkonsumsi durian berlebihan. Penyakit jantung yang diderita akan diperburuk dengan konsumsi durian yang berlebihan. Kandungan alkohol dan kolesterol tinggi yang terdapat pada buah durian akan membuat degup jantung cenderung cepat.

3. Tidak baik untuk diabetes
Bagi yang punya masalah dengan diabetes ada baiknya hindari buahan satu ini karena buah duian apalagi yang matang mengandung glukosa yang cukup tinggi bahkan dapat berubah menjadi alkohol. Adanya kandungan inilah yang dapat menyebabkan penderita diabetes harus berhati-hati jika mengonsumsi buah durian.

4. Menyebabkan Kematian jika dicampur dengan Minuman Beralkohol
Kandungan alkohol yang ada di dalam durian akan menimbulkan kematian jika bertemu dengan alkohol dalam minuman keras. Alkohol yang bertemu dengan alkohol akan menghasilkan sulfur atau belerang. Sulfur yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan menurunkan metabolisme dan sistem imun seseorang, bahkan jika jumlah sulfur yang masuk ke dalam tubuh sangat banyak akan menyebabkan kematian. Sulfur merupakan salah satu zat yang tidak boleh sampai masuk ke dalam tubuh manusia karena dapat menyebabkan kematian.

5. Menyebabkan Kematian Janin

Janin yang ada di dalam kandungan tidak mampu menahan panas yang berlebihan. Jika wanita hamil memakan durian, efeknya di perut akan panas. Panas berlebih akan memicu kematian janin. Rasa panas tersebut akibat kandungan alkohol yang tinggi. Kadar alkohol tinggi juga ditemukan pada buah nangka, buah nanas dan tape.  Buat ibu hamil sebaiknya meminimalisir konsumsi semua buah tersebut.

6. Menambah berat badan
Berat badan akan bertambah dengan mengonsumsi buah ini secara berlebihan. Ini karena buah durian mengandung 1.350 kalori untuk setiap 1 kg. Jadi dengan mengonsumsi satu kilogram saja mampu mencukupi sebesar 68 % kebutuhan kalori tubuh.

7. Menyebabkan Penyempitan Pembuluh Darah
Senyawa berupa alkohol dalam durian bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah di dalam otak. Pembuluh darah yang menyempit membuat oksigen tidak dapat tersalurkan ke otak secara maksimal, hingga berakibat stroke. Penyempitan pembuluh darah ini bukan hanya akibat efek samping buah durian yang dikonsumsi berlebihan, namun juga bahaya formalin dan bahaya boraks.

8. Menyebabkan Penyakit Ginjal Hingga Kematian

Di dalam durian terdapat zat ethanol, methanol dan juga ethyl metacrylate serta senyawa berupa sulfur atau belerang. Bahaya etanol dan metanol juga sudah sangat memprihatinkan bagi kesehatan. Untuk penderita ginjal, semua zat tersebut sangatlah tidak baik untuk ginjal dikarenakan ginjal yang sudah sakit tidak dapat menguraikan semua zat tersebut. Akibatnya kinerja ginjal terbebani dan kinerja ginjal menurun dari 40 persen menjadi 35 persen. Zat tersebut juga menyebabkan seseorang terkena penyakit ginjal. Jika ginjal sudah tidak banyak berfungsi diharuskan transplantasi ginjal. Jika tidak, transfusi darah yang dilakukan hanya untuk pemperpanjang usianya bukan menyembuhkannya.

Jadi apabila anda memang penggemar buah durian maka konsumsilah buah ini dengan wajar dan tidak berlebihan. Sebaiknya kontrol nafsu anda agar tubuh anda tidak terganggu karena efek samping yang ditimbulkan oleh buah durian. Selain itu, ketika mengonsumsi buah durian sebaiknya anda tidak mengonsumsi tape, kopi dan alkohol karena ini akan berdampak negatif sebaiknya anda cukup memperbanyak konsumsi air putih setelah mengonsumsi buah durian.

Kamis, 08 Desember 2016

Inilah Makanan Pantangan Bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)


Tekanan darah tinggi atau biasa disebut juga Hipertensi merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan kinerja jantung akan bekerja lebih cepat. Selain itu penyakit ini bisa menimbulkan beberapa penyakit lain seperti kolestrol meningkat, stroke, jantung, bahkan diantaranya dapat menyulitkan pernapasan

oleh karena itu bagi Anda yang sudah menderita tekanan darah tinggi ada baiknya memperhatikan makanan yang ingin di konsumsi, karena pada dasarnya banyak makanan yang dapat menimbulkan tekanan darah tinggi semakin meningkat. Untuk itu Saya akan mengulas apa saja makanan pantangan bagi penderita darah tinggi yang sebaiknya harus dihindari.

