Jumat, 11 November 2016

Mengenal Tahapan Proses Melahirkan Normal





Setelah Anda ( para Ibu / wanita hamil ) membaca artikel blog tentang topik " Tanda-Tanda Melahirkan Bagi Seorang Ibu" kali ini Saya akan memberikan rangkuman mengenai topik " Mengenal Tahapan Proses Melahirkan Normal " yang perlu diketahui dan dipahami oleh seorang ibu yang akan menjalani proses melahirkan sang bayi.

Proses melahirkan normal yang dialami tiap ibu hamil berbeda-beda, namun pada dasarnya ada tiga tahapan yang akan dilalui ibu hamil sebelum akhirnya bertemu dengan buah hati tercinta.

Tiga tahapan melahirkan normal yang pertama adalah ketika ibu hamil mulai mengalami kontraksi. Perubahan terjadi pada ukuran leher rahim atau dikenal dengan istilah pembukaan. Tahapan selanjutnya adalah proses mendorong bayi hingga terlahir ke dunia. Kemudian tahapan melahirkan normal diakhiri dengan keluarnya plasenta beberapa menit setelah bayi dilahirkan.

3 ( Tiga ) Tahapan Proses Melahirkan Normal Yaitu :


  • Tahap Pertama adalah Tahap Pembukaan


Pada tahapan ini Anda akan mengalami dua proses, yaitu fase awal dan fase aktif. Pada fase awal, leher rahim Anda akan menipis dan mulai terbuka. Kontraksi ringan akan Anda rasakan pada fase ini. Biasanya kontraksi berlangsung selama 30 hingga 90 detik dengan jarak kedatangan yang teratur, misalnya tiap 5 menit.
Seiring berjalannya waktu, leher rahim Anda akan mulai terbuka sedikit demi sedikit. Anda pun akan melihat lendir bercampur darah keluar dari vagina.

Seiring berjalannya waktu, leher rahim Anda akan mulai terbuka sedikit demi sedikit. Anda pun akan melihat lendir bercampur darah keluar dari vagina.

Fase awal berakhir ketika pembukaan leher rahim mencapai 4 cm. Namun untuk waktu pasti yang diperlukan untuk mencapai pembukaan tersebut berbeda-beda pada tiap individu. Jika ini kehamilan pertama Anda, fase ini pada umumnya akan memakan waktu 6-12 jam. Pada ibu hamil lainnya, bisa lebih lama atau lebih pendek. Jika sebelumnya Anda sudah pernah melahirkan, kemungkinan fase ini akan berjalan lebih cepat.

Sementara pada fase aktif, leher rahim ibu hamil akan melebar lebih cepat. Pembukaan leher rahim pada fase ini mencapai 10 cm. Kontraksi yang datang pun akan lebih kuat, lebih lama, dan lebih sering. Ibaratnya Anda sudah tidak mampu lagi berbicara ketika mengalami kontraksi seperti ini.

Nah, apa yang dapat Dilakukan Selama Tahap Pembukaan?

Perhatikan waktu anda sehari-hari selama proses menuju persalinan. Apabila anda diharuskan untuk tidur, maka sebaiknya anda tidur. Selama kontraksi berlangsung, jika memungkinkan anda dapat tidur. Penting bagi anda untuk mencukupi waktu istirahat. Rasa sakit sebelum persalinan yang berlangsung dapat disertai ledakan pada adrenalin yang mempengaruhi anda ingin tidur. Selama fase pembukaan ini anda dapat mencoba beberapa tips yang dapat dilakukan untuk relaksasi. Meskipun siang hari, alangkah lebih baik jika anda mengganti aktivitas dengan memperbanyak istirahat, dengan tujuan untuk mengumpulkan energi yang dibutuhkan untuk proses persalinan.