Berikut ini Makanan Pantangan yang harus di perhatikan oleh penderita Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) yaitu :

1. Daging atau ayam beku

Membeli daging atau ayam yang sudah berbumbu dan dalam keadaan beku memang sangat praktis. Namun dibalik itu semua ternyata ada banyak bahaya yang mengintai kesehatan anda dan keluarga. Di dalam daging ayam beku olahan yang sudah dikemas contohnya, terdapat sekitar 800 miligram sodium.

2. Makanan dalam kaleng, termasuk buah kaleng

Buah memang makanan sehat, akan tetapi tidak dengan buah dalam kemasan kalengan. Anda harus menghindari semua jenis makanan dalam kaleng jika ingin penyakit tekanan darah tinggi yang diderita tetap aman. Hal ini karena makanan yang diawetkan dan dikemas dalam kaleng memiliki kandungan sodium yang tinggi. Biasanya pengawetan makanan jenis ini dengan menambahkan banyak garam. Anda juga wajib memeriksa label makanan ketika membeli makanan di toko atau supermarket. Dengan lebih teliti, maka penyakit darah tinggi yang diderita tidak akan jadi semakin parah.

3. Mie Instan

Mengkonsumsi mie instan terlalu sering akan berpengaruh buruk pada kesehatan. Penyakit ginjal hingga hipertensi bisa dibentuk dari konsumsi mie instan yang berlebihan. Mie instan dan kuahnya mengandung bahan pengawet yang tidak sedikit, bumbu dan sodium yang akan membuat tekanan darah menjadi naik.

Untuk beberapa kali konsumsi, mungkin mie instan tidak akan memberi pengaruh yang terlalu signifikan bagi kesehatan. Jadi, jangan terlalu sering mengkonsumsi mie instan walaupun bisa membuat kenyang dengan cepat, anda juga akan merasa lapar lebih cepat

4. Makanan yang banyak mengandung lemak

Sudah kita ketahui, makanan yang banyak mengandung lemak memang sangat berbahaya bagi kesehatan. Asupan lemak yang berlebih pada tubuh bisa menyebabkan obesitas yang akhirnya menyebabkan komplikasi berbagai penyakit. Salah satu jenis penyakit yang bisa disebabkan akibat obesitas yaitu hipertensi akibat naiknya tekanan darah. Ketika tubuh semakin gemuk, maka lemak dapat menghambat pembuluh darah, akibatnya pembuluh darah semakin sempit dan tekanan darah menjadi naik.

5. Pizza

Pizza adalah bentuk makanan junk food yang banyak digemari masyarakat dunia tak terkecuali masyarakat Indonesia. Adonan pizza yang dikombinasikan dengan keju, saus tomat dan daging olahan tentu merupakan suatu hidangan yang akan menggugah selera siapa pun. Namun perlu diwaspadai, campuran dari topping seperti keju yang mengandung banyak lemak jahat, saus tomat atau daging olahan akan berpengaruh pada kesehatan khususnya tekanan darah.

Agar anda bisa menikmati pizza yang sehat dan nikmat, anda bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. gunakan topping keju yang rendah lemak, gunakan juga daging rendah lemak serta perbanyak sayuran di dalamnya. Pizza sehat pun dapat anda nikmati tanpa rasa khawatir akan naiknya tekanan darah anda.

6. Makanan dan minuman yang banyak mengandung gula

Umumnya jenis makanan manis dihindari oleh mereka yang terkena diabetes atau penyakit gula. Tapi Anda yang terkena penyakit tekanan darah tinggi juga harus mengurangi asupan makanan atau minuman yang manis. Permen, kue basah, cokelat dan minuma manis lain tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Sebab makanan yang dilarang penyakit darah tinggi ini bisa memicu komplikasi penyakit lain.

7. Daging Merah

Sebagian besar orang menyukai olahan yang terbuat dari daging, bisa dari daging kambing atau daging sapi. Daging merah ini bisa menjadi penyebab tingginya tekanan darah. Mengurangi konsumsi daging merah akan membantu tubuh, untuk mengontrol tekanan darah. Contoh daging merah seperti daging Sapi, Kambing, dan Domba.

8. Kafein

Anda penyuka minuman kopi? Ini tidak cocok bagi penderita hipertensi atau penyakit darah tinggi. Hindari minuman kopi atau segala jenis makanan yang mengandung kafein jika Anda terkena serangan darah tinggi. Kafein bisa terdapat pada produk makanan seperti cokelat dan lainnya. Hal ini akan menyebabkan meningkatnya tekanan darah sehingga penyakit tekanan darah tinggi semakin parah.

Itulah beberapa daftar menu dan jenis makanan pantangan bagi penderita tekanan darah tinggi yang sebaiknya di hindari.

Sabtu, 05 November 2016

Gejala dan Penyebab Tekanan Darah Tinggi




Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi umum di mana cairan darah dalam tubuh menekan dinding arteri dengan cukup kuat hingga akhirnya menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung. Tekanan darah ditentukan dengan jumlah darah yang dipompa jantung dan jumlah resistensi terhadap aliran darah pada arteri Anda. Semakin banyak darah dipompa jantung Anda dan arteri Anda menyempit, tekanan darah akan meningkat.

Anda bisa mendapat tekanan darah tinggi (hipertensi) selama beberapa tahun tanpa mengalami gejala. Tekanan darah yang tidak dikontrol meningkatkan risiko mendapat masalah kesehatan yang serius, termasuk serangan jantung dan stroke.

Tekanan darah tinggi biasanya akan berkembang selama beberapa tahun, dan pada akhirnya memengaruhi kesehatan. Beruntung, tekanan darah tinggi dapat dengan mudah terdeteksi. Dan sekali Anda mengetahui Anda mempunyai tekanan darah tinggi, Anda dapat mengusahakan dengan dokter Anda untuk mengendalikannya.

Jika Anda belum memeriksa dan tidak tahu tekanan darah Anda, mintalah kepada dokter untuk memeriksanya. Semua orang dewasa sebaiknya memeriksa tekanan darah mereka setidaknya setiap lima tahun sekali.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, penderita hipretensi perempuan lebih banyak 6 persen dibanding laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4 persen. Ini artinya masih banyak penderita hipertensi yang tidak terjangkau dan terdiagnosa oleh tenaga kesehatan dan tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Hal tersebut menyebabkan hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Secara umum orang dengan hipertensi terlihat sehat dan sebagian besar tidak menimbulkan gejala. Tapi ada pula gejala awal yang mungkin timbul dari hipertensi yaitu Sakit kepala, Perdarahan dari hidung, Pusing, Wajah kemerahan , Kelelahan

Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosis pada tahap awal. Diagnosis hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tanpa perlu mengonsumsi obat.

Untuk mengetahui penyebab tekanan darah tinggi, akan lebih mudah jika kita membaginya menjadi dua.

1. Hipertensi primer (esensial)

Untuk kebanyakan orang dewasa, tidak terdapat identifikasi penyebab dari tekanan darah tinggi. Tipe tekanan darah tinggi ini, disebut hipertensi “essential” atau hipertensi primer, cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun.

2. Hipertensi sekunder

Beberapa orang mengalami hipertensi karena kondisi/gangguan yang merupakan penyebab utama (underlying conditon). Tipe tekanan darah tinggi ini, disebut tekanan darah tinggi sekunder, cenderung muncul tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dari pada hipertensi primer.

Tekanan darah tinggi memeliki berepa faktor resiko, antara lain:

  • Usia. Resiko tekanan darah tinggi meningkat.
  • Ras. Tekanan darah tinggi
  • Latar belakang keluarga
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Tidak aktif secara fisik. Denyut jantung orang-orang yang tidak aktif cenderung lebih tinggi. Sehingga semakin keras jantung Anda harus bekerja dengan setiap kontraksi dan semakin kuat gaya pada arteri Anda. Kekurangan aktivitas fisik juga meningkatkan risiko kelebihan berat badan.
  • Merokok
  • Terlalu banyak garam (sodium) pada diet Anda. Terlalu banyak sodium pada diet Anda dapat menyebabkan tubuh Anda menahan cairan yang meningkatkan tekanan darah.
  • Terlalu sedikit potasium pada diet Anda. Pottasium membantu menyeimbangkan jumlah dari sodium di sel Anda. Jika Anda tidak mendapat potasium yang cukup pada diet Anda atau menahan potasium, Anda bias menumpuk terlalu banyak sodium di dalam darah.
  • Terlalu sedikit vitamin D di dalam darah Anda. Tidak pasti apakah memiliki terlalu sedikit vitamin D dalam diet Anda dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi oleh ginjal yang mempengaruhi tekanan darah Anda.
  • Terlalu banyak minum alkohol
  • Stres
  • Kondisi kronik tertentu. Seperti, kolestrol tinggi, diabetes, penyakit ginjal, dan “sleep apnea”.
  • Terkadang kehamilan juga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.