Berikut ini beberapa saran dari kami yang dapat anda lakukan selama fase pembukaan :


  1. Ketika rasa sakit melanda, cobalah untuk meningkatkan rasa bahagia dan perbanyak waktu istirahat. Beberapa kegiatan dapat dilakukan untuk membantu anda, seperti misalkan mandi dengan menggunakan air hangat, latihan relaksasi atau minum minuman hangat.
  2. Di awal proses persalinan, sebaiknya konsumsi makanan yang ringan namun  tetap sehat. Ketika kontraksi datang, sistem pencernaan akan bekerja lebih lambat dari biasanya sehingga akan menyebabkan anda mual. Anda dapat memilih makanan yang mudah dicerna seperti misalkan buah-buahan sehat, yoghurt atau roti panggang. Hindari beberapa jenis makanan dengan kadar lemak tinggi karena makanan seperti itu akan sulit dicerna.
  3. Cobalah untuk memilih posisi yang dapat membuat anda nyaman. Selama proses kontraksi anda akan merasakan tubuh anda bergerak dengan alami, hampir seluruhnya mampu membantu pergerakan bayi dalam tulang panggul (pelvis). Selama proses kontraksi, gerakan mengayun pelan dapat membantu anda. Selain itu, berdiri dapat membantu anda dan bayi untuk bergerak sesuai dengan gravitasi, serta membantu meningkatkan pergerakan bayi ke bawah dengan melalui pelvis.
  4. Saat anda mengalami kontraksi pada proses awal persalinan, anda dapat mencoba melakukan teknik pernafasan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kontraksi. Meskipun begitu jangan melakukannya pada setiap kontraksi hingga anda benar-benar membutuhkannya.
  5. Apabila anda mendapati kontraksi semakin kuat, anda dapat mulai meminta dukungan dari orang-orang yang ada di sekitar anda sehingga mereka akan selalu ada untuk anda dan membantu anda selama proses persalinan berlangsung.
  6. Tidak ada salahnya jika anda membicarakan apa yang sedang anda rasakan pada suami atau orang-orang  yang ada di sekitar anda. Relaksasi, dukungan emosi yang baik dapat membuat anda lebih siap untuk menghadapi proses persalinan dan membantu menghilangkan kecemasan.



  • Tahap Kedua adalah Tahap Pengeluaran Bayi


Tahapan ini disebut sebagai proses mendorong bayi agar keluar dari tubuh Anda. Pada tahapan inilah semua tenaga Anda harus dikerahkan. Memasuki tahapan ini, Anda tidak lagi merasakan kontraksi seperti pada fase aktif. Jarak kedatangannya tidak begitu dekat sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat sebelum kemunculan kontraksi yang berikutnya.
Secara perlahan-lahan posisi bayi Anda akan turun ke jalan lahir. Anda disarankan untuk bersabar saat menunggu bayi turun dan tidak perlu tergesa-gesa untuk mendorongnya agar cepat keluar. Biarlah rasa ingin mendorong datang secara alami. Bersabar juga bisa membuat tubuh Anda rileks dan tidak stres.

Jika bayi Anda sudah berada di pintu bawah panggul Anda, kemungkinan rasa ingin mendorong akan hadir dengan sendirinya. Namun jika bayi Anda masih jauh dari pintu bawah panggul, kemungkinan Anda tidak akan merasakan sensasi ingin mendorong.

Setelah beberapa saat, akan terlihat tonjolan pada jaringan antara vagina dan anus ketika Anda mendorong. Tidak lama kemudian, kulit kepala bayi akan terlihat. Bagi seorang ibu, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu. Jika Anda penasaran, Anda bisa meminta cermin untuk melihat kulit kepala si Buah Hati.

Saat ini rasa ingin mendorong akan terasa lebih kuat. Tekanan kepala bayi Anda pun akan terasa lebih intens yang kemungkinan akan diiringi oleh rasa terbakar yang kuat akibat meregangnya jaringan antara vagina dan anus Anda.