Walaupun tekanan darah tinggi paling umum terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga memiliki risiko memiliki tekanan darah tinggi. Untuk beberapa anak, tekanan darah tinggi disebabkkan oleh masalah pada jantung dan hati. Tetapi bagi sebagian anak-anak, kebiasaan gaya hidup hidup yang buruk (seperti diet yang tidak sehat dan kurangnya olahraga) berkontibusi terhadap tekanan darah tinggi.



Gejala dan Penyebab Tekanan Darah Rendah




Secara umum Tekanan Darah bukanlah suatu penyakit dan tidak akan menyebabkan kematian. Malah orang yang tekanan darahnya rendah cenderung berusia lebih panjang dari pada orang yang memiliki tekanan darahnya yang tinggi.

Hipotensi atau yang biasa disebut dengan tekana darah rendah adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal. Dan pada saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.

Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran.

Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60, sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90 maka orang tersebut menderita hipertensi.

Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Namun jika tekanan darah cukup rendah, kemungkinan besar bisa menimbulkan gejala-gejala seperti Jantung berdebar kencang atau tidak teratur, Pusing, Lemas, Mual, Pingsan, Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah. Pandangan buram.

Jika mengalami gejala hipotensi, sebaiknya Anda segera duduk atau berbaring, minum air putih, dan menghentikan semua kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala biasanya akan segera hilang setelah beberapa saat.

Jika Anda sering mengalami gejala hipotensi seperti yang disebutkan di atas, temui dokter untuk mengukur tekanan darah Anda dan memeriksa apakah ada penyakit tertentu yang menyebabkan timbulnya gejala seperti hipotensi.

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, bahwa tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang melebihi batas normal. Begitu pula sebaliknya, tekanan darah rendah adalah kondisi di mana tekanan darah di bawah normal. Penyebab terjadinya hipotensi atau tekanan darah rendah ini cukup banyak, sehingga bisa diderita oleh siapapun dan kapan pun. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, risiko terkena hipertensi ataupun hipotensi biasanya juga semakin meningkat. Apalagi seiring bertambahnya usia, aliran darah yang dialirkan menuju otot jantung dan otak semakin menurun jumlahnya.

Lalu apa saja penyebab darah rendah? Penyebab tekanan darah rendah sebenarnya tidak selalu bisa diprediksi secara jelas. Akan tetapi umumnya kondisi hipotensi ini bisa berhubungan dengan masalah gangguan hormon. Misalnya seperti thypothyroidism atau kondisi di mana tiroid kurang aktif. Bisa juga terjadi karena diabetes atau hipoglikemia. Selain itu penggunaan obat yang salah juga cukup berpotensi menyebabkan tekanan darah rendah. Terutama penggunaan obat hipertensi yang berlebihan.

Beberapa masalah yang membuat kinerja jantung tidak maksimal lagi juga bisa memengaruhi volume darah normal sehingga bisa menjadi salah satu penyebab darah rendah. Misalnya seperti penyakit gagal jantung, penyakit serangan jantung, gangguan pada katup jantung, atau denyut nadi yang melemah. Ketika seseorang mengalami tekanan darah rendah, biasanya ritme jantung cenderung tidak stabil. Gangguan-gangguan pada jantung tersebut bisa mengakibatkan tekanan darah menurun sebagai bentuk perlindungan tubuh untuk menjaga sirkulasi darah di dalam tubuh tetap berjalan.

Penyebab darah rendah seperti yang tadi sudah kami jelaskan biasanya terjadi karena ada pemicu yang sudah berlangsung sejak lama. Misal seperti diabetes, mengonsumsi obat ataupun karena penyakit jantung. Namun demikian ternyata ada juga kondisi yang bisa membuat tekanan darah manusia turun secara mendadak. Dan ternyata kondisi seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi meregang nyawa.

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab tekanan darah rendah secara mendadak diantaranya adalah kehilangan darah terlalu banyak karena terjadinya perdarahan. Misal saat proses persalinan, kecelakaan dan sebagainya. Suhu tubuh yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah juga bisa menjadi salah satu pemicu turunnya tekanan darah rendah secara mendadak. Selain itu Anda juga harus waspada terhadap sepsis atau infeksi darah yang sudah terlanjur parah. Paslanya masalah tersebut bisa menjadi penyebab darah rendah yang cukup berbahaya.

Demikianlah  ulasan Saya mengenai gejala dan penyebab Tekanan darah Rendah, Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Anda dan Seluruh pembaca artikel blog ini. Terima kasih..