Makin Anda mendorong, maka kepala bayi akan makin terdorong keluar. Dengan dorongan berikutnya, kepala bayi akan keluar dengan sempurna. Kepala bayi Anda kemudian akan menyamping karena bahunya mulai berputar untuk bersiap-siap menuju pintu kelahiran. Dengan dorongan, bahunya akan terlihat disusul oleh tubuh.

Selamat, bayi Anda sudah lahir. Mulut dan hidung si Kecil akan dibersihkan agar mudah bernapas. Sesampainya di dunia, si Kecil yang berlumuran lendir darah ini akan dikeringkan menggunakan handuk oleh suster. Bayi Anda akan dibungkus agar selalu dalam keadaan hangat. Selanjutnya, jika tidak ada komplikasi, Anda bisa bertemu dengan si Buah Hati yang telah Anda kandung selama berbulan-bulan lamanya.


  • Tahap Terakhir Adalah Tahap Pengeluaran Plasenta


Setelah bayi lahir, Anda seperti merasakan kelegaan dan rasa bahagia yang tidak terbendung. Anda bisa memeluk dan menciumi bayi Anda dengan penuh rasa sayang. Namun, proses melahirkan belum selesai. Anda masih harus menunggu hingga plasenta keluar dari rahim Anda. Biasanya plasenta akan keluar dalam kurun waktu 5-10 menit. Namun ada juga yang berlangsung hingga setengah jam.
Tahapan ini juga bisa Anda gunakan untuk memberikan inisiasi menyusui dini (IMD) kepada si Kecil. IMD sangat baik untuk bayi dan juga kepuasaan batin Anda. Namun Anda harus bersabar karena tidak semua bayi mau langsung menyusu ketika baru saja dilahirkan. Meski begitu Anda jangan putus asa, terus dekatkan bibir bayi ke payudara Anda hingga dia mengisap puting payudara Anda.

Selanjutnya dokter akan memeriksa apakah Anda memerlukan penanganan lebih lanjut atau tidak, seperti jahitan atau hal lainnya. Jika ada jaringan kulit yang perlu dijahit, dokter akan terlebih dahulu membius area tersebut.

Bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan, biasanya proses melahirkan secara keseluruhan memakan waktu 10-20 jam, tergantung kepada individu masing-masing. Proses lebih cepat jika Anda sudah pernah melahirkan secara normal.

Proses melahirkan memang menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Namun hal itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan hasil yang Anda dapatkan, yaitu bertemu dengan si Buah Hati. Selamat menjadi seorang ibu.

Setelah proses melahirkan secara normal sudah berjalan dengan lancar, Sang ibu yang sedang menjalani persalinan harus tetap dalam pengawasan dari pihak tim dokter bersalin, Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga terjadinya pendarahan.

Pengawasan ini dilakukan selama kurang lebih dua jam. Dalam tahap ini ibu masih mengeluarkan darah dari vagina, tapi tidak banyak, yang berasal dari pembuluh darah yang ada di dinding rahim tempat terlepasnya plasenta, dan setelah beberapa hari anda akan mengeluarkan cairan sedikit darah yang disebut lokia yang berasal dari sisa-sisa jaringan.

Demikianlah ulasan rangkuman Saya mengenai tahapan proses melahirkan secara alami bagi seorang ibu ( wanita hamil ), Semoga bermanfaat ya dan menjadi modal persiapan bagi para ibu yang akan menjalankan proses melahirkan ( persalinan ). Terima kasih..

2 komentar:

  1. AJOQQ menyediakan 8 permainan yang terdiri dari :
    Poker,Domino99 ,BandarQ,BandarPoker,Capsa,AduQ,Sakong,Bandar66 ( NEW GAME )
    Ayo segera bergabung bersama kami di AJOQQ :)
    Bonus : Rollingan 0.3% dan Referral 20% :)

    BalasHapus
  2. Mari coba keberuntungan Anda disini updatebetting
    Kontak bbm 7ACD8560

    BalasHapus